warna kegelapan 1

novel “warna kegelapan oleh James Purdy”

Non Fiksi

analisis unsur intrinsik novel “warna kegelapan oleh James Purdy”

Tema dari novel Warna Kegelapan ini menurut saya adalah seorang laki-laki yang mengalami penyakit pada pengelihatan atau yang disebut dengan rabun senja, sehingga tidak dapat melihat dan mengingat dengan baik sepeerti apa istrinya terlebih adalah warna matanya.

Alur atau plot yang di gunakan yaitu alur mundur atau flashback. Hal ini terlihat pada awal cerita pada petikan kalimat “terkadang ia memikirkan istrinya” disini ia membayangkan keadaan istrinya yang telah lama tiada terlebih memikirkan seperti apa istrinya dan yang tak dapat diingatnya adalah warna mata istrinya.

Terlihat ada beberapa tokoh yang ada pada cerita ini seperti papa, baxter, dan Bu Zilke.

Masalah atau konflik mulai timbul secara samar-samar pada awal cerita yang dimana tokoh Papa disini terlihat kebingungan masih mengenai masalah mata seperti salah satunya pada awal paragraf dalam petikan kalimat “suatu hal yang tak dapat diingatnya adalah warna mata wanita itu” dan paragraf empat puluh empa yang petikan kalimatnya “saya bahkan tak dapat mengingat warna mata anak saya”.

Permasalahan lain juga muncul disaat si Baxter menghisap cincin didalam mulutnya yang telah dilepas oleh Papanya dan si Bu Zilki menyuruhnya untuk memuntahkannya, akan tetapi si Baxter berkata yang di hisapnya itu adalah permen karet. Itulah kata-kata yang berulang kali dilontarkan Baxter setiap kali ia di tanyai oleh Bu Zilki, hingga akhirnya Bu Zilk imenggeram.

Dan klimaks terjadi menjelang akhir cerita yang dimana saat Papa berupaya mengambil cincin yang ada didalam mulut Baxter. Tiba-tiba Baxter menendang ayahnya dengan sangat keras pada kuncipaha lalu berlari ke tangga atas dan mengucapkan kata-kata yang kotor kepada Papanya, seakan akan kata-kata itu sudah lama terpandam untuk di lontarkan.

Masalah mulai menurun ketika Bu Zilki berjalan ke tempatcincin itu tergeletakdidekat boneka. Dan air mata menetes dari kedua mata sang Papa karena perasaannya tertusuk.

Antiklimaks pada cerita ini berakhir sedih akan tetapi masih berkesan menggantung karna tidak ada titik penyelesaian masalah terhadap Baxter tersebut.

Setting atau latarnya berlangsung didalam rumah.

Masih bersifat dramatik dimana dalam cerita ini karakter tokoh diceritakan secara tersirat, menggambarkan jalan pikiran dan perasaan tokoh, menggambarkan reaksi tokoh lain, atau menggambarkan keadaan di sekitar tokoh.

Penokohan disini terdapat antara lain :

Protagonis yaitu tokoh Papa terlihat pada perlakuanya kepada Baxter yang pada saat meminta dengan cara yang halus untuk memuntahkan cincin yang di hisapnya.

Tritagonis yaitu tokoh Bu Zilki terliat pada perannya yang tidak terlalu mencampuri urusannya terhadap ayah Baxter.

Amanat yang disampaikan penulis dalam novel Warna kegelapan ini yaitu sebagai ayah yang baik harus dapat mengetahui perasaan lebih dalam terhadap anak agar anak tidak berlaku kasar kepada orang tuanya.

Sudut pandang yang digunakan adalah orang ke tiga atau kata ganti orang ke tiga dan penulis berposisi sebagai pencerita dan berada di luar cerita.

Gaya bahasa yang digunakan pengarangyaitu gaya bahasa berdasarkan pilihan kata yaitu gaya bahasa percakapan, dan gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, seperti klimaks antiklimaks, dan penyelesaian.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *