OH….SARJANA BEGITU MALANG NASIBMU

Non Fiksi, Opini

OH….SARJANA BEGITU MALANG NASIBMU

Seorang Mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan dalam perguruan tinggi kurang lebih selama 4 tahun, akan mendapatkan gelar sebagai seorang sarjana. Gelar sarjana itu pun sangat susah payah di dapatkan, begitu banyak pengorbanan yang harus dilakukan untuk mendapatkan gelar sarjana tersebut, dimulai dari pengorbanan waktu yang cukup lama yaitu kurang lebih 4 tahun, pengorbanan biaya kuliah yang tidak sedikit, pengorbanan jiwa raga dalam menghadapi begitu banyak tugas dan sikap beberapa dosen yang begitu sulit dimengerti, segala pengorbanan itu dilakukan oleh seorang mahasiswa semata-mata untuk mendapatkan gelar sarjana. Bagi seorang mahasiswa, mendapatkan gelar sarjana itu adalah merupakan suatu kebanggaan dan sebagai jembatan menuju kesuksesan dalam meraih cita-cita yaitu mendapatkan suatu pekerjaan sesuai dengan jurusan yang mereka pilih dalam menjalani masa perkuliahan. Akan tetapi, melihat kenyataan yang ada, mahasiswa yang memiliki gelar sarjana begitu sulit untuk mewujudkan hal tersebut, banyak dari para sarjana yang masih menganggur. Bahkan banyak dari para sarjana yang tidak tahan dengan predikat sarjana nganggur, melakukan suatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan gelar kesarjanaannya yaitu bekerja dalam pekerjaan yang dapat dilakukan oleh seseorang yang hanya tamatan SMA, seperti menjaga toko, berjualan dan sebagainya. Hal tersebut dapat terjadi karena banyaknya mahasiswa yang lulus sarjana, tidak di imbangi dengan banyaknya lapangan pekerjaan, sehingga menimbulkan persaingan yang ketat dari para sarjana untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak. Belum lagi ada isu yang mengatakan bahwa sekarang penerimaan PNS dilakukan 5 tahun sekali, hmm.. penerimaan PNS yang dilakukan setiap tahun saja para sarjana banyak yang masih menganggur, apalagi ada kebijakan seperti itu. Oh… Sarjana Begitu Malang Nasibmu, perjuangan susah payah mendapatkan gelar itu tidak dibalas dengan mendapatkan pekerjaan yang layak yang sesuai dengan pengorbanan jiwa raga selama menempuh masa perkuliahan. Seharusnya pemerintah dalam menanggapi permasalahan tentang banyaknya sarjana yang menganggur, membuat pemerintah semakin gencar membuka secara luas lapangan pekerjaan , agar para sarjana yang menganggur dapat berkurang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *