menanti pelita 1

Penanti Pelita

Fiksi, Puisi

Termenung menatap langit

Dalam asa yang terus menghantui

Bibir brgulat dalam manis senyum

Malam pekat menghiasi

Raga bernyawa menerobos pekatnya malam

Mengusik dingin alam raya

menembus pori-pori

menusuk hingga menangkap dalam jiwa

Tidak kah engkau tahu wahai pencinta

Jiwa beku salju air mata

Meski bibir merekah senyum

semua hanya tipu belaka

Dalam pekat malam

diri mengayun kaki mencari

mencari gmerlap hati

mencari gemerlp jiwa

Namun semua tak terlampaui

Karna kau wahai pencinta

Tak beri sedikit peita

Tak kah kau tau wahai pencinta?

Diri meraba dalam cahaya

Mencari pelita jiwa

Sudi kah kau wahai pencinta

Curahkan secuil pengobat asa

Curahkan secuil lentera pelita

Curahkan secuil oase

untuk jiwa yang telah mati

Wahai pencinta

Dalam pekat malam

Diri terpatungmenanti

menanti pelita menerangi kembali

jiwa yang mati


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *