PENANTIANKU (ADA PERTEMUAN AKAN ADA PERPISAHAN)

Cerpen, Fiksi

long distance relationship 1

           Aku dan Mad berteman sejak lama, kami berteman sejak kecil dan kami bersekolah di tempat yang sama yaitu SD Bimasakti. Di kelas kami saling bersaing memperebutkan peringkat. Tapi,, pertemanan kami harus terpisah ketika kami berada di kelas 3, karena aku dan keluargaku harus pindah ketempat ayah aku ditugaskan. Di hari kepindahanku itu, aku tidak bertemu bahkan tidak sempat mengucapkan perpisahan kepada guru, teman dan juga Mad.

Dengan seiring berjalannya waktu dan aku mulai beranjak dewasa, aku mulai menyadari kalau aku suka sama Mad. Tapi, aku tidak pernah mendengar kabar tentang Mad lagi. Bahkan setiap waktu aku pulang kampung, aku selalu berharap bisa bertemu walaupun itu hanya sesaat, namun semua itu hanya harapan yang tinggal khayalan. Waktu berada di kampung halaman tidaklah cukup bagi aku untuk tahu gemana kabar dia. Bertahun-tahun hingga lulus SMK aku mencari tahu kabar tentang dia tapi semua tidak ada hasilnya .

Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, hingga aku tidak sadar bahwa kami telah berpisah selama 10 tahun dan bayangan wajahnya mulai tidak bisa aku ingat lagi. Kini aku berada di bangku perkuliahanan semester 2, aku mulai memiliki banyak teman laki-laki yang membuat aku lupa dengan mad (cinta masa kecilku), sahabat yang selalu setia yaitu Azmi dan ada satu cowok yang selalu dekat sama aku, dia bernama Al. Dia cowok yang baik, perhatian dan selalu bisa ngertiin aku.

Waktu terus berlalu. Hingga tiba-tiba handphoneku berdering membuyarkan lamunanku terlihat satu massage masuk dan ternyata dari Azmi yang meminta aku menemani dia pergi menjemput pacar abangnya yang baru sampai dari Malang.

Aku bergegas menuju ke kost Azmi dan kamipun pergi menjemput pacar abangnya itu ke terminal. Sesampainya kami disana, wanita itu tiba-tiba saja menyebut namaku. Aku bingung dan aku baru sadar kalau itu Yanti, kakak kelasku dulu saat aku di SD Bimasakti. Kamipun kembali ke kost Azmi dan berbincang-bincang disana.

Setelah berjam-jam kami ngobrol, aku tidak menyangka kalau dia kenal bahkan satu kampung dengan Mad (Cinta Masa Kecilku), akupun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk tidak menanyakan soal mad. Diapun menceritakan semua tentang keadaan Mad. Sepuluh tahun yang berlalu, kini terbalaskan dengan perasaan bahagia yang benar-benar tak pernah aku bayangkan sebelumnya .

Masa-masa libur kuliah dan kebersamaan keluarga saat ini sedang aku nikmati, ya maklum saja semenjak aku kuliah aku tidak tinggal bersama orang tuaku. Saat aku dan teman-teman SmK ku mengadakan reuni di rumah. Tiba-tiba saja handPhone ku berdering, satu message dari nomor baru berisi satu kata yaitu “Hai”, akupun membalasnya “cpa ini?”.kamipun saling membalas sms , aku tidak menyadari bahwa nomor baru itu adalah Mad (Cinta Masa Kecilku ) aku tidak menyangka dan dia terus saja meyakini aku dan mengatakan kalau dia tahu nomor aku dari Yanti.

Sejak saat itu, aku dan Mad mulai berkomunikasi lagi, hanya butuh waktu tiga hari saja kamipun memutuskan untuk berpacaran. Kami menjalani hubungan long distance relitionship (ldr). Hanya kebahagian yang aku rasakan selama menjalani hubungan dengan Mad. Hubungan kami mengalir seperti air. Tidak terasa hitungan bulan bahkan tahun,hingga orang tuaku mengetahui tentang hubungan kami. Semua tak semudah seperti yang kami bayangkan, awalnya hubungan kami tidak direstui tapi kami selalu berusaha tetap kuat dan saling support di tengah-tengah cobaan hubungan kami.

Idul fitri adalah saat yang aku tunggu-tunggu, selain bisa pulang kampung dan berkumpul bersama sanak saudara, akupun bisa kembali bertemu dengan laki-laki yang aku cintai. Aku tahu dan sadar hubungan kami masih belum direstui, akupun sudah hampir menyerah dengan sikap yang tegas dari orang tuaku yang melarang untuk berpacaran. Tapi kegigihan dan perjuangan Mad dalam mendapatkan restu orang tuaku membuat aku kembali yakin dan bersemangat untuk terus melanjutkan hubungan kami. Selama satu minggu, aku dan keluarga berada di kampung halaman, Mad selalu datang kerumah bahkan pagi sampai malam dia berusaha melakukan PDKT dengan orang tuaku sampai hari terakhir sebelum kembali ke tempat orang tuaku ditugasskan. Karena melihat ketulusan dari cowok yang aku cintai itu, orang tuaku pun luluh dan mulai menyetujui hubungan kami. Dia pun diterima di keluarga besarku. Begitupun sebaliknya, aku diterima dengan baik di keluarganya.

Kamipun sudah saling mengenal sifat masing-masing. Dengan tetap memegang janji setia dan kejujuran, kini hubungan kami beranjak dua tahun. Tentu saja bukan waktu yang singkat bagiku dan dia. Rasa rindu yang terkadang sulit untuk dipendam membuat kami selalu ingin bertemu. Tapi dibalik kerinduan itu ada kata-kata yang selalu kami pegang teguh “Kita sudah berpisah selama sepuluh tahun jadi kamu jangan takut dan ragu dengan cinta aku karena aku yakin kita jodoh dan kamu takdirku”. Setiap mengingat kata-kata ini, aku tidak pernah ragu melangkah bersama walaupun jarak yang memisahkan.

Setelah satu minggu, aku kembali kerutinitas semula setelah pulang kampung (refreshing), rasa bahagia itu masih membekas dan masih jelas terasa. Namun, inilah awal kesedihan dan kehancuran perasaanku. Laki-laki yang sangat aku cintai berubah dalam waktu sekejap. Perhatian, waktu dan kasih sayangnya mulai berkurang, perasaan yang aneh mulai aku rasakan dan begitu besar rasa penasaran dan kecurigaan hingga menutupi rasa cinta yang aku miliki.               Aku berusaha mencari tahu perubahan itu, hingga dia menelpon aku dan berkata “aku sayang sama kamu, tapi aku tidak bisa bersama kamu lagi. Kalau kita jodoh kita pasti kembali bersama lagi”.

kata-kata yang terucap dari bibirnya melalui pembicaraan di telephone, jelas membuat air mataku menetes tanpa henti. Tak ada kata yang bisa terucap, bibirku keluh tak sanggup mengeluarkan suara. Perasaanku hancur, semua bercampur aduk sakit, kecewa, sedih, bingung. Air mataku tak bisa aku tahan lagi. Terdengar suara yang gugup dan tangisan di dalam telephone itu, entah apa yang menjadi penyebabnya dia memutuskan hubungan kami. Yang aku tahu, diapun tak sanggup berkata apapun lagi karena tangisanku membuatnya merasa bersalah dan aku tahu diapun menangis.

Setelah hari itu, aku tidak pernah mau tau tentang dia karena rasa kecewa yang aku rasakan, allah selalu memberikan jalan dan jawaban atas persoalan umatnya. Tak sengaja aku melihat foto wanita yang bersandar di bahu laki-laki itu dengan manjanya. Saat melihat itu, serasa dunia menjadi gelap, badanku lemas seketika dan air mataku mengalir begitu saja. Yah itu adalah foto laki-laki yang aku cintai bersama wanita yang tidak pernah aku sangka sebelumnya. Wanita yang aku anggap sebagai teman, sahabat bahkan kakakku sendiri. Dia Yanti, cewek yang pernah menjadi makcomblang buat hubungan aku dan Mad. Aku tidak pernah bisa menerima semua itu, sampai aku mutusin buat hubungi cowok itu dan ngeluapin semua amarah aku. Di ujung telephone sana, terdengar suara wanita yang tertawa melihat hancurnya hubungan kami, perasaan yang dulu selalu aku jaga hilang seketika bersama kata-kata yang aku tujukan buat mereka berdua. Setelah pembicaraan itu, aku tidak pernah mendengar tentang mereka.

Tiga bulan berlalu sekarang tanggal 11 oktober 2014, Mad menelphoneku dan meminta maaf, memberitahuku bahwa sekarang dia telah bahagia bersama wanita lain dan itu bukan Yanti. Aku hanya diam dan berkata dalam hati “inilah takdir, dia yang merebut tapi dia tidak akan memilikinya” .

Apakah ini akhir dari jalan cerita cintaku??

Entahlah aku tidak akan menutup diri dan terpuruk, kalau memang dia ditakdirkan menjadi milik orang lain . Aku yang hanya bagian dari masa lalunya berusaha mendo’akan yang terbaik. Karena sekarang aku mulai belajar masa lalu adalah kenangan dan pelajaran yang tak perlu kita sesali kehadirannya, karena masa lalu merupakan bagian dari goresan terindah dalam hidup kita.

ORANG YANG KITA CINTAI TAK SELAMANYA BISA DIMILIKI

                                                          

14 Agustus 2014


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *