Pendidikan era SMP dan SMA

Non Fiksi, Opini, Pendidikan

Pendidikan era SMP dan SMA

Sesuai dengan perkembangan zaman dan segala sesuatu yang semula tidak bisa kita kerjakan dan mendadak dikejutkan oleh orang lain dengan kemapuan yang dia miliki dan itu sudah biasa dikarenakan kita memang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Bila kita sadar akan semua perubahan yang sudah terjadi pada zaman sekarang maka kita bakal lebih cepat mengetahui apa saja yang harus kita lakukan agar kita tidak tertinggal dan tidak ditinggalkan oleh zaman yang terus berubah dan berubah cepat, maka kita harus sadar juga bahwa pendidikan harus lebih ditingkatkan dan kemampuan berfikir harus lebih rasional lagi sesuai dengan perkembangan yang ada dan itu sangat penting. Tentunya kita akan berfikir kalau di zaman sekarang ini bagaimana kita bisa melakukan apa yang orang lain tidak bisa lakukan dan disitu kita akan mendapatkan nilai plus untuk kita sendiri, dan kebanyakan dari para ilmuan mengemukakan pendapat mereka sebagai salah satu tujuan agar kita dapat memamhami teori tersebut dengan cara terus membaca dan memahaminya.
Seperti yang kita ketahui banyaknya aliran psikologis yang memandang individu hanya dari satu sisi yaitu fenomena jasmaniah atau menilain orang dari luarnya saja dan teori ini terlalu banyak mengabaikan aspek-aspek mental dimana individu tidak mempunyai mental, maka individu tersebut tidak akan pernah percaya dengan apa yang akan dihasilkannya. Dengan kata lain tidak mengakui adanya kecerdasan dalam dirinya karena merasa ketakutan, bahkan bakat, minat, dan kemampuan individu tersebut dalam belajar tidak akan pernah sampai kehasil yang diharapkan, sebenarnya belajar itu mudah dan gampang untuk mental dan kemauan untuk mendapatkan suatu ilmu yang lebih harus diperkuat terlebih dahulu untuk membangun sifat dasar dari proses belajar. Peristiwa belajar semata-mata hanya untuk melatih dan mengolah sejauh mana kita dapat menyelsaikan sebuah masalah dan dengan adanya sebuah proses maka hasil akan didapatkan entah itu bersifat positif ataupun negatif, tapi apakah hasil yang didapatkan sudah maksimal? Dan itu belum tentu terjadi bisa saja prosesnya benar tapi hasilnya salah atau negatif dan juga bisa menghasilkan sebuah hasil yang positif atau memuaskan diri. Banyak guru hanya mementingkan proses belajarnya tapi tanpa melihat hasil, dan ada juga guru yang mementingkan hasil kerjanya tanpa mengetahui dari mana jawaban itu didapat (proses).
Kejadian tersebut sering saya dapati ketika masih menduduki bangku SMP dan SMA sehingga menjadi kebiasaan bagi para guru untuk mengajar biasanya guru yang menggunakan teori yang satu ini yaitu teori Behavioristik ialah guru yang bisa dikategorikan guru ini malas karena kebanyakan guru yang menggunakan teori ini guru sering memberi pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan dirumah masing-masing siswa dan setelah itu guru tidak akan mengetahui dari mana siswa mendapatkan jawaban tersebut apalagi untuk mengetahui proses-proses kerjanya dan guru juga jarang sekali memberikan evaluasi di kelas yang harus dinilai langsung saat itu juga. Ketika proses belajar di kelas dilakukan dan tentunya banyak siswa bertanya karena merasa ingin tau dan banyak juga siswa yang hanya bertanya hanya ingin mencari muka di depan para guru hanya untuk dikenal. Didalam kelas tentunya akan banyak jawaban yang yang beragam dan dimana pertanyaan tersebut akan cenderung kehasil yang di capai dan tidak terlalu mementingkan proses bagaimana individu tersebut mendapatkan hasil dari jawaban yang diberikan oleh seorang guru, padahal yang kita ketahui didalam sebuah proses belajar dan pembelajaran tentunya sangat membutuhkan proses dari mana siswa mendapatkan hasil yang telah dicapai. Dan sangat bertentangan dengan teori yang satu ini yaitu Teori Kognitif dimana teori ini sangat mementingkan proses dari pada hasil yang di dapat, para guru juga sering menggunakan teori ini didalam kelas sehingga para siswa dapat mudah mengerti apa yang sedang diajarkan saat melakukan proses belajar, guru yang menggunkan teori ini bisa dikategorikan bahwa guru ini rajin dan bertanggung jawab dengan siswanya karena para guru yang menggunakan teori ini tentunya lebih sedikit memberi tugas rumah yang harus dikerjakan tanpa sepengetahuan guru yang mengajar dan tugas yang diberikan hari itu juga harus selsai pada jam pelajaran, dan menurut teori kognitif apabila proses yang dilakukan sudah benar dan sudah semakimal kemampuan siswa tersebut maka hasil yang akan dicapai akan maksimal pula. Dan kedua teori ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena dimana saat belajar selalu membutuhkan proses untuk hasil yang akan dicapai para siswa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *