PERAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN NASIONAL 1

PERAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Artikel, Non Fiksi

PERAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN NASIONAL

BENTUK-BENTUK PERAN PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN NASIONAL

 Oleh
Eka Khairunnisa (E1C011006)
Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Mataram

 

PENDAHULUAN

Pembangunan nasional di Indonesia masih sangat jauh dari kata maju. Hal ini dipicu oleh sebagian kecil masyarakat yang masih menutup diri dari program-program pembangunan yang direncanakan pemerintah. Salah satu contohnya ketika pemerintah hendak membangun sebuah pabrik atau pun menggarap sebuah proyek yang pada dasarnya diusut untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat itu sendiri, mereka kerap kali menanggapi dengan sinis niat pemerintah. Bahkan tak jarang perencanaan pelaksanaan program pembangunan maupun ketetapan-ketetapan pemerintah disambut negatif dan berakhir dengan unjuk rasa.

Sikap dan penolakan yang demikian bergolak di dalam masyarakat tidak dapat dipungkiri bahwa salah satunya disebabkan karena rendahnya persentase pemerolehan pendidikan pada masyarakat tersebut. Mereka cenderung berfikir bahwa apabila pemerintah melaksanakan hal-hal seperti yang disebut di atas maka sumber daya alam yang ada di sekitar mereka akan semakin terkikis dan hanya akan menguntungkan orang luar saja. Mereka tidak berfikir bahwa mereka dapat memanfaatkan program-program yang digalakan pemerintah dengan meminta persyaratan agar penanganan dan penggarapan program tersebut harus melibatkan sebagian besar masyarakat setempat, sehingga jumlah pengangguran di wilayah tersebut dapat berkurang, pendapatan masyarakat akan meningkat, dan kualitas hidup masyarakat setempat pun akan meningkat dengan perilaku atau kegiatan produktif.

Untuk membuka dan mengubah pola pikir dan sikap masyarakat yang cenderung menolak atau menutup diri dari upaya-upaya pembangunan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah, maka peran pendidikan dibutuhkan sebagai salah satu jalan untuk mengatasi hal tersebut. Pendidikan yang dimaksud di sini ialah baik pendidikan formal maupun nonformal. Dengan meningkatnya jumlah individu yang mengenyam pendidikan, maka semakin tinggi mutu dan pola pikir suatu kelompok masyarakat dan dapat mencerna atau berfikir yang lebih maju terhadap setiap upaya yang hendak diselenggarakan pemerintah.

Melalui tulisan ini penulis bertujuan untuk menyajikan bagaimana bentuk-bentuk peran sektor pendidikan dalam tindak pengembangan pembangunan nasional. Dalam hal ini berpatokan dengan cakupan pembangunan nasional menurut GBHN 1993.

 

 

PEMBAHASAN

Menurut Poerbakawatja dan Harahap (dalam Syaiful Sagala, 2012:3) pendidikan meliputi semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya, dan keterampilannya pada generasi muda sebagai usaha menyiapkan agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmani maupun rohaniah. Artinya pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya. Menurut Redja Mudyahardjo pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu. Sedangkan pembangunan nasional ialah pembangunan dari, oleh, dan untuk rakyat dilaksanakan di semua aspek kehidupan bangsa yang meliputi aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan aspek pertahanan keamanan dengan senantiasa harus merupakan perwujudan Wawasan Nusantara serta memperkuat ketahan Nasional (Redja Mudyaharjo; 2009).

Menurut GBHN 1993, Pembangunan Nasional Indonesia mencakup bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, pendidikan dan kebudayaan, bidang agama, bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang hukum, bidang politik, aparatur negara, penerangan, komunikasi dan media masa, dan bidang pertahanan dan keamanan. Dalam hal ini hanya membahas bentuk-bentuk peran pendidikan dalam bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, pendidikan dan kebudayaan, bidang agama, bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bidang hukum.

Pendidikan dan pembangunan memiliki keterkaitan. Pendidikan ikut andil mempengaruhi perkembangan pembangunan nasional. Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk mempermulus jalannya pengembangan pembangunan yang ingin diimplikasikan oleh pemerintah. Ketika pemerintah melayangkan berbagai program pembangunan untuk masyarakat, mereka dapat berfikir dan bertindak dengan lebih logis menimbang baik atau buruknya pembangunan tersebut, bagaimana dampaknya jika dilaksanakan, dan sebagainya. Intinya, peran pendidikan tidak dapat dihindari dalam upaya meningkatkan pembangunan negara, masyarakat yang telah mengenyam pendidikan walaupun tidak semuanya mengenyam pendidikan di jenjang yang formal setidaknya mereka mampu mencerna maksud baik pemerintah, mampu berfikir lebih maju dalam mengambil tindakan atau keputusan dan program-program pembangunan yang dicanangkan pemerintah pun akan dapat dilaksanakan dengan lancar.

Sumitro Djojohadikusumo menyatakan “pembangunan ekonomi berarti suatu proses perubahan struktural dalam perimbangan-perimbangan ekonomi yang terdapat dalam masyarakat.” Seperti yang kita ketahui bahwa pembangunan ekonomi itu mencakup sebuah proses perubahan atau peningkatan pendapatan nasional, struktur masyarakat serta pencahariannya dan sebagainya yang terkait dengan perekonomian. Dalam hal ini pendidikan berperan dalam memberikan pola pikir yang ekonomis dan produktif bagi masyarakat. Misalnya dalam lingkungan sekolah, melalui berbagai pertemuan atau tatap muka di kelas siswa-siswa memperoleh asupan sugesti dari guru bahwa mereka perlu mengasah kemampuan kognitif maupun keterampilan khusus mereka sehingga mereka dapat bersaing dan memajukan perekonomian bangsa, merekalah generasi masa depan yang akan meneruskan kinerja pemerintah, mereka harus mampu mengelola sumber daya alam yang melimpah di tanah air mereka sendiri, bukan orang-orang asing yang malah sedikit demi sedikit mengeruk kekayaan alam mereka. Dari tindak pendidikan, kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat minimal mendapat pemahaman bahwa segala upaya pembangunan yang diprogramkan pemerintah itu untuk kemajuan kehidupan mereka. Bayangkan apabila suatu kolektif atau masyarakat tidak pernah mendapat asupan pendidikan sama sekali, mereka akan serba primitif dan menutup diri dari berbagai upaya pengembangan ekonomi yang diinginkan pemerintah bahkan tidak menutup kemungkinan angka pengangguran akan meningkat dengan ketidaktahuan akan tindak kerja apa yang harus mereka lakukan untuk kemajuan dan perkembangan kehidupan den perekonomian mereka.

Peran pendidikan dalam pembangunan nasional di bidang kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan kebudayaan pun tidak dapat dipungkiri. Melalui pendidikan masyarakat akan lebih tau dan mengerti terkait tindak-tanduk apa saja yang harus mereka lakukan untuk mengarah pada kehidupan yang sejahtera. Pendidikan memberikan pencerahan terkait tindakan apa saja yang harus mereka lakukan untuk menghadapi situasi hidup. Contoh kecilnya pendidikan yang diperoleh individu baik di llingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah yaitu dididik bagaimana membudayakan perilaku bergotong-royong atau tolong-menolong. Dari hal tersebut mereka akan memiliki dasar pemahaman bahwa untuk menyelesaikan beberapa hal sosial dalam lingkungannya mereka dapat mengatasinya dengan cara bergotong-royong atau tolong-menolong sehingga menjadi kesatuan masyarakat yang sejahtera, berpendidikan dan berbudaya. Dengan adanya peningkatan pola pikir masyarakat melalui pendidikan di berbagai bidang maka semakin besar peluang keberhasilan pembangunan nasional dalam cakupan ini. Apabila masyarakat sama sekali tidak pernah dididik akan hal seperti itu, maka mereka akan bertindak acuh-tak acuh terhadap sesama, tidak akan perduli akan berartinya kebudayaan yang mereka miliki, bahkan tidak akan mendukung upaya pemerintah untuk membangun kehidupan bangsa.

Pembangunan di bidang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa pun tidak luput dari sentuhan pendidikan. Melalui pendidikan masyarakat akan tau bagaimana aturan-aturan atau norma-norma dalam memeluk kepercayaan. Misalnya, di sekolah siswa memperoleh pendidikan kewarganegaraan yang diantaranya menjelaskan bahwa hak yang telah ada pada tiap-tiap individu sejak lahir salah satunya adalah kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaan. Selain itu, di kelas sepuluh mereka disuguhkan undang-undang pasal 28 E ayat (1) bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di suatu wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak untuk kembali (Duta Kelana; 2001). Selain itu pasal 29 ayat (2) bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Dengan diperolehnya dasar pemahaman seperti itu dari lingkungan pendidikan, maka individu-individu yang membentuk menjadi suatu kolektif akan mampu mengikuti arah pembangunan nasional dalam ranah keagamaan dengan saling menghargai dalam memeluk kepercayaan.

Pendidikan lebih ikut andil lagi dalam hal pembangunan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui pendidikan masyarakat akan lebih mengerti bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi itu sangat penting dalam kehidupan mereka. Untuk bersaing dengan negara-negara lain yang sudah pantas dikatakan sebagai negara maju, salah satu jalan yang paling penting untuk diselenggarakan ialah peningkatan di bidang pendidikan, karena dalam tindak pendidikan masyarakat akan diajarkan dengan berbagai ilmu pengetahuan sehingga mereka mampu memanfaatkan dan menciptakan teknologi-teknologi yang dapat menunjang perekonomian maupun bermanfaat bagi perkembangan bangsa. Contoh andil pendidikan yang membantu perkembangan pembangunan nasional dapat kita lihat sendiri dari negara Jepang. Pendidikan di sana sudah sangat tinggi, bahkan pada tahun 2011 saja persentase penduduk yang berpendidikan tinggi di sana sudah mencapai 46,4 %. Dengan berbagai bekal ilmu pengetahuan yang disalurkan melalui pendidikan yang diterapkan, masyarakat Jepang diberhasil menciptakan dan memproduksi berbagai teknologi dan alat transportasi sehingga mereka mendapatkan gelar sebagai salah satu negara maju.

Peranan pendidikan dalam pembangunan di bidang hukum dangat tidak dapat dipungkiri. Melalui tindak pendidikan, masyarakat mengetahui mana yang hak dan mana yang merupakan kewajiban, mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sebagai contoh, seorang jaksa maupun pengacara tentunya menjadi sangat handal dan profesional di bidangnya karena telah melalui proses pendidikan di jenjang sekolah hingga perguruan tinggi. Semakin baik pemahaman hukum yang dimiliki suatu masyarakat, maka semakin adil dan bijaksana pula kehidupan sosial masyarakat dan semakin baik pula penyelenggaraan hukum yang ditegakkan pemerintah. Keseluruhan peranan pendidikan di atas juga tercermin dalam fungsi pendidikan nasional itu sendiri dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

PENUTUP

Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa pendidikan memiliki peran dan hubungan dengan pengembangan pembangunan nasional. Penulis berharap bahwa kesadaran masyarakat untuk lebih semangat dalam menyambut pendidikan dan kesadaran pemerintah untuk lebih mengupayakan peningkatan mutu pendidikan karena pendidikan akan berpengaruh pada kualitas dan peningkatan atau pengembangan pada sektor-sektor lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.slideshare.net/debbyzalina/hak-asasi-manusia-ppt-debby-erlin-elvia-tugas-pkn-kelas-10
diakses pada tanggal 19/12/2013 pukul 15.15 WITA.

http://menjejak-dunia.blogspot.com/2013/10/10-negara-dengan-tingkat-pendidikan-terbaik-di-dunia.html
diakses pada tanggal 19/12/2013 pukul 15.20 WITA.

Kelana, Duta. 2001. Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap. Surabaya: CV. Adis

Mudyaharjo, Redja. 2009. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal Tentang        Dasar-dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. Jakarta:       Rajawali Pers.

Sagala, Syaiful. 2012. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *