PESTA MALAM TAHUN BARU

Opini

PESTA MALAM TAHUN BARU

“ Happy new year, semoga ditahun 2015 ini kita menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun kemarin”. Jelas ini adalah kata-kata kuno. Ini ungkapan-ungkapan teman-teman saya melalui SMS yang gila menyambut tahun baru kali ini. Saya menggelengkan kepala aja, soalnya pada waktu tahun baru islam semua sepi, tapi ada yang ngerayain yaitu para ulama yang fanatik akan agama islam.
Hampir smua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan kakek nenek bahkan semua Negara berbondong-bondong keluar rumah untuk pesta menyambut tahun baru. Yang namanya pesta tentu membutuhkan biaya yang banyak. Seratus atau dua ratus ribu mungkin tidak cukup hanya untuk satu malam saja. Bayangkan harga satu kembang api atau mercon yang harganya mencapai ratusan ribu, belum beli bensin motor ketempat pesta, belum uang rokok bagi yang merokok, belum beli makanan dan masih banyak lagi dan ini tentu termasuk menghambur-hamburkan uang atau pemborosan. Dan hal ini adalah perbuatan yang sanangat tidak disukai oleh Allah swt.
Dampak dari pesta tahun baru mungkin teman-teman sudah tahu dan mungkin mengalaminya ketika ikut merayakan tahun baru kali ini. Berikut dampak dari pesta menyambut pergantian tahun 2014 ke 2015 saat ini

1. Lalu lintas macet
Mending yang merayakan pesta tahun baru Cuma satu keluarga, tapi ini semua lapisan masyarakat bahkan semua Negara didunia keluar rumah hanya dalam satu malam fuul sampai melewati jam 12 malam. Tentu dijalanan sangat ramai dan membuat kemacetan. Dan kemacetan terjadi sepanjang jalan yang ada tentu sebuah pemandangan yang tidak menarik pada malam hari kalau seperti ini.
2. Banyaknya kecelakaan
Pada zaman sekarang ini hampir semua orang punya yang namanya kendaraan baik itu sepeda motor maupun mobil. Tapi apakah teman-teman bisa membayangkan jika terjadi kecelakaan pada diri teman-teman ketika akan pergi senang-senang tapi harus dilarikan kerumah sakit karena tabrakan dijalan ?. Tentu semua orang tidak mau mengalaminya. Jadi sederhana saja.

3. Volusi suara karena bunyi mercon dan tiupan terompet
Yang namanya mercon kita pasti sudah tau. Benda ini adalah semacam rakitan yang bisa meledak diudara atau dilempar ke daratan. “DUR…DAR….DAAARRR” bunyi ini mulai berkumandang dari pagi sampai pergantian dari 31 desember 2014 ke 1 januari 2015. Begitu juga dengan tiupan terompet yang tidak kalah membuat kuping ingin rasa diperban. Seperti yang kita tahu bahwa tiupan teropet adalah budaya orang-orang yahudi ketika menyambut pergantian tahun. Jadi kalau kita ikut-ikutan meniup terompet, berarti kita adalah orang yahudi ????. Tanyalah diri masing-masing jika masih menghargai agama islam yang kita cintai.
4. Menghabiskan banyak biaya
Seperti yang sudah saya jelaskan tidak cukup membawa uang seratus atau dua ratus ribu hanya untuk satu malam. Mungkin anda membutuhkan satu juta untuk turun kejalan dan siap untuk berhura-hura.

5. Menghabiskan banyak tenaga, waktu dan kotornya lingkungan
Seharian full hanya menanti pergantian tahun baru, sepintas memang istimewa tapi kita juga harus melihat dampak dari keistimewaannya. Selain merugikan diri pribadi dan banyak waktu yang terbuang yang seharusnya untuk membantu orang tua terabaikan karena mempersiapkan malam tahun baru dan juga merugikan lingkungan. Lingkungan yang tadi bersih menjadi kotor dan banyak sampah. Mulai dari sampah makanan, sampah bungkus mercon dan kembang api yang dibuat percuma. Tentu ini adalah pemandangan yang menyakitkan ketika terbangun di pagi hari dan bertanggalkan 1 januari 2015.

Masih banyak lagi kasus-kasus yang membuat heboh ketika merayakan pesta tahun baru seperti kehilangan kendaraan, pemerkosaan, dan tentunya kehawatiran keluarga yang sedang menunggu dirumah karena kita yang begadang sampai seharian full.
Itu sedikit gambaran tahun baru kali ini dan saya merasa banyak sekali kerugian yang dialami ketika mengikuti acara ini. Sebagai manusia yang berpikir sehat tentunya bisa memilih alternatip lain untuk mengisi atau merayakan pergantian tahun baru kali ini. Terima kasi, semoga bermanfaat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *