Pick up Super Hero Jalanan

Non Fiksi, Opini

Pick up Super Hero Jalanan

Dewasa ini perkembangan teknologi semakin canggih dan praktis, namun semua itu tak sejalan dengan perkembangan moral manusia yang kini semakin memudar, entah karena faktor pengaruh budaya luar maupun kurangnya ilmu pendidikan moral yang diterima di dalam dunia pendidikan maupun lingkungan sekitar, semua itu terlihat jelas dalam dunia lalu lintas terutama di perkotaan, berbagai jenis kendaraan canggih dan modern yang dapat mempermudah kegiatan manusia, tetapi kenyataannya teknologi modern nan canggih itu tidak dapat difungsikan dengan manfaat yang positif, contohnya seperti fenomena yang terjadi dibawah ini.

Satu ketika, seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan, korban mengalami luka yang cukup serius dan mengeluarkan banyak darah, entah kenapa orang-orang disekitar yang menyaksikan kejadian itu hanya sebatas menonton sebagai suatu fenomena dan hanya segelintir orang saja yang menolong sekedar mencari bantuan menyetop mobil ataupun membawa korban ke terotoar jalan sambil menunggu bantuan dari polisi maupun ambulan.

Banyak mobil yang lalu lalang disekitar kejadian perkara, ada yang hanya sekedar menengok, ada yang acuh, bahkan masih ada pula pengendara yang emosi melihat situasi kemacetan jalan akibat kecelakaan tersebut, hingga tak satupun mobil yang mau menolong korban , dan tidak hanya itu, mobil taxi yang kita anggap sebagai kendaraan umumpun enggan mau memberi tumpangan dengan alasan taxi tersebut tidak mau memberi tumpangan pada korban kecelakaan yang berlumuran darah karena bisa meninggalkan noda yang sulit dibersihkan dan pemilik taxi akan marah jika terjadi hal seperti itu, hingga pada akhirnya sebuah mini bus berjenis pick up kumuh yang bersedia memberi tumpangan pada sang korban menuju Rumah Sakit terdekat, kejadian mobil pick up sebagai super hero lalu lintas bukanlah fenomena biasa, namun sudah menjadi hal yang lazim ditemukan apabila terjadi kecelakaan serupa.

Entah apa yang membuat fenomena sepeti itu menjadi membudaya, rasa peri kemanusiaan semakin memudar bahkan tak jauh beda dengan kebiasaan makhluk ciptaan Tuhan yang tak diberi akal dan perasaan.

Bagaimana jika semua orang yang ada didunia ini sudah tidak memiliki hati nurani dan jiwa social lagi? Dan bagaimana pula jika nantinya fenomena serupa terjadi pada kita atau keluarga terdekat kita? Susah, sakit, sengsara namun semua orang tak peduli lagi kecuali hanya orang yang memiliki banyak uang dan memiliki kekuasaan saja yang layak untuk ditolong?.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *