PORAK

Fiksi, Puisi

porak

PORAK

Dalam angan tersimpan asa
terlukiskan pada raut wajah seorang ibu
yang selalu sendiri dalam penantian
akan sesosok suami yang telah berubah
menjadi ahli dunia

Suara serta merta anak-anak
yang memanggil ayahnya pulang
dari ilusi dan bayang-bayang
keelokan lekuk tubuh sang pelacur

ratapan air yang jatuh dari pelupuk mata
terbias dalam kalutnya rumah tangga
yang sekarang menjadi hampa
tanpa hadirnya seorang ayah

masa depan, impian dan harapan
menjadi porak seperti petir yang menghantam
busur panah yang tiba-tiba menancap
bom waktu yang meledak
seketika membuat jantung berhenti berdetak

Tidakkah kau tau betapa sakitnya kami
suara adzan kau perdengarkan
kerudung putih selalu kau selipkan
kitab suci kau berikan
tapi kini semua menjadi porak
benar-benar porak

Wahai kau imam keluarga
berdirilah diantara tengah-tengah
tenangkan jiwa, resapi makna
betapa kalutnya rasa
rasa cemburu
rasa sedih
rasa bimbang
rasa kebencian
menyatu dalam sanubari darah dagingmu

MATARAM, 21 NOVEMBER 2014


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *