Pramuka, Antara Prestasi dan Rekreasi

Non Fiksi, Opini

PRAMUKA, ANTARA PRESTASI DAN REKREASI

01012008245

Praktis jika orang mendengar kata prestasi atau reksreasi, terfokus dalam benaknya rasa gembira, riang, bangga, puas, terkumpul menjadi satu, bahkan ekspresinya pun menampakkan kebahagiaan. Kerapkali kita ikut lomba atau pergi ke tempat-tempat wisata, yang kita ingin dapatkan dari kegiatan itu ialah hasil (riang atau membahagiakan). Namun, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kedua kata ini (prestasi dan rekreasi) memiliki makna yang berbeda. Prestasi berarti ‘hasil baik yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dsb’ (KBBI: 626), sementara rekreasi berarti ‘penyegaran kembali jiwa dan raga’ (KBBI: 652).

Walaupun kedua kata ini memiliki arti yang berbeda, namun muara dari peristiwa ini adalah kebahagiaan. Menurut penulis, kedua kata ini dapat ditemukan pada gerakan Pramuka, yang notebennya adalah prestasi dan rekreasi, sebab cara pembelajaran inilah yang ditempuh pada gerakan Pramuka. dengan Pramuka kita tidak hanya bisa berprestasi, tetapi juga berekreasi. Misalnya saja ketika kita mengikuti suatu perlombaan, di sana kita bisa mengikuti kompetisi dari mata lomba yang diadakan, kita bisa bersenang-senang karena banyak permainan dan kenalan baru, dan pada akhirnya kita bisa membawa pulang hadiah-hadiah karena menjadi juara pada bidang lomba tertentu. Hal ini tentunya menjadi pengalaman secara individu maupun kolektif, selain prestasi kita juga mendapatkan refreshing atau rekreasi.

Memang, jika kita lihat secara sepintas, Pramuka kelihatan main-main, namun di balik permainan itu tersimpan semangat ingin berprestasi. Kita tidak pungkiri bahwa dunia pendidikan dewasa ini sangat membutuhkan sistem pendidikan semacam ini, bermain tetapi ilmu yang didapatkan. Bagaimana tidak, metode-metode pembelajaran pada saat ini ditekankan pada tiga ranah, yakni ranah kognitif, psikomotorik dan afektif yang kesemuanya ini memerlukan emosi, mental, dan kreativitas yang bagus dari para siswa. Untuk dapat mewujudkan hal itu, lagi-lagi kita harus mengacu pada pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan, kesemuanya ini tentunya terdapat pada Pramuka. Oleh sebab itu pada kurikulum terbaru, kurikulum 2013 Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib yang harus ditempuh oleh semua siswa. Karena pada dasarnya Pramuka memang memberikan nilai-nilai yang positif bagi para siswa. Selain menambah daya kreativitas dan inovasi siswa dalam belajar Paramuka juga mengajarkan nilai-nilai agama dan sosial, sebagaimana yang tercermin dalam Trisatya dan Dasadarma Pramuka.

Lihat saja bagaimana Pramuka memberikan nuansa aktif dari berbagai macam permainan yang diciptakan kakak pembinanya, dan pada permainan itu semua siswa turutserta memeriahkannya. Ini berarti menunjukkan bahwa seorang Pramuka itu “Aktif”. Lagi-lagi kegiatan yang dikemas dalam bentuk heaking dan penjelajahan yang meliputi pencarian tanda jejak, melacak arah perjalanan dengan kompas, membaca sandi, bahkan menemukan obat-obatan tradisional yang didapatkan dari alam sekitar, hal ini menunjukkan bahwa seorang Pramuka itu “inovatif”.

Barangkali kita tidak pernah terpikir dalam benak kita untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat baik secara jasmani maupun rohani. Akan tetapi dalam Pramuka kita diajaran berkreasi menggunakan peralatan seadanya yang mampu memberi manfaat bagi sesama. Misalnya, di Pramuka kita diajarkan bagaimana membuat pionering, tandu, tali-temali, jembatan darurat hingga membuat teknologi tepat guna. Lebih jauh dari itu, secara rohani atau mental, di Pramuka kita digojlok habis-habisan dalam rangka membentuk mental dan jiwa yang tegar laksana karang menantang golombang. Sehingga tidak sedikit alumni Pramuka yang menjadi pemimpin masyarakat maupun bangsa, sebut saja Bapak Dr. Kiamudin Saman, beliau adalah pelopor Pramuka di Lombok Timur (mantan Kasubdin Dikpora Lotim) selain sebagai tokoh pendidikan beliau juga seorang yang senang bergelut dengan masyarakat. Ini berarti menunjukkan seorang Pramuka itu “Kreatif”.

Tentunya kita dapat melakukan itu semua jika kita riang gembira, rileks, dan santai yang terarah. Dengan demikian, prestasi dan rekreasi kita dapatkan, tidak hanya itu, ilmu dan pengalaman pun kita peroleh, kata kuncinya disini aialah “Menyenangkan”.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *