Raga dan jiwaku menangis

Fiksi, Puisi

cerpen-doapengemistua_kaskusdotus

Raga dan jiwaku menangis

Engkau hanya seonggok daging yang berjiwa

Terisi dengan jiwa yang suci atau hina

Aku tidak pernah tahu

Kau selalu dinilai oleh mata mereka yang buta

Buta dengan kegelapan dan cahaya

Kamu bukanlah subtansi yang perlu dihargai

Tapi mengapa mereka selalu melihat padamu

Padahal jiwa itulah subtansi yang pantas dinilai

Bukan dirimu yang fana dan segera binasa yang pantas mendapatkan sanjungan

Wahai Tuhanku mengapa mereka menilai suatu yang fana?

Bukankah jiwa-jiwa yang Engkau ciptakan dengan firman lebih berhak dengan penilaian

Sehigga mereka sibuk bersolek dengan kesibukan ragawi

Tanpa pernah mereka bersolek untuk kepentingan jiwa mereka

Jiwa yang kekal yang tidak akan binasa oleh ruang dan waktu

Tak pernah hampa dari imaji, cinta dan harapan

Tak pernah lekang dari bisikan Ilahi

Tak pernah pudar

Selalu berpendar dengan cahaya Tuhan

Buat apa aku harus bersolek dengan raga yang hina

Sementara jiwaku menangis dalam kubangan lumpur senja

Tidak aku pedulikan ia

Karena aku terlalu lena dengan raga-raga hina

Dan penilaian mereka yang penuh luka

Yang lekang oleh arti dan makna…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *