Rahasia Bisnis Orang Cina 1

Rahasia Bisnis Orang Cina

Buku, Ekonomi, Resensi

Rahasia Bisnis Orang Cina

• Judul : Rahasia bisnis orang cina
• Pengarang : Ann Wan Seng
• Nama penerbit : Noura Books
• Cetakan/ tahun : cetakan I/2013
• Tebal/jumlah halaman : xii+212hlm;20cm

Rahasia Bisnis Orang Cina
Rahasia bisnis orang Cina, buku yang di tulis Ann Wan Seng ini berisi berbagai cara berdagang orang Cina yang membuat meraka jadi selalu berhasil dalam hal berdagang. Hal ini terlihat semenjak merdekanya Malasyia dan setelah kemerdekaan itu, semua negara dilihat dari mata pencariaannya. Dan Cina adalah negara yang sudah menganut pekerjaan berdagang sebagai keturunan yang sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka.
Berdagang merupakan pekerjaan utama bagi orang Cina. Sekian banyak orang mengatakan berdagang adalah hal yang sulit untuk di jalankan, bahkan ada yang menyulitkan diri di saat mereka berdagang. Tapi, orang-orang Cina menjalankan dengan penuh ketenangan walaupun berbagai macam kesulitan datang menghampiri. Tapi mereka tetap tegar dan terus menjalankan usaha mereka. Karena mereka telah membangun prinsip dari dalam diri mereka masing-masing selaku seorang pedagang. Mereka memang sangat ahli dalam hal ini.
Berbagai macam cara mereka lakukan untuk membuat barang dagangan mereka laris, dan mereka tidak saja memikirkan dagangan secara individual. Artinya, mereka juga memikirkan bagaimana caranya agar pedagang-pedagang sekitar mereka itu juga berhasil. Cara berdagang orang Cina sangatlah berbeda dengan cara berdagang orang-orang Melayu pada umumnya. Jika orang Melayu berdagang hanya untuk mencari uang jajan atau mengikuti hobi dan menyenagkan hati mereka, ini tidak pernah di lakukan oleh para pedagang di Cina. Beberapa perbedaan ini yang membuat mengapa orang-orang Cina selalu berhasil dalam masalah berdagang, jika di bandingkan orang-orang Melayu pada umumnya.
Cara-cara yang mereka lakukan itu antara lain adalah memahami falsafah, strategi berdagang, psikologi, dan seni bisnis yang telah mereka anut. Beberapapa hal ini yang membuat mereka selalu berhasil dalam berdagang.
• Falsafah
“Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuat mereka bangkit kembali”.
Sekilas terlihat bahwa orang-orang Cina terlahir untuk berdagang, dan bakat berdagang sudah ditanamkan dalam diri mereka sejak lahir. Bukan saja bakat yang mereka miliki melainkan tahap-tahap perundingannya dalam proses berdagang dan mengurus keuangan telah mereka kendalikan.
Konon sejarah orang Cina menyatakan kebanyakan dari mereka terlibat dalam masalah pertanian bukan perdagangan. Hal ini di karenakan ajaran konfusiusme yang telah pudar. Ajaran konfusiusme yaitu sebuah ajaran tentang diajaran berisi ajaran tentang golongan sejarah dan ilmuanlah yang disanjung dan memiliki kedudukan tertinggi dibandingkan dengan pedagang. Adapun Hierarki, dimana ini adalah sebuah golongan para pegai administrasi kerajaan dan tentara. Dan posisi pedagaang dianggap sangat rendah.
Oleh karena itu, golongan pedagang dianggap sebagai golongan penindasan, yang mau mengambil untuk yang banyak dari pelanggannya. Tapi hal-hal itu malah sebaliknya. Yang terlihat pada masa kini. Golongan pedagang Cina terlihat dalam posisi paling tinggi di bandingkan dengan golongan pekerja lain yang terdapat di Cina.
Mereka mulai berhijrah ke Asia Tenggara mencari rezki dan peluang untuk berdagang. Selain mencari rezeki, mereka mempunyai impian untuk menjadi kaya. Kehidupan di perantauan tidak lah begitu muda unuk mereka. Dari situ mereka membentuk jiwa yang kuat dan memberi satu presepsi dalam diri mereka yaitu mereka harus bekerja keras.
Dalam masa perjalana mereka dalam perantauan, tergulat perasaan tidak nyaman, dan terancam. Akan tetapi inilah yang membuat mereka selalu bersemangat dan menjadikan kesulitan itu sebagai motivasi dalam diri mereka. Falsafah yang telah ditetapkan dalah diri mereka membantu mereka untuk tidak goyah dalam berdagang. Mereka percaya bahwa dengan bekerja kerja keras dan bersungguh-sungguh membuat mereka akan berhasil. Jadi, para pedagang Cina menganggap bahwa kesengsaraan, dan ujian ketika berdagang adalah peluang besar untuk berhasil. Karena keberhasilan dan keberuntungan itu bergantung pada sikap, usaha, dan keyakinan.
Kebanyakan dari pedangan yang hanya ikut-ikutan saja, atau hanya menyenangkan hobi mereka. Padahal sebuah berdagang adalah pekerjaan yang serius yang dijalankan juga harus dengan keseriusan pula. Jangan karena tetangga berdagang, kitapun ikut berdagang. Hal seperti ini tidak terlihat pada orang-orang Cina. Mereka serius dalam berdagang.
Mereka percaya bahwa dengan berdaganglah yang membuat mereka menjadi kaya. Segala resiko dan tantagan telah mereka perhitungkan. Ketika gagal mereka sudah tau apa yang harus mereka lakukan agar mereka tidak sia-sia dalam berdagang. Mereka tidak akan mengambil jalan pintas untuk menutupi kegagalan dengan cara langsung menutup dangangannya dan pulang dan mencari pekerjaan baru.
Mereka percaya dimana ketika dilanda kegagalan, dan bangkit kembali, maka keberhasilan itu akan ada dihadapan mereka. Mereka sangat percaya kegagalan itu tidak akan terjadi selamanya, setelah adanya kegagalan ada keberhasilan. Ini yang membuat mereka terus menjalankan pekerjaan nya sebagai pedagang. Mereka selalu belajar dari pengalaman yang mereka dapatkan.
Dalam falsafah orang cina, tidak boleh mengharapkan keuntungan besar dalam awal berdagang. Ini sangat jauh dari kemungkinan. Maka dari itu sejak awal mereka harus siap dengan modal yang cukup untuk menutup kemungkuninan-kemungkinan yang akan terjadi diawal perdagangan. Dan jika mereka telah mendapatkan keuntungan, dan membuat infestasi untuk masa selanjutnya.
• Konsep Bisnis Orang Cina
Pedagang Cina tidak menyimpan rasa dengki dan iri tehadap pedangang lain. Mereka tidak takut dengan persaingan dan kerugian. Segala sifat negatif tidak boleh ditanamkan dalam diri seorang pedagang. Dalam konsep pedagang Cina mengatakan orang yang menang tidak seharusnya mendapatkan apa-apa yang mereka inginkan, dan yang kalah tidak akan kehilangan apa-apa yang mereka miliki. Orang Cina menentang konsep zero sum game dalam masalah perdagangan. Sebaiknya memberikan manfaat. Baik sesama pelanggan ataupun teman berdagang. Maka dari itu mereka menerapkan win-win apa bila ingin menjadi pedagang yang berhasil dalam berdagang.
Dibangunlah konsep baru yakni sebuah konsep yang saling menguntungkan satu sama lan. Hal ini mereka katakan dalam simbiosis mutualisme, yakni sesama pedagang harus saling menguntungkan. Pedagang A menguntungkan pedagang B, dan pedagang B menguntungkan pedagang A. Jadi dalam cara berdagang orang cina tida hanya satu mode, jika pedagang A menjual baju atau membuka toko pakaian, maka pedagang B akan membuka toko sepatu.
Hal ini jauh dimata pedagang Melayu, malah sebaliknya. Para pedagang Melayu malah kebanyakan yang hanya ikut-ikutan saja, melihat pedagang A menjual kue maka pedagang B pun ikut menjual kue. Ini lah alasan kenapa kebanyakan pedagang melayu banyak yang guling tikar ketika berdagang. Adapun yang dilakukan orang melayu adalah berdagang secara musiman.
Yakni, berdagang pada saat musimnya saja. Berdagang durian pada saat musim durian. Dan jika tidak pada musim durian, mereka tidak berdagang, atau pindah untk berdagang barang yang lain pada saat musim tersebut.
Lain halnya denga pedagang cina, mereka tidak melakukan hal semacam itu, mereka malah berdagang, dan terus berdagang, walaupun kecil barang dagangannya dan hasilnya kecil, tetapi dilakukan terus menerus, tidak menunggu datangnya musin ataupun berpindah setiap musimnya.
Dimata orang melayu berdagang untuk mendapatkan uang jajan atau uang belanjaan, sebaliknya dengan orang cina yang berdagang untuk mendapatkan keuntungan. Tapi keuntungan yang mereka dapatkan tidak saja dibelanjakan begitu saja, akan tetapi mereka akan menggunakan keuntungan itu untuk dijadikan sebagai uang lagi dimana mereka membeli infestasi baru atau membuka usaha baru.
Ini cara mereka dalam mengembangkan uang yang mereka miliki, disini terlihat mereka tidak boros dan selalu menjadikana apa yang mereka miliki berkembang menjadi sesuatu yang bermanfaat lagi. Dalam konsep perdagangan orang cina selalu disediakan uang receh untuk kembalian para pelanggan, mereka tidak akan mengantikan dengan barang ataupun hal lain. Hal ini mereka lakukan untuk menarik hati pelanggan, karena bagi mereka pelanggan adalah raja dalam hal perdagangan. Susah untuk dicari.
Mereka tidak pernah mengeluh dihadapan pelanggan, karena bagi mereka menujukan sifat negatif dihadapan pelanggan bisa berakibat fatal untuk mereka. Secara etimologi pelanggan menginginkan pelayanan yang cepat dan efisien dari pelanggannya.
Maka dari itu, para pedagang Cina menganggap pelnggan sebagai raja. Mereka tidak akan menampakkan suatu kenegatifanpun dihadapan pelnggan yang datang. Pelngganlah yang membuat laris barang dagangan mereka, yang membuat maju dan mundurnya sebuah perdagangan pun para pelanggan yang menentukan.
Konsep ini mereka tanamkan dalam diri mereka selaku pedagang, mereka juga membolehkan tawar-menawar dalam berdagang meskipun ini adalah hal yang akan membuang waktu lama. Tapi dalam konsep yang mereka tetapkan membuat mereka tetap sabar dalam menghadapi para pelangaan yang datang. Disini terlihat sekali berbeda dengan pedagang Melayu. Yang dimana kebanyakan dari mereka yang tidak suka ditawar barang dagangannya, sampai yang memarahi pelangganpun mereka lakukan.
• Prinsip Bisnis Orang Cina
Banyak pertanyaan yang muncul tentang keahlian berdagangnya orang Cina. Ada yang berpendapat bahwa mereka dilahirkan hanya untuk berdagang. Karena mereka sangat ahli dalam hal berdagang. Ada yang mengatakan itu bakat yang memang terlahir secara otomatis dalam diri mereka.
Para orang cina memang terlihat sangat kaya dimata orang-orang. Bahkan semua penduduk dunia tau bahwa tidak ada yang bisa menyaingi kekayaan mereka. Hingga Ibnu Batutah mengatakan, “Didunia ini tidak ada yang lebih kaya dari pada orang Cina”. Lihat saja, orang cina bisa berdagang dimana saja padahal mereka datang kenegara orang tanpa membawa apa-apa. Tapi setelah beberapa bulan, malah pedagang cina yang bisa menguasai sebuah daerah. Hanya dengan modal berani dan mau berdagang.
Para pedagang Cina memang ahli dalam berdagang, mereka bisa berdagang dimana saja. Bahkan diwilayah terpencilpun dapat mereka kondisikan untuk membnangun sebuah perdagangan. Sampai pernah yang mengungkapkan orang cina bisa berdagang di wilayah orang lain, tapi orang lain belum tentu bisa berdagang di wilayah orang cina.
Orang Cina memang menggeleguti perdagangan karena mereka yakin hanya dengan berdagang lah yang bisa membuat mereka menjadi kaya. Maka dari itu, mereka pun membangun prinsip-prinsip untuk melakukan perdagangan agar mereka dapat menghasilkan seperti apa yang mereka inginkan.
Tanpa prinsip-prinsip ini mereka tidak akan mengembangkan perdanganan mereka dengan baik dan benar. Antara lain prinsip-prinsip mereka adalah agresif, para pedangan Cina tidak mencampur adukkan urusan pribadi kedalam urusan berdagang, karena hal itu juga merupakan salah satu faktor gagalnya perdagangan, sekian banyak orang sering melakukan hal itu.
Tapi bagi orang Cina hal itu sangatlah tidak boleh dilakukan. Seperti halnya tawar menawar, pedagang Melayu sering menolak tawar menawar dengan pelanggan bahkan sering sekali terjadi keributan antara pelanggan dan pedagang. Lain halnya dengan pedagang cina, mereka membolehkan tawar-menawar tapi tidak sampai merugikan pedagang.
Dengan tawar menawar mereka dapat memikat hati para pelanggan. Hal ini dilakukan pula agar cepat mendatangkan hasil. Tapi hasil yang didapatkan digunakan lagi untuk mendatangkan hasil lagi bukan mendatangkan hutang atau pun beban. Yang kedua adalah jangan melepaskan peluang, orang Cina tidak akan melepaskan peluang yang ada, peluang hanya datang satu kali saja. Peluang yang sudah ada tidak akan mereka lepaskan lagi.
Waktu adalah uang, jika melepaskan begitu saja maka mereka telah melepaskan kekayaan mereka tanpa ada yang mereka dapatkan. Maka dari itu, para pedagng Cina tidak pernah membuang waktu begitu saja, mereka menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil. Mereka bekerja keras, dan selalu menggunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Sebab itu, mereka cepat untuk maju, kemajuan perdangan mereka sangat cepat. Yang ketiga adalah berani mengambil resiko. Rugi, gagal bahkan bangktur adalah hal yang pasti ditemui oleh setiap orang yang menjalani usaha berdangang termasuk mereka para pedagang Cina.
Maka dari itu mereka menanamkan keberanian sebelum masuk dan terjun kedunia perdagangan. Para pedagang Cina menjalani usaha perdagangan mereka dengan sungguh-sungguh, berani bertindak dan mengambil resiko apapun yang terjadi harus mereka lalui, biar kalah asalkan jangan gagal. Yang keempat tahan banting, para pedagang harus merelakan banyak waktu untuk terus bekerja, jarang untuk berkumpul dangan keluarga dan merelakan tenaga yang banyak untuk dikeluarkan, mereka bekerja sepanjang hari, dari pagi hingga malam. Bahkan ada yang buka hingga 24 jam.
Mengurus perdagangan memang membutuh stamina yang kuat untuk menjalaninya. Bagi para pedagang cina, seorang yang terjun ke dunia bisnis khususnya berdagang harus mengalami rasa sakit, kesusahan, dan juga penderitaan terlebih dahulu. Maka dari itu mereka tanamkan dalam diri mereka” bersakit sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Yang kelima adalah jangan menyerah pada nasib, masyarakat pada umumnya percaya adanya sebuah takdir. Tapi dari sekian banyak orang salah memaknai arti takdir itu sendiri, ada yang disaat melanda keterpurukan atau kegagalan maka mereka akan langsung mndefinisikan” inilah takdir saya” tanpa berusaha merubah apa yang terjadi. Tapi, para pedagang Cina tidak dengan mudah menyerah jika takdir mereka adalah gagal dalam berdagang, ini adalah hal yang harus mereka hadapi bukan malah pergi dan meninggalkan usahanya dan menyerah begitu saja.
Gagal adalah hal yang pasti dihadapi setiap pedagang, mereka para pedagang Cina telah belajar dimana mereka harus menerima dengan lapang dada ketika hal-hal seperti itu mereka alami karena hidup yang dijalani ibarat roda yang berputar kadang di atas dan kadang dibawah. Mereka harud bisa mencari jalan keluar sesullit apapun masalahitu harud sihadapi. Yang keenam semngat berjuang, para pedagang cina sangatlah bersemngat dalam mengembani usaha mereka, mereka bekerja keras dengan penuh semngat dan dengan dibumbuhi motivasi yang tak kunjung padam. Mereka harus mengondissika n diri mereka atas apa yang mereka dapatkan, bagaiman agar semngat mereka terus menerus bangkit. Disaat kalah dan menang. Maka dari itu mereka juga waspada jika mereka mendapatkan keuntungan besar maupun kecil mereka tidak akan terlena dengan keuntungan yang ada. Dan jika mereka gagal mereka juga tidak begitu saja menyerah.
Keenam prinsip diatas telah dipegang erat oleh pedagang Cina pada umumnnya. Untuk membangun keuntungn dan menghadapi kegagalan yang sesekali akan terjadi. Orang Cina melakukan semua prinsip itu dengan hati hati. Tapi jika terlalu hati-hati juga akan mendapatkan sesuatu yang tidak mereka inginkan, hingga ada yang mengatakan “Jika terlalu hati-hati makan mati”.
• Budaya bisnis orang cina
Ketekunan adalah kunci dari segala keberhasilan para pedagang cina. Mereka mampu menghadapi rintangan dan segala habatan, mereka mampu mengambil keputusan yang bijak ketika berdagang, mereka mampu mengatur kondisi mereka agar selalu tetap bersemangat dalam berdagang. Orang Cina rela bekerja dari dini hari hingga malam tiba. Karena ketekunan yang mereka bangun untuk melakukan apa yang telah mereka tanamkan.
Meraka adalah para pedagang yang tekun, mereka percaya bahwa tidak ada orang yang tekun dan rajin kemudian gagal begitu saja, tapi para oarang-orang yang sukses adalah mereka yang membangun diri mereka dengan kerajinan dan ketekukan. Kesuksesan orang ada pada ketekunan dan kerajinan mereka. Tidak ada saling iri antar sesama, untuk tekun dalam berhasil dan meningkatkan taraf dalam hidup adalah degan berdagang, mereka rela bangun dipagi hari sementara orang lain masih dininabobokan oleh mimpi mereka.
Bekerja keras dan terus menekuni hal-hal inilah yang mmbuat para pedagang Cina terus tumbuh dan terus berkembang dengan pesat. Bagi orang Cina hidup memerlukan makan, dan untuk menghasilkan makanan mereka harus bekerja keras. Tidak saja untuk memenuhi kebutuhan tapi juga untuk meningkatkan taraf dan kwalitas hidup serta kedudukan sosial mereka.
Orang Cina kebanyakaan tidak hanya berbicara, tapi mereka lebih memprioritaskan untuk praktek. Jika mereka berbicara selalu dengan suara yang lantang, dan apa yang mereka bicarakan selalu mereka kerjakan. Apa yang dikatakan bukan hanya sekedar omong kosong dan tidak ada artinya. Kata-kata yang keluar dari mulut mereka adalah apa yang mereka lakukan.
Pengalaman dan ilmu adalah hal yang sangat penting, tapi bagi orang Cina, ada yang lebih penting lagi yaitu dengan mempraktekannya. Mereka selalu belajar dari cara dan usaha yang mereka lakukan. Dari kecil mereka diajarkan utuk tidak bergantung pada orang lain. Maka untuk meningkatkan taraf hidup mereka, mereka lakukan dengan cara berdagang. Dengan berdagang, mereka bisa belajar. Bagaimana bisa menghargai orang lain, bisa tegar dan tetap tekun untuk menjalankan apa yang mereka lakukan. Satu-satunya jalan yang dapat mereka lakukan untuk mendapatkannya adalah dengan berdagang.
• Sistem bisnis orang cina
Dimana setiap kegiatan yang dilakukan seseorang baik itu dalam dunia bisnis ataupun segala bentuk pekerjaan. Diharuskan untuk mengtahui struktusr dan cara yang akan dijalankan. Nah, ini juga yang harus dilakukan seorang pedagang. Pedagang tidak saja turun dan melakukan jual-beli tapi tidak ada struktur yang dilakukan terlebih dahulu. Para pedagang cina melakukan dan mengetahiu struktur penjualan, bukan hanya mengetahi tapi memahami dan mempraktekannya.
Disamping struktus yang dibuatnya ada juga sebuag sistem. Bagaimana sistem yang telah dibuat dan akan dijalankan. Bagi para pedagang cina, sistem dalalm hal bedagang adalah mereka memberikan kesempatan pera pelanggan u ntuk memilih dengan sesuka hati. Bagi mereka pelanggan adalah raja. Apapun alasannya, mereka tetap diperlakukan, dan diberikan kebebasan untuk memilih dan tetap mendapatkan pelayanan yang istimewa.
Ada pun sistem yang digunakan orang Cina yang lain adalah mereka fokus pada satu perdagangan saja. Lain halnya dengan orang barat yang suka menembani berbagai macam bisns dalam satu waktu. Untuk para pedagang cina biar sedikit dan lambat asal selamat. Dari pada yang dikejar tidak dapat dan ditangan dilepaskan.
Orang cina benar-benar melakukan hal-hal positif dalam sehala hal yang mnyangkut denhan usaha. Contoh lain pada pesusahaan, perusahaan cina. Disaat mereka gagakatau menglami kebagrutan, mereka tidak langsung mnyalahkan pegailain ataupun kariawan mereka, dan jika mereka dalam posisi kemenanga atau kejayaan. Hasil yang mereka dapatkan akan merka kasih dengan tidak memilah-milih siapa yang paling rajin atau tidaknya.
Bahkah dihari hari raya besar orang cina. Memberikan makan-minum secara gratis untuk pegai perusahaan atuapun kariawan-kaeiawan mereka. Bahkan merak makan dan minum bersama dalam sebuah acara. Hal ini dilakukanr membangun rasa kekeluargaan antar sesama. Begitulah mereka meningkatkan nilai kemanusiaan antar sesama. Karena tanpa adanya pegai dan kariawan yang lain, perusahaan yang mereka miliki tidak akan berkembang pesat.
Hal itu tidak jauh beda dengan masalah dalam perdagangan. Itulah kenapa mereka sangat menghargai para pelnggan, memperlakukan pelnggan seperti seorang raja ataupun ratu. Karena yang menentukan naik dan turunya pendapat adalah pelanggan itu sendiri.
• Seni bisnis orang cina
Para pedagang cina, mengganggap perdaganganadalah sebua seni yang jika dijalankan tidak saja harus tekun tapi harus juga memiliki keterampilan yang wajib diterapkan. Seni perdagagangan yang dilakukan orang cina adalah win-win, yaitu antar pedagang dan pelanggan mendapatkan keuntungan yang sama.
Dimana pelanggan dilakukan dengan ramah, memberikan kebebasan bagi pelanggan dalam hal tawar menawar. Jangn sampai mengeluarkan kata-kata kotor disaat proses tawar menawar berlangsung. Dan jangan sampai merugikan pedagang.
Melakukan hal ini adalah salah satun jalan untuk mengambil hati pelnggana agar menjadi pelanggan setia dan menjadikan pedagang yang ramah atas pelanggan. Pelanggan kadang sensitif, maka dari itu pedagang haruslah bersikap sabar. Para pedangang minimal bisa menjadikan pelanggan menjadi teman dekat bahkan jadikan mereka seperti keluarga sendiri. Hal ini memudahkan para pelnggan dan pedagang untuk berinteraksi dalam hal jual-beli. Dan pastinya mendatangkan banyak keuntungan bagi para pedagang.
• Cara bisnis orang Cina
Sekian banyak yang dilakukan orang cina untuk membangun investasi mereka mereka melakukan cara-cara tersendiri untuk itu membangun segala yang mereka inginkan. Begitu pula dengan cara berdagang mereka, sekian banyak yang telah dijelaskan, dalam buku ini. hal yang mereka lakukan untuk terus memngenbangkan investasi mereka. Yaitu mereka lebih suka mengambil, pegawi dari sanak saudaranya sendiri dari pada harus mengambil orang lain. Alasannya adalah agar membangun komitmen lebih muda, dan tidak banyak mengeluarkan pengeluaran. Bagi mereka bekerja sama dengan keluarga sendiri labih enak dan lebih mudah untuk mendatangkan keuntungan dari pada harus meatangkan pegawai dari luar.
Memperkejaan sanak saudara sebagai pegai adalah alternatif termudah untuk mengembangkan infestasi terbesar dalam berdagang. Orang cina yelah diajarkan untuk tidak mengahrapkan apa-apa dari orang tua mereka maka kereka harus tetap bekerja. Sedari kecil mereka telah diajarkan bagaimana mencari uang. Maka dari itu, bagi pegai yang bekerja untuk saudaranya sendiri, tidak mengharapkan banyak yang harus diterima. Mereka juga harus melakukan banyak untuk majikannya, ealaupun mereka adalah keluarga.
Setelah mendapatkan keuntungan dari kerja keras mereka. Uang hasil kerja mereka tidak dipergunakan semau mereka. Tidak langsung digunakan untuk membeli barang yang tidak begitu berharga. Hasil dari kerja mereka akan disimpan dan akan membuka usaha atau membeli infestasi masa depan.
Bagi mereka pedagang tidak boleh boros dalam menggunakan hasil dagang mereka. Sebagai pedagang harus hemat dan bisa mengondisikan hasil kerja keras mereka. Agar apa yang mereka lakukan tidak hanya setengah saja. Tapi harus mencapai titik kesempurnaan yaitu sukses.
Itulah beberapa langkah para orang cina untuk mendapatkan keuntungan besar setiap melakukan usaha. Etika, cara, strategi yang dibnagun bukan sekedar dibangun hingga sampai ondasi. Mereka harus melakukannya dan membangun higga menjadi rumah. Apa gunanya fondasi kalo ditaruh begitu saja dan akan tetap dibasahi oleh hujan. Begitu pula strategi, etika, cara dan segala langkah yang dilakukan orana g cina untuk melakukan perdagangan mereka.
Ini juga bukan sekedar perdagangan yang dilakukan tanpa adanya tujuan. Tentu disetiap awal melakukan sebuah kegiatan adanya tujuan yang melatar belakangi kegiatan-kegiatan itu. Begitu pula yang dilakukan orang cina dalan hal berdagang. Tujuan dari usaha berdagang mereka adalah untuk sumabngan.
sekian banyak yang mereka dapatkan dari usaha mereka tidak semuanya merek apergunakan untuk kehidupan mereka. Sebagian dari apa yang mereka dapatkan akan mereka gunakan untuk membangun nilai kemanusiaan antar sesama, dalam elemen kebaikan, dan tanggung jawab sosial kepada msyarakat.
Pedagang bukan tuannya mayarakat. Tapi, pedagang adalah hamba yang melayani masyarakat. Pedagang juga menghasilkan lapangan kerja untuk masyarakat bukan? Maka dari itu, para pedagang Cina lebih suka membuka investasi baru untuk melakukan yang terbaik untuk mereka dan untuk masyarakat setempat. Ini terlihat bagaimana nilai positif yang dilakukan para pedagang Cina, mereka tidak bekerja untuk diri mereka sendiri melainkan untuk masyarakat pun mereka lakukan.
Andai kata pedagang hanya melakukan jual-beli dan keuntungan yang mereka miliki tidak diperlakukan untku membuka investasi baru. Seperti membuka usaha baru dan mendatangkan pekerjaan baru. Mau jadi apa para penduduk yang hanya berpendidikan sampai SD, SMP, atau bahkan yang tidak mempunyai pendidikan sama sekali.
Ini bisa kita bandingkan dengan para pedagang di melayu pada umumnya. Mereka hanya berdagang dan jarang dari mereka membuka lapangan kerja untuk orang lain, jangankan lapangan kerja, hasilnya saja kadang tidak menentu. Ini terlihat jelas perbedaan antara cara yang dilakukan orang Cina dan orang Melayu. Dan disini sudah tertera dengan jelas mengapa para oran Cina hidup penuh dengan kekayaan dibandingkan negara-negara lain, termaksud orang Melayu.
Adapun strategi yang dirangkum dalam buku ini membantu kita untuk lebih mudah menjalankan usaha dalam dunia perdagangan, yakni memastikan tabugan kita cukup dan digunakan pada masa yang genting atau dalam keadaan darurat, menggabungkan diri dengan asosiasi perdagangan dan organisasi etnis atau suku mereka, jika perdagangan tidak untung, segera ambil langkah untuk beralih ke bidang perdagangan lain, untuk memenagi persaingan, pedagang harus melakukan lebih baik dari pedagang lain.
Masih banyak lagi strategi yang digunakan oleh orang Cina untuk memastikan bahwa perdagangan yang mereka jalankan mendatangkan hasil. Strategi yang digunakan beraneka macam dan dapat disesuaikan mengikuti kondisi serta keadaan sekitar. Strategi harus fleksibel dan dapat dilaksanakan. Selain itu haru praktis, ekonomis, dan dapat diterima umum. Tanpa strategi perdagangan, pedagang akan kehilangan arah dan perhatian. Strategi itulah yang menyediakan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengarungi berbagai kemngkinan yang terjadi dalam perjalanan perdagangan yang penuh liku-liku ini.
Berikut adalah ilistrasi dari seseorang yang buta huruf yang memecahkan rekor menjadi seorang pedagang terkaya dicina.
Boon Siew bukan saja tidak bisa membaca dan menulis tapi juga buta huruf. Ketika sampai ditanah Melayu, boon siew ,tidak memiliki apa-apa. Pada masa itu dia baru berimur dua belas tahun. Dia gigh bekerja dan mengumpulkan uang. Selain bekerja sebagai mekanik. Boon siew juga bekerja sebagai tukang cuci bus.
Setelah simpanannya cukup, boon siew memberanikan diri membuka bengkel sendiri. Dia bekerja keras agar bengkelnya maju. Dia memiliki pemikiran untuk memperluas perdagangannya. Dia memiliki kepandaian melali pengalaman. Meskipin tidak sekolah. Hal itu tidak menjadi penghalang untuknya menjadi seorang pedagang yang berhasil. Peluang yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba ketika dia mendapatkan kepercayaan dari Honda untuk menjadi franchaiser (waralaba) dan agen distribusi dan penjualan motor Honda dipasar setempat.
Menurut ceritanya, hak itu sebenarnya akan diberikan kepada seorang saudagar keturunan Arab, tetapi tidak yakin karena motor buatan Honda dapat dijual kepada penduduk Melayu. Boon Siew tidak melewatkan kesempatan ini. Dia menjual bengkelnya untuk membeli hak franchaiser (waralaba) diperusahaan Honda.
Siasat yang dilakukan Boon Siew menjadi kenyataan. Keberaniannya mengambil resiko yang tinggi membuahkan hasil ketika motor Honda mendapat sambutan yang menggembirakan. Boon Siew mendapat keuntungan yang besar dan atas keuntungannya itu dia dinibatkan sebagai seorang pakar pedagang sekaligus orang terkaya dinegara ini. Meskipun sudah bergelar raja motor, Boon Siew juga dikenal sebagai seorang yang dermawan. Jasa dan sumbangan hasil kerjanya masih dikenang sampai sekarang. Boon Siew merupakan contoh pedagang Cina terbaik yang berhasil menciptakan tambang pada saat keadaan begitu susah dan sulit.
Saudagar Arab itu melewatkan kesempatan emas karena tidak yakin perdagangan motor dapat sukses ditengah-tengah masyarakat tang baru saja mengalami peperangan. Boon Siew mempunyai pandangan yang berbeda. Keadaan ekonomi kebanyakan negara memang terpuruk ejak perang dunia kedua. Namun, usahawan dan pedagang harus berpandagan jauh dan berpikiran positif. Dan itulah yang dilakukan Boon Siew.

Selain strategi, mereka juga membuat jaringan dalam perdagangan mereka. Dominasi yang mereka lakukan ini sulit untuk ditandingi karena mereka sudah membentuk satu jaringan dan asosiasi perdagangan yang mantap. Ada dua bentuk jaringan yang dilakukan para pedagang Cina. Yang pertama, dalam bentuk formal yaitu pembentukan organisasi kelompok dan asosiasi perdagangan Cina. Yang kedua, bentuk nonformal, yaitu jaringan itu sudah ada sejak turun temurun karena lamanya waktu atas berkuasanya suatu kelompok bangsa dalam bidang perdagangan tersebut.
Buku ini menggambarkan bagaimana para pedagang Cina, berjalan dengan tertatih saat masuk dunia perdagangn, mereka benar-benar serius dalam menjalankan dunia bisnis. Peluang yang merka dapatkan tidak saja dibuang begitu saja. Waktu mereka adalah uang. Sedetik mereka lalikan, maka bagi mereka kekayaan mereka telah hilang. Maka dari itu merek selalu gesit dalam bekerja. Tidak ada malas, tidak ada penundaan. Dan alasan negatif lainnya.
KELEBIHAN & KEKURANGN BUKU
• Kelebihan
Buku rahasia bisnis orang cina ini, telah menjelaskan dengan sangat jelas mungkin bagaimana mereka orang cina mendatangkan investasi dan mendapatkan kekayaan yang mereka peroleh. Jika dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Buku ini juga memberi petunjuk untuk kkita, dimana bukna saja pedagang yang harus punya strategai dan struktur dan tujuan dalam melakukan perdagangan.
Tapi apapun yang kita lakukan haruslah mempunyai beberapa point itu. Gagal dan menagn. Adalah hal yang lumrah bukan? Yang pasti didaptkan oelh setiap manusia. Dalm buku ini, bisa kita daptkan motivasi dan pengembangan diri, bukan hanya untuk musaha berdanganan, atau pundalam mengembani sebuah bisnis. Taapi motivasi yang diberikan terait dalam segala aspek kehidupan.
Bahasa yang digunakan aladah bahasa yang ringan dan mudah dipahami, dan mudah diresapi oleh para pembaca. Hal ini memudahkan para pembaca untuk terus meningkatkan mutu dan kwalitas dalam diri masing-masing. Saya dapat akau bahwa buku ini adalah buku yang luar biasa yang dapat memotivasikan saya selaku pelajar yang takut akan sebuah kegagalan.
• Kelemahan
Terdapat sedikit kelemahan dalam buku. Dimana, dalam buku ini sering kali menjelaskan apa yang telah dijelaskan dalam bab-bab sebelumnya. kemudian dibahas lagi dalam bab-bab selanjutnya, bukan sekali bahkan berkali-kali. Kemudian bahasa-bahsa kuno yang tidak dijelaskan secara detile. Tidak ada catatan kaki, ataupun indeks yang menjelaskan adanya kata-kata penting. Padahal terdapat kata-kata penting yang harus ditulis dalam sebuah indeks, seperti ditemukan kata Konfusianisme, Hierarki. Dan beberpa kata yang menurut pembaca adalah kata-kata penting yang harus ditulis dalam sebuah indeks. Dan yang terakhir adalah kurang jelasnya tulisan di daftar pustaka.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *