resensi buku dibawah lindungan kabah 1

resensi buku “dibawah lindungan ka’bah”

Buku, Resensi

resensi buku dibawah lindungan ka'bah

Sebuah karya sastra yang banyak memberi motivasi dengan judul “dibawah lindungan ka’bah”, sebuah karya sastra yang ditulis oleh hamka,yang diterbitkan oleh Pt. Bulan Bintang. Dicetak pada tanggal 28 Juli 2004, secara isi mempunyai ketebalan 80 halaman.

keunggulan yang dimiliki karya sastra ini, dilihat dari keunikan bahasanya yang penuh warna dan alurnya membawa pembaca merasakan apa yang dirasakan oleh Hamid dan Zainab. Pastinya isi dari karya sastra ini sangat menarik, menceritakan tentang romantisme dan kesabaran yang luar biasa yang tanpa disadari akan menguras air mata kita saat membacanya. Beberapa hikmah yang bisa diambil dari karya sastra ini, misalnya, tentang kesabaran yang begitu besar, sifat qana’ah, patuh pada orang tua, dan tawakkal kepada Allah Swt. dan masih begitu banyak ilmu yang terkandung di dalamnya.
satu-satunya kelemahan yang saya temukan didalam karya ini hanyalah dari segi bahasanya yang berbelit-belit, karna tidak semua pembaca mengerti dengan bahasa yang dicampur adukkan antara bahasa minang-indonesia dan bahasa melayu.

ringkas cerita. seorang pemuda yang bernama Hamid yang memiliki kisah hidup yang begitu mengharukan, Ia telah ditinggalkan oleh ayahnya ketika berusia 4 tahun. dan hamid kecil membantu ibunya berjualan keliling untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sampai suatu hari ada seorang hartawan yang bernama haji ja’far dan mak aisah yang membeli sebuah rumah besar di dekat rumahnya. haji ja’far ini adalah seorang yang dermawan dan memiliki seorang anak perempuan yang bernama zainab. haji ja’far dan istrinya terharu melihat kehidupan hamid, sehingga dia yang membiayai sekolah hamid hingga keperguruan tinggi dan menganggap hamid seperti anaknya sendiri. setelah menyelesaikan kuliah hamid pun kembali dan mulailah tumbuh perasaannya terhadap zainab yang dulu dianggap seperti adiknya sendiri namun disembunyikan dengan sangat hati-hati, dan begitu juga zainab merasakan hal yang sama tanpa mereka sadari.

kemudian musibah terus berdatangan. Pertama kematian Haji Ja’far, yang membuat perubahan hubungan antara Hamid dan Keluarga Zainab. Selang berapa lama, Hamid ditinggalkan oleh Ibunya.bahkan hamid diminta oleh mak aisah untuk membujuk zainab untuk menikah dengan sepupunya, dan hal ini sangat bertentangan dengan perasaannya, namun tetap dijalaninya.

Sejak saat itu Hamid memutuskan untuk pergi tanpa sepengetahuan orang lain. Ia hanya memberikan surat curahan hatinya kepada Zainab.berselang beberapa hari hamid pergi ke kota Medan dan diteruskan ke kota suci mekah. dan menetap di mekah. hingga sampai suatu saat ia bertemu dengan sahabat lamanya yaitu saleh dan disana mereka saling bertukar cerita. dari saleh didapatkan kabar bahwa zainab selalu mencari kabar tentangnya hingga zainab jatuh sakit. sampai akhirnya diketahuilah bahwa zainab mempunyai perasaan yang sama halnya dengan hamid dan selalu menunggu kepulangan hamid. namun takdir berkata lain, hamid yang sakit-sakitan dan begitu juga zainab tidak sempat bertemu karena mereka dipisahkan oleh jarak, waktu dan ajal. sehingga zainab mendahului hamid menghadap yang kuasa, dan selang beberapa hari saat melaksanakan rukun haji yang terakhir hamid yang ditandu oleh orang badui hamid pun berpulang kepangkuan yang maha kuasa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *