Resensi cerpen “Gerhana”

Buku, Resensi

Resensi cerpen Gerhana

Pada suatu pagi, pohon pepaya milik Sali dalam keadaan roboh membelintang di tanah. Banyak buah pepaya yang sudah ranum, lumat berlepotan di timpa batang papaya. Sali merasa linglung dan sedih melihat pohon pepayanya itu tumbang dengan banyaknya getah yang meleleh menetes-netes ke tanah.

Datanglah seorang tetangga dari sebelah rumah Sali yang ikut menyaksikan musibah itu. Sali memulai pembicaraan dengan menunjukkan pohon pepayanya yang roboh dengan bekas bacokan. Tetangganya hanya diam dan menganggukkan kepalanya, mendengarkan cerita Sali yang kelihatan sangat sedih karena kehilangan sebatang pohon pepaya. Lalu tetangganya menyarankan Sali untuk melapor dulu pada Pak Lurah. Kemudian Sali segera pergi ke kelurahan pada saat itu juga, dengan langkah yang agak cepat meskipun ia belum sarapan.

 

Ketika sampai di kelurahan ia segera bertemu Pak Lurah dan segera menyampaikan masalahnya tentang pohon pepayanya. Tetapi, Pak Lurah malah menceritakan kejadian yang menimpa Dulah dan Bidin. Hanya karna masalah dua kilo beras, seorang kehilangan nyawanya dan yang lain meringkuk dalam penjara. Merasa masalahnya dianggap ringan oleh Pak Lurah, Sali memutuskan untuk pergi ke kecamatan karena ia bersikeras untuk mengusut tuntas masalahnya itu. Setibanya di kecamatan ia tidak bertemu Pak Camat, tetapi ia diterima oleh beberapa juru tulis muda. Ia segera menyampaikan masalahnya kepada juru tulis muda tersebut. Tetapi, ia malah mendapat penghinaan dari juru tulis-juru tulis muda tersebut tentang masalahnya itu. Akhirnya Sali memutuskan untuk pergi ke kantor polisi desa. Setibanya di sana, ia langsung masuk ke dalam kantor dan melaporkan segala kejadian yang terjadi di halaman rumahnya. Tetapi polisi desa itu malah memaki-makinya dan memarahinya karena ia menyampaikan masalah yang seharusnya tidak perlu dilaporkan.

Kemudian, Sali pulang ke rumahnya, namun setibanya di pekarangan rumah, Sali langsung roboh ke tanah tak sadarkan diri. Keluarganya segera mengangkat Sali ke dalam rumah dan dibaringkan di atas bale-bale di kamarnya. Banyak dukun kampung yang telah didatangkan ke rumah untuk menyadarkan Sali. Hingga akhirnya pada tengah malam terdengar suara pekikan istri Sali yang membuat semua warga menjadi penasaran dan mengunjungi rumah Sali. Ternyata, Sali telah meninggal dunia setelah pingsan cukup lama. Akhirnya istri Sali pun mengungkapkan bahwa dialah orang yang telah menebang pohon pepaya itu semalam, karena anak-anak memanjati pohon pepaya tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *