Resensi film 7 hati 7 cinta 7 wanita

Film, Resensi

Resensi film 7 hati 7 cinta 7 wanita

Sutradara danPenulisNaskah           : Robby ErtantoSoediskam

Pelatih Aktingdan Editor Naskah    : Eka D Sitorus

Sound Recordist                              : Ichsan Rahmaditta

Line Producer                                  : Kiki Machina

Para Pemeran                                   :
Jajang C Noer, Marcella Zalianty, Happy Salma, Olga Lydia, IntanKieflie, TizzaRadia, Tamara Tyasmara, Patty Sandya, Novi Sandrasari, Henky Solaiman, Verdi Solaiman, Rangga Djoned, Tega rSatrya, Rev iBudiman, Albert Halim, BomBom Gumbira, Achmad Zaki

Sinopsis

Berawal dari sebuah rumah sakit Fatmawati seorang dokter spesialis kandungan tentunya perempuan yang bernama kartini yang dimana ia selalu membela kaum wanita yang selalu jadi korban dari figur laki-laki terhadap mereka. Permasalahan itu berlanjutan ketika ia memiliki beberapa pasien yang benasib sama dengannya. Terdapat pasien Yanti si penjaja seks berperawakan riang cemerlang, Rara siswi SMP yang telat dua minggu karna melakukan hubungan diluar nikah, Ratna si buruh jahit yang solehah pada akhirnya ia meninggalkan suaminya yaitu irwan karna suaminya nikah tanpa sepengetahuan dirinya, Lili si penderita pukulan tiap kali berhubungan dengan suaminya,  dan Lastri, perempuan tembam yang tak hamil-hamil, Patty Sandya seorang perempuan heboh yang terobsesi mendidik anaknya (yang jika terlahir sebagai laki-laki) untuk tidak bersikap lembek seperti suaminya, dan satu perempuan yang bernama Rohana si dokter yang baru masuk kerja di rumah sakit Fatmawati. Dokter anton yang selalu mendekati dokter kartini tetapi sikap dokter kartini yang engan untuk memiliki pendamping hidup karna kisah dari masa lalunya yang membuat dokter kartini enggan untuk menikah.

Kelebihan

            kelebihan film ini bercerita tentang membela kaum wanita yang selalu jadi korban oleh figur seorang laki-laki. Ada banyak teka teki yang harus di jawab oleh Dokter kartini. Melalui ke lima karakter tokoh dalam film ini membuktikan bahwa kaum wanita selalu merasa tertindas akan permasalahan yang biasanya terjadi di kalangan rumah tangga dan remaja. Film ini dibuka dengan memperkenalkan tokoh masing-masing yaitu : yanti sebagai penjaja seks yang memiliki penyakit di fonis tidak memilki rahim, rara hamil diluar nikah, ratna setia menunngu kelahiran anak pertamanya serta diselingkuhi oleh suaminya, lily mendapatkan perlakuan tidak manusiawi oleh suaminya yang hanya ingin memuaskan nafsunya tanpa memikirkan istrinya yang sedang hamil besar , dan lastri keluarga sederhana sangat bahagia dengan suaminya dan wanita yang susah hamil tapi pada kenyataannya suaminya memiliki istri sebelum ia menikahinya. Dari ke lima tokoh tersebut mempunyai latar belakang permasalahan yang berbeda tetapi sama-sama diperlakukan tidak adil oleh figur laki-laki. Permasalahan terus berlanjut ketika dari meja konsultasi di ruang kerja Dokter Kartini, kamera memasuki satu persatu kehidupan dan menceritakan keluh kesahnya dalam rumah tangga mereka masing-masing. Ketika Dokter Kartini memiliki harapan untuk terus berjuang ada saja masalah baru yang di hadapinya sehinnga Dokter Kartini enggan untuk memulai hidup yang baru.

Sutradara Robby Ertanto ini memang betul-betul membuat film menampakan keburukan dari laki-laki dan membela kaum wanita akan tetapi alur cerita ini di buat masuk akal dengan menyertakan masalah sosial yang ada dari setiap tokoh tersebut dan memberikan warna warni dengan karakter tokoh yang berbeda-beda. Menempatkan lima karakter sebagai warga kelas bawah, warga kelas atas yaitu Dokter Kartini dan Dokter Rohana. Dalam 7 hati 7 cinta 7 wanita ini memberikan gambaran tentang permasalahan perempuan tak dapat dilepaskan dari tautannya dengan kelas sosial. Tidak hanya pemojokan lelaki secara garang pada lima karakter perempuan (disakiti secara seksual, dihamili, kanker rahim, dimadu diam-diam, diselingkuhi), sehinnga Dokter kartini tetap beranggapan bahwa “aku hanya membela kaumku” dan dirundu rasa kecemasan yang tidak tahu siapa yang menjadi teman hidupnya nanti, berbeda pendapat dengan Dokter Rohana “jangan pernah melihat satu sisinya saja tetapi sisi lain juga perlu di lihat”. Dalam hal ini secara langsung kita bisa melihat besar pengaruhnya kelas sosial-ekonomi terhadap permasalahan kaum wanita perlakuan yang tidak simbang dan wanita ingin di perlakukan adil sebagai mana wajarnya. Suasana dalam film ini begitu memukau dengan adengan seperti mulai dari yang paling menyejukkan hingga yang paling menggiriskan, mulai dari yang mengundang decak kagum sampai yang setengah mati bikin kesal.

Kelemahan  

            Kekurangan dari film ini Dokter kartini hanya memihak dari satu sisinya saja tidak memikirkan sisi lainnya mengapa laki-laki bisa melakukan hal semacam itu,dan wanita juga perlu di pertanyakan. Tidak sepenuhnya kaum laki-laki dipersalahakan dalam masalah yang sama. Film ini memiliki kelas sosial yang belapis-lapis satu sama lainnya. Ia menuntut kita untuk aktif membuka masalah demi masalah yang ada pada lapisan sosial itu. Jangan hanya berfokus pada Dokter Kartini sebagai narator utama, sebab itu hanya akan menjadikan kita masyarakat awam yang tak menyentuh bumi. Jangan hanya menyimak satu sisi saja, sebab permasalahan hanya akan menundukkan pandangan kita ke tanah. Lapisan sosial yang kuat pada 7 hati 7 cinta 7 wanita ini memberikan kita inspirasi dan tidak menilai dari satu sisinya saja.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *