Resensi Film Divergen

Film, Resensi

 Resensi Film Divergen

Sutradara              : Neil Burger

Produser                : Doug Wick, Lucy Fisher, Pouya Shabazian

Penulis Naskah       : Evan Daugherty, Vanessa Taylor

Pemain                   : Shailene Woodley sebagai Beatrice “Tris” Prior, Theo James sebagai Tobias “Four” Eaton, Ansel Elgort sebagai Caleb Prior, Kate Winslet sebagai Jeanine Matthews

Studio                   : Summit Entertainment

Aliran/ Genre        : Fantasi, Petualangan

Tanggal Rilis          : 18 Maret 2014 ( Los Angeles)

21 Maret 2014 ( Amerika Serikat)

Durasi                   : 180 menit

Film divergent merupakan adaptasi dari novel karangan Veronica Roth yang berjudul sama dan disutradarai oleh Neil Burger. Dalam satu minggu pemutaran, divergent meraih pendapatan yang memuaskan hingga mencapai USD 26 juta.

Sinopsis

Divergen bercerita tentang negara di masa depan dimana selalu terjadi perang mengerikan dan menyebabkan seluruh dunia hancur. Para pendiri membangun dinding untuk melindungi rakyanya, dan memisahkannya kedalam lima kelompok faksi yang dibagi berdasarkan keperibadian penduduknya untuk menjaga kedamaian. Kelima faksi tersebut adalah kaum erudite yang tergolong dari orang pintar yang menghargai pengetahuan dan logika, Kaum amity yang merupakan orang baik sebagai pengolah lahan, Kaum candor yang menghargai kejujuran dan ketertiban, kaum dauntless yang berperan sebagai pelindung atau polisi, dan yang terahir adalah kaum abnegation, faksi di mana Tris dan keluarganya tinggal. Kaum abnegation disebut orang membosankan karena mereka menjalani hidup sederhana, tak mementingkan diri sendiri, berdedikasi menolong sesama, bahkan menampung non faksi. Non faksi adalah orang yang tak sesuai dengan faksi manapun.

Setelah berumur tujuh belas tahun semua faksi menjalani ujian untuk menentukan nasib mereka, untuk menentukan faksi yang akan mereka tempati, apakah mereka menetap difaksi sebelumnya atau pindah ke faksi lain. Beatrice Prior/Tris (Shailene Woodley), merupakan salah satu dari orang yang akan menjalani ujian perilaku. Ujian prilaku adalah tes untuk mencari tahu faksi mana yang sesuai dengan keperibadian mereka sebelum upacara pemilihan. Saat tes berlangsung, ternyata hasil ujian Tris tidak pasti, ini dianggap sesuatu yang langka yang disebut divergent. Wanita yang menguji Tris memerintahkan Tris untuk tidak memberitahukan siapapun tentang hasil ujiannya, karena seorang divergent dianggap berbahaya. Seorang divergent tidak bisa menyesuaikan diri dikarenakan fikiran mereka bekerja dengan banyak cara, ini menjadi salah satu penyebab seorang divergent ditakuti. Bahkan kaum erudite mencari dan melacak seorang divergent secara aktif untuk dibunuh.

Saat hari pemilihan tiba Tris menentukan pilihannya pada kaum dauntless. Perjuangan Tris tidak sampai disana. Sebagai anggota baru Tris harus menjalani berbagai macam ujian yang membahayakan dirinya menjadi kaum dauntless. Salah satunya dengan cara lompat dari atas gedung mereka juga harus menjalani 2 tahap latihan yaitu latihan fisik dan latihan mental. Dan setelah proses inisiasi, peringkat akan menentukan tugas anggota baru yaitu tugas kepemimpinan, menjaga pagar atau mencegah non fraksi saling membunuh. Peringkat mereka juga akan menentukan siapa yang akan dikeluarkan. Pada ahir pelatihan kadet, peringkat terendah harus meninggalkan dauntless sebagai non fraksi.

Hal yang mengejutkan ternyata salah satu pelatih tris, Four (Theo James) adalah seorang divergent. Tris pun berusaha tetap bertahan hidup di tengah persaingan dan permainan politik untuk menyingkirkan para Divergent yang dianggap berbahaya. Saat terjadi pergolakan di dunia luar. Kaum dauntless dikendalikan kaum erudite menggunakan program untuk melakukan penyerangan terhadap kaum abnegation.

Film ini diahiri dengan keberhasilan Tris dkk membatalkan program yang mengendalikan kaum dauntless untuk melakukan pembunuhan dan sekaligus menghapus program tersebut. Setelah itu, Tris, Four, Marcus (ayah dari Four), Caleb dan Peter yang masih selamat melarikan diri dengan kereta dan menjadi kelompok non faksi.

Ulasan

Upaya para pemeran film divergent untuk memberikan perpormance terbaik patut mendapat apresiasi karena mereka berhasil mendalami dan memerankan karakter mereka dengan cukup baik. Dalam film ini ada 5 fraksi tapi setiap fraksi tidak diceritakan dengan detail tetapi film ini lumayan bagus walaupun tidak terlalu bagus.

Film ini memiliki banyak kemiripan dengan film yang dibintangi oleh jennifer lawurance yaitu film The Hunger Game. Divergen merupakan film yang kurang dapat menggambarkan keadaan perang yang menegangkan dan dramatis. Petualangan yang terjadi tidak dapat digambarkan secara nyata dan tidak dapat menarik penonton untuk turut ikut dalam petualangan dan suasana yang terdapat di dalam setiap adegannya. Film ini terasa membosankan karena adegan pertarungan yang tidak terlihat mendominasi, padahal film ini bergenre action dan adegan berkelahi kurang terasa menantang. banyak keadaan yang seharusnya menegangkan dan seru malah terlihat biasa-biasa saja. Jalan cerita masih belum memiliki benang merah yang jelas, intinya sebagai film action, film ini belum memuaskan penonton.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *