Cover Novel Burlian Serial Anak anak Mamak Karya Tere Liye.jpg

Resensi Novel Burlian (Serial Anak-anak Mamak) Karya Tere Liye

Non Fiksi, Kepenulisan, Resensi

Identitas Novel

judul Novel          Burlian
Penulis                Tere Liye
Penerbit              Republika
Halaman              339
Cetakan pertamaNovember 2009

Baca Juga: Sunset Bersama Rosie Tere Liye

Sinopsis Novel Burlian

Burlian adalah seorang anak dari kampung Paduraksa. Anak kedua Mamak dan Bapak, diberi julukan “Anak Istimewa oleh kedua orang tuanya”. Bandel dan kadang susah diatur. Suatu hari dia mengajak kakaknya yang bernama Pukat untuk bolos sekolah dan mencari belalang. Kejadian itu diketahui oleh Mamak sehingga beliau marah. Maka Burlian dan Pukat ihukum mencari kayu bakar naik turun gunug denan hanya berbekal nasi putih tanpa lauk. Hukuman itu membuat kedua anak itu tidak berani lagi membolos.

Di lain waktu, Burlian membeli dua kartu SDSB (Sumbangan Dana Sosial Berhadiah), sejenis judi togel. Karena suatu kejadian orang-orang kampung menanyakan tanggal lahir Burlian sebagai angka togel. Ternyata saat pengumuman angka yang keluar adalah kebalikan dari tanggal lahir burlian dan burlian menang. Kartu itu disembunyikan dibalik pakaian, tetapi sial mamak menemukan kartu itu dan memarahinya. Mamak marah besar dan menyobek kertas SDSB tersebut sampai berkeping-keping. Walau menang empat nomor dengan dua kartu yang hadiahnya sangat banyak, tetapi Mamak tidak sudi mendapat uang haram.

Suatu ketika Burlian dan Kak Pukat nekad bermain ke sungai larangan bersama Can. Mereka berniat untuk memburu ikan. Tanpa sengaja kaki Burlian terperosok sehingga kesarang buaya. Padahal disana terdapat buaya yang sangat dekat jaraknya dengan Burlian dan siap menerkam. Kak Pukat berteriak minta tolong, untung  Bapak dan Bakwo Dar datang secara tiba-tiba. Dengan senapan angin, Bapak menembak buaya tersebut. Mereka sedikit terkejut karena selama ini mereka tidak tahu Bapak dapat menggunakan senapan angin.

Burlian bersekolah disebuah sekolah yang tua dan bangunannya sudah rapuh. Disana ada Pak Bin yang telah mengabdi sebagai guru seama 25 tahun. Mengajar anak-anak dengan tulus dan iklas walaupun selama ini Pak Bin tidak pernah diterima menjadi PNS karena terkendala uang. Jika mau jadi PNS, Pak Bin harus menyogok lima juta. Tetapi beliau tidak mau melakukannya.

Wajib Baca: Novel Bidadari-bidadari Surga Tere Liye

Selain bersekolah, Burlian mengaji di tempat Nek Kiba. Bila telah khatam, Mamak berjanji akan membelikannya sepeda. Tetapi sampi hari H tiba, sepeda baru belum dibeli. Burlian membenci Mamak, Burklian menyangka Mamak tidak menepati janji. Padahal uang Mamak dipakai Ayuk Eli mendaftar sekolah di kota dan membantu pengobatan anaknya Wak Lihan yang sedang sakit keras. Tetapi Burlian beklum mengerti.

Bapak dengan sabar menasehati Burlian, menceritakan tentang masa kecil Burlian dulu. Mamak telah berkorban besar untuknya,melindungi Burlian dari ribuan lebah. Memeluk Burlian erat-erat sehingga tak seekor lebah pun menyerangnya. Mamak lah yang disengat ribuan lebah sampai Mamak sakit berbulan-bulan.

Ayuk Eli juga menceritakan pengorbanan lain Mamak. Mamak telah menggadaikan cincin pernikahannya untuk membelikan Burlian sepeda, meskipun cincin itu adalah harta yang paling berharga untuknya.

Mendengar semua cerita itu, Burlian sadar betapa besarnya cinta Mamak. Bahkan apa saja akan dilakukan Mamak demi Burlian, Amelia, Kak Pukat, dan Ayuk Eli, itu masih  sebagian kecil dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada mereka. Bulian menyesal dan merasa malu telah berlaku seperti itu kepada Mamak.

Kampung sedang gempar karena akan diadakan pemilihan kepala kampung. Mang Dullah sudah habis masa jabatannya. Kandidat yang mencalonkan irihanya Haji Sohar, tetapi kebanyakan warga tidak menyukainya. Bersamaan dengan hari pemilihan, SD tempat Burlian sekolah ambruk, bangnan itu roboh parah. Juni dan Juli( teman Burlian yang kembar) yang saat itu ada di dalam kelas tertimpa runtuhan dan meninggal di tempat. Burlian selamat dari kejadian itu meski harus di rawat inap.

Kejadian runtuhnya sekolah itu ramai diberitakan di stasiun televisi nasional. Sampai-saampai Pak Menteri mendatangi Burlian sebagai korban selamat, dan menanyai apa saja yang di inginkan Burlian dan akan dituruti. Permintaan Burlian antara lain sekolah dibangun lagi dan Pak Bin diangkat menjadi PNS.

Keinginannya dapat terealisasikan dengan dilaksanakannya Program ABRI Masuk Desa. Para ABRI membantu membangun sekolah, mesjid kampung, dan belasan kamar mandi umum. Dan Pak Bin sekarang sudah menjadi PNS, hal itu semakin menambah semangat Pak Bin mengajar, apalagi saat itu mendekati ujian kelulusan. Sampai akhirnya semua siswa kelas enam lulus, mereka berjumlah tiga belas orang. Semua mendapat nilai yang baik. Bahkan Pak Bin mendapat penghargaan dari dinas pendidikan. Dan kabar baik , Nakamura(insinyur dari jepang yang sedang membangun jalan lintas Sumatra) menawakan Burlian sekolah SMP, SMA, dan kuliah di Jakarta. Impian Burlian terwujud. Betapa bahagia Bapak dan Mamak.

Baca Juga: Review Novel 5 Cm

Kelebihan Novel Burlian 

Kelebihan dari novel ini adalah kecerdikan pengarang dalam menggambarkan setiap adegan petualangan Burlian sang anak kaki gunung yang hidup di sebuah keluarga yang sederhana sehingga pembaca seakan terbawa dalam cerita tersebut. Bagaiman polosnya masa kecil yang mengalir seperti air. Bertindak tanpa perencanaan yang malah menumbuhkan rasa ragu. Tidak takut berpetualang karena rasa ingin tahu yang teramat besar.

Pengarang menggambarkan cara mendidik yang sangat unik dan membekas dihati anak, tidak perlu memukul dan memarahi habis-habisan cukup dengan tindakan sederhana. Seperti Mamak yang menghukum Burlian dan Pukat tanpa kata-kata dan pukulan tetapi hanya menyuruh mencari kayu bakar naik gunung dengan hanya berbekal nasi tanpa lauk. Sehingga anak-anak itu sadar denagn sendirinya bahwa membolos sekolah itu adalah perbuatan yang salah.

Alur cerita novel ini sangat mudah difahami dengan bahasa yang ringan dan menyenangkan. Pengarang dapat membawa kita seakan kita mengenal Burlian dan ikut terbawa setiap suasana, baik seang, haru, sedih dan sebagainya.Hal-hal sederhana dalam cerita novel ini mempunyai nilai tersendiri yang dapat dijadikan pelajaran. Mengajarkan tentang kesederhanaan,kejujuran, keikhlasan, kasih sayang dan kerja keras dalam hidup. Novel ini juga menggambarkan bagaimana besarnya cinta orang tua terutama ibu tercinta.

Baca Juga: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Kekurangan Novel Burlian

 Pada awal cerita ada bagian-bagian yang kurang gereget dan ada perasaan sedikit membosankan saat membacanya.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *