RESENSI NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY

Resensi

RESENSI NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY

Identitas Buku

Judul Buku                    : Cinta Suci Zahrana

Nama Pengarang         : Habiburrahman El-shirazy

Tahun Terbit                 : Cetakan ke- 2, November 2013

Nama Penerbit             : Pondok Pesantren Basmala

Tempat Terbit               : Jawa Tengah

Tebal Buku                   : 284 Halaman

ISBN                            : 978-602-98221-6-8

 

Didalam novel ini banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil hikmahnya, sebagai suatu gambaran kehidupan yang tidak selamanya mulus, pasti akan ada rintangan dan halangan yang akan membuat hati seorang insan itu akan menjadi semakin kuat atau lemah, tergantung dari cara pandang orang yang mengahadapi setiap permasalahan itu.Selain itu di dalam novel ini banyak kata-kata mutiara yang memberikan makna mendalam yang dapat membangun jiwa pembacanya.

Setiap novel yang ditulis oleh novelis nomor satu di Indonesiaa ini selalu dapat menyentuh hati pembacanya, inilah salah satu kelebihan dari novel- novel yang yang ditulis oleh Habiburrahman El-Sirazy atau yang akrab dipanggil Kang Abik. Selain itu novel ini tidak mudah ditebak akhir atau endingnya, karena siapa sangka bahwa yang menjadi suami dari Zahrana adalah mahasiswa bimbingannya sendiri.

Novel Cinta Suci Zahrana merupankan novel yang mencoba menyampaikan bagaimana Islam memandang fenomena wanita yang terlambat menikah. Karena selalu fokus terhadap karirnya dibidang akademik, dan prestasi yang diraihnya selalu mendapatkan penghargaan baik dalam negeri maupun luar negeri, karena prestasinya tersebut ia diangkat menjadai salah satu dosen tetap disalah satu perguruan tinggi swasta di Semarang tepatnya di Universitas Mangunkarsa tanpa harus melamar terlebih dahulu.

Dewi Zahrana adalah tokoh utama dalam novel ini, merupakan seorang wanita yang senang dengan ilmu pengetahuan, sehingga ia tidak pernah merencanakan tentang masa depannya sebagai seorang wanita yang harus menikah dan memiliki anak. Ia selalu bergulat dengan buku, tulisan-tulisan dan meraih prestasi dalam bidang akademik. Sehingga ia selalu mendapatkan penghargaan- penghargaan. Akan tetapi penghargaan-penghargaan dan kebanggan yang didapat dari orang sekitarnya tidak serta merta membuat kedua orang tuanya ikut antusias atau merespon dengan baik melihat putrinya Dewi Zahrana menjadi bintang karena prestasi yang diraihnya. Hal ini terjadi karena kedua orang tuanya, menginginkan Zahrana cepat menikah dan memberikan cucu pada usia senjanya, terlebih Zahrana sudah memasuki usia yang tidak produktif lagi, bahkan banyak yang megatakannya sebagai perawan tua. Orang tuanya sudah tidak mengingkan anaknya terus-terusan bersenang dengan penghargaan itu sehingga melupakan prestasinya dalam membina rumah tangga.

Dalam novel ini, terlihat konflik batin yang dialami oleh Zahrana dalam menghadapi kemauan orang tuanya untuk segara menikah. Diusianya yang ke-34 tahun tidak mudah menemukan jodoh yang seimbang dengannya. Walaupun ada yang seusia palingan sudah menikah dan memilliki anak atau lebih memilih perempuan yang jauh lebih muda. Setiap kesulitan dan permmasalah yang dihadapainya selalu ia ceritakan kepada sahabatnya Nina. Setelah menceritakan permasalahnya maka ia akan merasa lebih tenang.

Dalam konflik batin yang ia alami, dan permasalah yang datang kepadanya ia selalu bisa mengatasinya, salah satunya ialah ketika dilamar oleh pak Karman dekan fakultas teknik tempatnya mengajar, ia mengetahui bahwa pak Karman memiliki moralitas dan akhlak yang tidak baik, hal ini ia ketahui dari mahasiwa maupun orang yang pernah memergokinya di salah satu café dengan mahasiswinya, selain itu saat ia sudah melakukan acara persiapan pernikahan dengan Rahmad yang sebelumnyua setelah menolak lamaran dari orang-orang yang tidk cocok dihatinya, calon suaminya meninggal ditabrak kereta api, dan dua hari setelah calon suaminya meninggal kemudian ayahnya. Namun pada akhirnya semua permasalahn yang ia hadapai dengan tabah, sabar dan ikhlas dibalas oleh Allah dengan sebaik-baik balasan. Akhirnya ia menemukan jodohnya yaitu salah satu mahasiswanya yang bernama Hasan, usianya dengan zahrana hanya terpaut 4 tahun. Hasan adalaa sosok laki-laki yang memiliki perangai dan akhlak yang baik, serta pemuda yang soleh. Atas dasar itulah Zahrana mau dipersuntig oleh mahasiswanya itu yang saat ini sudah mendaftar S2 di USM (Unversitas Sains Malaysia ). Dan ia menjadi pendamping dan suami yang setia dan menerimanya degan penuh kasih sayang.

Setiap novel pasti ada kelemahan dan kelebihan, adapun kelemahan dari novel ini adalah bahasa ilmiah tentang dunia arsitek itu sendiri tidak digali secara mendalam sebagai keahlian dari tokoh utama Zahrana, Kalau pun ada hanya sedikit dan sangat kurang. Hanya sekilas saja. Ini lebih banyak membahas konflik kehidupan pribadi Zahrana yang telat menikah. Selain membahas tentang konflik kehidupan zahrana, novel ini juga sedikit membahas tentang latar yang terdapat dalam novel ini, yaitu Cina. Serta tidak membahas lebih banyak tentang Tokoh Hasan sebagai orang yang mencintai Zahrana secara diam.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *