RESENSI NOVEL DALAM MIHRAB CINTA

Buku, Resensi

RESENSI NOVEL DALAM MIHRAB CINTA

RESENSI DALAM MIHRAB CINTA

Di dalam Novel ini diceritan tentang  perjuangan hidup seorang pemuda yang bernama Syamsul Hadi di mana dia adalah siswa pondok pesantren yang harus terhenti karena di fitnah oleh temannya sendiri, Syamsul sungguh sangat kecewa dengan itu semua dalam hati Syamsul berkata memang bahwasanya fintah lebih kejam dari pada pembunuhan. Dari itu Syamsul merasakan kekecewaan yang sangat mendalam bukan hanya hujatan dari petinggi – petinggi pondok, teman – temannya, tapi hujatan dari keluraga yang benar- benar membuat Syamsul terpukul sehingga dia dikeluarkan dari daftar keluarganya sendiri.

Hingga pada  saat Syamsul memutuskan untuk pergi dari rumah  dia bertekat bahwa dia tidak akan kembali jika dia tidak sukses dan bisa membangakan keluarganya. Pada saat awal keperginya Syamsul, Syamsul sempat putus asa sehingaa dia melakukan pekerjaan yang awalnya membuat Syamsul terpuruk. Tetapi ALLAH itu memang tidak tidur dan adil melihat umatnya yang sedang kesusahan dari awalnya  pekerjaan yang tidak baik menjadi sebuah jalan yang membuat Syamsul bertobat dan mendapatkan hidayah yang sangat – sangat membuat kehidupan Syamsul berubah terbalik.

Pada awal perubahan nasib Syamsul, Syamsul sempat tidak percaya apakah dia bisa atau tidak dengan semua yang telah di lakukan sekarang,pada saat itu degan pengalaman saat di pondok pesantren dia mencoba menjadi guru mengaji itu lah titik terbukanya pintu rizky yang diberikan ALLAH  kepada Syamul.Pada saat itu dari semua kejadian yg telah di alami Syamsul, itu semua  dijadikan guru toladan yang membuat Syamsul belajar arti sebuah perjuangan hidup bahwasanya seseorang harus dapat mengambil keputusan yang tegas, lugas, dan dapat bermanfaat untuk hidupnya kedepan, karena roda kehidupan terus berputar dan mengubah semua nasib seseorang yang tidak akan diketahui kedepanya.Sehingga dari semua kejadian yang Syamsul alami  pada akhirnya berakhir dengan dia menjadi Ustad yang terkenal walau pada awalnya Syamsul hanya bermodalkan nekat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *