Resensi Novel Dalam Mihrab Cinta

Buku, Non Fiksi, Resensi

Film+Dalam+Mihrab+Cinta+%2528DMC%2529

 

1. Identitas Buku
Judul : Dalam Mihrab Cinta
Penerbit : Ihwah Publishing House
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Kategori : Novel Islami
Jumlah Halaman : vi + 270 halaman
Cetakan : I, Desember 2010
ISBN : 978-602-98221-4-4
Harga : Rp. 50.000,

2. Resensi
Novel Dalam Mihrab Cinta ini merupakan novel novelis muslim nomor satu Indonesia, Habiburrahman El Shirazy. Dan telah diluncurkan di penghujung bulan Desember pada tahun 2010 lalu. Novel ini juga telah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pula. Dibintangi oleh Dude Harlino, Asmiranda, dan Meyda Sefira. Dengan tebal buku 270 halaman, novel ini menyajikan versi lengkap dari kumpulan ringkasan novel atau novelet dengan judul buku yang sama pula dan telah diterbitkan tahun 2007 lalu.

Novel ini bercerita tentang perjalanan kehidupan tokoh utama yaitu Syamsul Hadi. Seorang anak saudagar batik dari Pekalongan yang hidup berkecukupan. Syamsul tergolong anak pandai dan cerdas, ia siswa terbaik di sekolahnya. Terbukti selama SMA ia dikenal sebagai jagonya matematika dan memenangkan Olimpiade Matematika Tingkat SMA se-Jawa Tengah. Bahkan ada dua perguruan tinggi negeri terkemuka di Semarang menawarinya beasiswa setelah ia memenangkan lomba tersebut. Namun, ia justru memilih jalur yang sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh seluruh anggota keluarganya, yaitu memilih nyantri di sebuah pondok pesantren.

Ayahnya sangat murka dan kecewa dengan keputusan sang anak. Sejumlah dana sudah disiapkan jika saja ia mau kuliah mengambil jurusan matematika, akuntansi atau ekonomi. Namun Syamsul melihat matematika tidak lagi menjadi tantangan mengasyikkan bagi dirinya. Ia butuh sebuah tantangan baru. Hingga akhirnya ia memilih nyantri di pondok pesantren Al Furqan, Pagu, Kediri ketimbang menuruti kehendak sang ayah agar kuliah selepas SMA.

Di pesantren, prestasi Syamsul terbilang sangat cemerlang, ia bisa melompat kelas berkali-kali guna mengejar ketertinggalannya. Tetapi seperti kata pepatah, jika kehidupan ini ibarat sebuah roda. Kadang di atas dan kadang di bawah. Begitu pula dengan kehidupan Syamsul. Akibat fitnah pencurian dari teman sekamarnya, Burhan, dirinya harus babak belur dihajar seluruh penghuni pondok dan diusir dari pesantren tempatnya menimba ilmu. Ia merasa dizalimi dan tidak terima atas perlakuan tidak adil tersebut. Belum lagi hukuman tazir dari pesantren yang ia terima, rambutnya harus rela digunduli dihadapan seluruh penghuni pesantren. Hatinya sangat hancur, apalagi tekanan dan ketidakpercayaan dari pihak keluarganya. Berkali-ia ia mencoba meyakinkan keluarganya, berulang kali pula cibiran dan hinaan ia dapatkan. Hingga akhirnya ia pergi meninggalkan rumah dan keluarganya. Menurutnya apalah arti hidup ini jika keluarga sendiri sudah tidak mempercayainya.

Dengan gayanya yang khas, Kang Abik (panggilan akrab penulis) membius para pembaca dengan berbagai sisi kehidupan Syamsul. Mulai dari sisi kelamnya hingga sisi kebangkitan hidupnya dari seorang pencopet menjadi seorang guru ngaji, hingga akhirnya menjadi seorang dai muda kondang. Seperti novel-novel pembangun jiwanya yang lain, dengan sangat lugas dan sederhana penulis mampu memperkenalkan adab pergaulan secara islam kepada para pembaca setianya tanpa kesan menggurui. Ditambah lagi dengan hadirnya dua orang sosok wanita yang hadir di tengah-tengah pelaku utamanya. Zidna Ilma atau Zizi putri dari Kiai Baejuri, pengasuh pesantren Al Furqan, Pagu, Kediri dan Silvie, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas indonesia, putri dari Bapak Heru, pengusaha travel dengan cabang hampir seluruh kota besar di Indonesia.

3. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Kelebihan :
Mencontohkan hal-hal yang positif dan sesuai dengan kaidah Islam. Mengajak para pembaca untuk sadar dan dapat menjalankan syariat Islam dengan benar. Selalu berfikiran positif dalam menghadapi masalah dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Mencontohkan betapa pentingnya hidup dengan kesabaran dan kerja keras
Kekurangan :
Novel ini bisa dibilang mahal harganya dan desain cover novel ini tidak terlalu menonjol(buram).

4. Komentar
Membaca novel ini dapat kita ambil pelajaran sekaligus kesimpulan bahwa lingkungan mempunyai pengaruh besar untuk membentuk pribadi seseorang. Pada mulanya tokoh utama yaitu Syamsul Hadi hanya difitnah maling oleh temannya yaitu Burhan, namun kemudian lingkungannya mengiyakan hal tersebut, bahkan keluarga yang ia andalkan pun ikut mempercayai fitnah itu. Tokoh utama merasa tidak tahan, dan akhirnya ia menjadi copet sungguhan sampai pernah mendekam di penjara. Namun, ketika lingkungan menganggap di adalah seorang ustad semenjak menjadi guru mengaji seorang anak kecil, maka jadilah ia seorang ustad, bahkan tenar sampai masuk pada program religi sebuah stasiun televisi. Jadi, lingkungan mempunyai peran penting dalam membentuk Pribadi seseorang.

5. Penutup
Novel Dalam Mihrab Cinta ini sangat bagus dan layak untuk dibaca karena memberikan pelajaran kehidupan. Banyak hikmah serta manfaat yang dapat kita petik untuk dijadikan pedoman hidup kedepan.
Buku ini benar-benar layak untuk kita pelajari dan kita anut karena isinya mengajak para pembaca untuk selalu menuju jalan yang benar dan senantiasa bersabar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *