RESENSI NOVEL “THE LAST SAMURAI” KARYA JHON MAN

Buku, Resensi

RESENSI NOVEL THE LAST SAMURAI KARYA JHON MAN

Judul novel : The Last Samurai ( Epos mengesankan tentang samurai terakhir sang pahlawan pemberontak)

Penulis : Jhon Man

Penerjemah : Ratih Ramelan

Penerbit : Pustaka Alvabet Anggot IKAPI

Jumlah halaman : 369

Tahun terbit : 1, April 2012

Sinopsis :

21 October 1600 di Sekigahara, Tokugawa Ieyasu mengalahkan aliansi barat dengan musket (senjata api generasi pertama) dan dengan demikian menjadi daimyo (penguasa daerah) terkuat dan mengontrol Jepang. Tahun 1603, Kaisar Goyozei menganugerahinya jabatan Shogun, dan dimulailah Tokugawa Shogunate.

Tokugawa Ieyasu menyelesaikan dan menerapkan caste system yang dimulai oleh Toyotomi Hideyoshi. Samurai paling atas, diikuti dengan petani, artis, dan terakhir paling bawah dan selalu dihina adalah pedagang. Sebelumnya Toyotomi Hideyoshi telah melarang siapapun selain samurai untuk membawa pedang. Setelah kemenangannya, Tokugawa Ieyasu memerintahkan pembakaran senjata api dan menutup jepang dari dunia. Semua ini untuk menjamin kontrol dipegang oleh Shogun yang merupakan tingkat samurai tertinggi.
Seperti legenda King Arthur and Knights of Round Table yang memiliki idealism tentang chivalry (kepahlawan satria), samurai mendambakan hidup sesuai bushido. Loyalty (kesetiaan), Honor (kehormatan), dan Patriotism. Kesetiaan pada kaisar, kehormatan / kemurniaan tindakan, dan patriotisme pada negara.

Dalam kenyataannya samurai hidup bermabuk-mabukan, tidak pernah bekerja, bertindak seenaknya, tidak menghargai kaisar, dan menyengsarakan rakyat jelata. Rakyat umum dan grup yang setia pada kaisar menunggu saat untuk memberontak yang tiba berupa Admiral Perry yang membuka paksa Jepang pada tahun 1853.

Saigo Takamori dilahirkan di Satsuma (Jepang selatan) pada tahun 1832 di keluarga pembantu rendahan. Dari awal ia telah terjun di gelanggang politik dan terkenal dengan opini extremenya tentang kedaulatan mutlak kaisar. Tahun 1858, karena suara kerasnya, ia dikucilkan ke pulau Oshima (Satsuma). Di mana ia berusaha untuk bunuh diri tapi gagal.

Enam tahun kemudian tahun 1864, ia diijinkan kembali ke pusat untuk melatih pasukan Satsuma. 1867 perang pemberontakan besar meletus. Meiji Restoration. Yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Edo dan Tokugawa Shogunate, dan mengembalikan kekuasaan pada kaisar saat itu, Kaisar Meiji. Saigo Takamori berperang gigih di pihak kaisar. Atas jasa-jasanya, Saigo Takamori dianugerahi jabatan penasehat kaisar dalam pemerintahan baru.

1873 ia mengusulkan perang melawan Korea dan ditolak oleh anggotak council lain yang telah mengunjungi eropa. Di mana mereka melihat besarnya jurang yang memisahkan Jepang dan negara modern. Jepang tidak dapat bertahan lama tanpa modernization dan industrialization secepatnya. Samurai sebagai group yang sama sekali tidak produktif harus segera digantikan oleh yang lain kalau Jepang ingin mengejar.

Setelah usulnya ditolak, Saigo meninggalkan council dan selama empat tahun melatih pasukannya. Tahun 1877, ia memimpin pemberontakan Satsuma. Di satu pihak pemerintahan Meiji dan dipihak lain samurai caste.

Setelah beberapa bulan berperang melawan Imperial Army yang terdiri dari rakyat jelata bersenjata modern, para samurai mundur pulang. 14 September 1877, mereka habis terbunuh hampir tiba di kampung halaman. Saigo Takamori mengakhiri nyawa sendiri.

Kelebihan :

Adapun kelebihan dari isi novel The Last Samurai ini adalah sebagai seorang pemimpin dari samurai terakhir yang sangat mengesankan karena sang samurai terakhir menjadi pahlawan pemberontak demi menjaga sebuah teradisi seorang samurai yang seharusnya mempertahankan harga diri dari para samurai tersebut. Bahwa seorang pemimpin yang di khianati oleh negara lain seperti Amerika, pemimpin samurai harus menjaga kehormatannya sebagai pahlawan, kalaupun pada akhirnya di hukum mati (seppuku) demi pemberontakan yang dilakukan karena membela kebenaran.

Kekurangan :

            Adapun kekurangan pada novel The Last Samurai ini adalah adanya kata-kata yang sulit di mengerti oleh orang yang masih awam tentang bahasa yang digunakan di dalam novel tersebut, karena sebagian besar menggunakan bahasa jepang dan inggris. Dilihat dari segi nama, tempat, dan kata-kata yang menggunakan bahasa inggris.

           


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *