Resensi Novel Merpati Tak Pernah Ingkar Janji

Resensi Novel Merpati Tak Pernah Ingkar Janji

Non Fiksi, Buku, Resensi

Resensi

Gadis Suci Ayah

Judul novel      : Merpati Tak Pernah Ingkar Janji

Penulis             : Mira W

Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit     : 2003

Tebal               : 192 halaman, 18 cm

Sinopsis

Novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yang bernama Maria. Sejak kecil hidupnya telah dipersembahkan untuk menjadi seorang biarawati sebagai penebus kesalahan yang telah dilakukan ayahnya. Kesalahan karena telah menikahi seorang calon biarawati yang tak lain adalah ibu Maria sendiri. Ibunya telah meninggal sejak ia baru dilahirkan.

Maria kecil tak mempunyai teman, ia hanya diam saja di rumah. Untuk belajar ia tak perlu pergi ke sekolah karena ayahnya mendatangkan guru privat, belajar sendiri tanpa adanya teman sebaya untuk berbagi. Hal itu dilakukan ayahnya karena tak ingin kesucian Maria ternodai dengan pergaulan di dunia luar yang semakin keras.

Perhatian yang lebih ketat dilakukan lagi oleh ayahnya ketika Maria menjadi siswa di sebuah SMA khusus putri. Maria didaftarkan oleh ayahnya di sekolah yang dipimpin oleh suster Cecilia, tentunya ayah Maria telah mengenal suster Cecilia dan mengetahui betul bagaimana sekolah itu. Maria awalnya tak ingin sekolah di sana, ia merasa berbeda dari teman-temannya yang lain.

Minggu-minggu pertama sekolah, Maria diplonco habis-habisan oleh teman-temannya. Saat itu ia merasa ayahnya telah memilih sekolah yang salah untuk dirinya. Namun, Maria senang dapat sekolah di sana karena ia mendapatkan teman walau sedikit nakal dan guru yang banyak sehingga ia mendapat ilmu yang luas. Maria juga mempunyai bakat bermain bola voli. Ia pun berkesempatan untuk membela regu sekolahnya dalam sebuah pertandingan dan regu sekolahnya pun menang.

Sebelum sekolah, Maria tidak mempunyai teman seorang pun apalagi teman lelaki. Tetapi usai pertandingan bola volli yang dimenangkan oleh regunya, ia mendapat ucapan selamat dari seorang lelaki yang bernama Guntur. Guntur menyentuh area terlarang di dada Maria. Entah itu disengaja atau tidak. Namun, membuat Maria tak kepalang kaget sehingga ia berlari menjauh dari kerumunan. Setelah kejadian itu, Guntur selalu berada di depan gerbang sekolah Maria setiap pagi dan sepulang sekolah untuk meminta maaf pada Maria. Namun, Maria selalu menghindar. Ia takut jika ayahnya mengetahui apa yang telah terjadi padanya.

Kini Maria telah mendapat perlakuan yang baik dari teman-temannya. Bahkan Maria diberikan baju dan diajarkan mempercantik diri. Kebetulan ayahnya hendak pergi ke luar kota, Maria memiliki kesempatan menghadiri pesta ulang tahun Rena. Elita, temannya yang paling baik berjanji untuk datang menjemputnya. Lama Maria menunggu tetapi Elita tak datang juga, Gunturlah yang datang menjemputnya. Untuk pertama kalinya Maria datang ke pesta.

Kebiasaan ayahnya yang selalu memeriksa segala sudut kamar Maria membuatnya mengetahui apa yang telah dilakukan Maria. Ayahnya memukul Maria bahkan tak membolehkannya pergi sekolah lagi. Ayahnya pun bersikeras untuk memasukkan Maria ke dalam biara waktu itu juga. Namun, usia Maria masih muda. Tak tahan dengan perlakuan ayahnya selama ini, Maria memilih meninggalkan rumah hingga ia ditemukan pingsan di dekat biara samping sekolahnya. Ia dilarikan ke rumah sakit.

Guntur awalnya hanya ingin mempermainkan hati Maria. Namun, ketika teman-teman Guntur hendak mempermalukan Maria, cepat-cepat Guntur melindungi gadis itu dan membawanya kembali ke rumah sakit. Setelah peristiwa itu, Guntur memiliki perasaan yang berbeda terhadap Maria, Guntur mulai menyayangi calon biarawati itu. Hingga akhirnya Maria harus meninggalkan rumah lagi. Guntur masih memikirkannya dan ia pun menjadi sasaran ayah Maria. Guntur dituduh telah menyembunyikan Maria. Guntur pun mendapatkan timah panas yang sebenarnya ditujukan kepada ayah Maria oleh teman Guntur. Namun, Guntur menyelamatkannya.

Kini Maria telah menjadi seorang biarawati. Keinginan ayahnya untuk menjadikan ia sebagai penebus dosa kepada Tuhan telah tercapai. Mereka dipertemukan kembali ketika Maria telah menjadi seorang suster di sebuah rumah sakit kecil yang didirikannya. Ketika terjadi sebuah kecelakaan di mana sebuah jembatan ambruk dan salah satu korbannya adalah ayah Maria. Ayahnya pun menghembuskan napas terakhir dipangkuan Maria. Di rumah sakit itu telah hadir pula seorang insinyur yang membangun jembatan itu dan tak lain adalah Guntur. Maria dan Guntur tertegun untuk waktu yang cukup lama. Mereka tak menyangka akan dipertemukan lagi saat Maria sudah menjadi seorang biarawati.

Kelebihan

Novel ini menggunakan bahasa yang cukup sederhana. Sehingga tidak membuat pembaca merasa bingung dengan bahasa yang digunakan. Penggunaan gaya bahasa yang menarik membuat pembaca tidak cepat bosan. Ceritanya yang tidak mudah ditebak, selalu ada hal yang tidak terduga. Mengandung nilai-nilai kehidupan, yakni bagaimana cara mendidik anak yang seharusnya tak dilakukan seperti cerita dalam novel ini.

Kekurangan

Novel ini menggunakan kata-kata yang vulgar meski tak terlalu banyak. Oleh karena itu, sebaiknya novel ini tidak diberikan untuk dibaca kepada anak-anak di bawah umur agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Akhir dari cerita yang kurang bahagia karena mereka tidak bisa menikah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *