resensi novel perempuan rusuk dua karya salman faris dan eva nourma

RESENSI NOVEL PEREMPUAN RUSUK DUA

Resensi, Buku

Identitas Novel Perempuan Rusuk Dua

Judul                            : Perempuan Rusuk Dua
Pengarang                    : Salman Faris dan Eva Nourma
Penerbit                       : Mahkota Kata
Kota Terbit                  : Yogyakarta
Tahun Terbit               : 2009
Cetakan                      : Pertama, April 2009
Jumlah Halaman        : 448 halaman

 

Jejak Tak Pernah Henti Sampai Pun Menjejak Kembali

Lombokku: Mampukah Kau Merangkul Rembulan dan Matahari Padahal Kau Tertidur. (Salman Faris & Eva Nourma)

Sinopsis Novel Perempuan Rusuk Dua (as the former Sasak woman)

Novel Perempuan Rusuk Dua mengambarkan kekuatan seorang perempuan Sasak yang terlukis bagai gunung rinjani yang mengangkang dan dijaga keperawanannya oleh alam Dewi Anjani, tidak bisa tangan jahil merusak keperawanannya, tidak bisa didaki oleh mereka yang tidak punya niat tulus, konon ceritanya, kalau orang mendaki dengan niat buruk maka tidak bisa sampai dipuncak rinjani, begitu juga tidak bisa mandi di segara anak yang dipercaya mempunyai seribu macam khasiat.

Ya, itulah Zippora Mauritania seorang perempuan cantik yang berasal dari keluarga berpendidikan. Sosok wanita yang tidak bisa menikmati manisnya cinta dengan sepenuhnya, karena dia keburu dinikahkan dengan seorang bangsawan yang mengaku diri bangsawan Sasak tulen, sungguh pernikahan ini diluar dugaan Zippora.

Zippora harus bertekuk lutut pada perjodohan yang disepakati orang tuanya, dan Zippora menuruti kehendak orang tuanya walau seribu rasa penolakannya, tetapi demi kebahagian orang tuanya, perempuan tulen Sasak harus bertemu dalam satu syahadat dengan Lalu Ginawang, yang digambarkan karakternya seorang yang sangat piodal dengan gelar kebansawanannya.

Walaupun mereka sudah sepuluh tahun menikah, Zippora merasa dirinya laksana burung di dalam sangkar emas. Dia tidak pernah merasakan kebahagiaan yang hakiki karena sikap dan perlakuan suaminya yang senantiasa mau menang sendiri karena terlalu mengedpankan gelar kebangsawanannya sehingga Zippora tidak sedikit pun memiliki kebebasan hidupnya diatur dan dikekang oleh sifat otoriter suaminya.
Tetapi demi menjaga perjodohannya dia rela menahan semua gejolak jiwanya yang ia telan sendiri, pada puncak perlawanannya dan kebosonannya Zippora mengusulkan dirinya langsung melaksanakan program yayasannya yang kebetulan didanai oleh suaminya dan tidak sedikit juga berasal dari orang tua Zippora, program yayasanya fokus di Serewe, kemudian di sana ia bertemu dengan Gersom Midian.

Gersom adalah seorang laki-laki Sasak tulen yang mengabdikan hidupnya untuk kepentingan rakyat. Gersom sosok lelaki yang dikagumi oleh masyarakat Serewe, ia adalah sosok yang membela hak-hak rakyat yang dirampas oleh pihak yang berkuasa, yang mana tanah-tanah di bagian Lombok Selatan menjadi sebuah sengketa yang berkepanjangan antara rakyat jelata dan mereka yang memiliki harta dan keuasaan.

Kemudian hadirlah Zippora sebagai patner kerja Gersom, banyak masyarakat yang mengangumi kecantikan Zippora, dan di Serewelah Zippora benar-benar menemukan kemerdekaan dirinya, dia bergaul dengan masyarakat sambil didampingi oleh Gersom, pada akhirnya Gersom dan Zippora bertaut hatinya, Zippora seorang yang sudah bersuami dan Gersom Sorang yang masih lajang, tapi Zippora sendiri memberikan rasa itu mengalir kepada Gersom karena hanya diwajah Gersom dia melihat laki-laki Sasak sejati yang telah mengajarkannya banyak hal tentang kemerdekaan dirinya, Gersom juga demikian dia melihat Zippora sebagai perempuan Sasak sejati yang sangat kuat ingin menemukan kemerdekaannya, kemudian pergumulan cintapun terjadi antara mereka, ia melawan takdir, demi cinta mereka, ia memperjuangkan cinta untuk kemerdekaannya bukan atas dasar cinta yang sempit, Zippora masih menjalin hubungan yang sah dengan lalu ginawang walau berpuluh tahun sudah menikah tapi Zippora masih terjaga keperawanannya karena Lalu ginawang memiliki kelainan seks, sering Zippora dipaksa untuk mengikuti nafsu seksual lalu ginawang yang membuat Zippora sangat sakit.

Satu ungkapan Gersom mengambarkan kesadaran dirinya “Aku tidak berpikir soal salah dan benar, Zippora. Karena kamu takdir. Kita adalah satu jalan kemestian. Kita tidak berdiri antara suku dan agama dalam soal cinta. Karena hati tidak pernah mengajarkan dusta. Kemudian dijawab oleh Zippora; ”Kenapa kamu masih bicara salah dan benar ? aku mengira kamu telah melupakannya sejak kamu menciumku pertama kali. Kamu tahu artinya itu Gersom? Tidak mudah melakukan itu padaku, kepada perempuan bersuami, tapi saat ciuman itu aku bertaruh pada diriku sendiri, apapun akhirnya aku merasakan cinta.”

Jelas betul kesadaran Gersom ditengah perjalanannya dengan Zippora ia pernah berdoa “Aku seperti tidak melakukan kesalahan Tuhan. Untuk salah satu perempuan tercantik yang pernah Kau ciptakan, apa yang tidak mungkin dari seorang aku? Bahkan dosa pun terasa surga. Namun jika kau nilai ini kesalahan, janganlah ia sebesar kesalahan yang kau bebankan kepada laki-laki yang telah membuatnya teraniaya.
Tuhan aku ingin memertanggungjawabkan hubungan ini dihadapanMu atas nama cinta, dan pembelaanku atas keindahan yang Kau ciptakan. Dan dibalik semua itu, aku mengalami hal yang berat. Kenapa mesti pada perempuan terindah itu, yang sudah terasuki surganya oleh orang yang berbeda, aku membuktikan aliran darahku kepada gumi tempat kau lahirkan aku, aku bergantung pada-Mu, tuhan atas dasar kesalahan dan kebenaran. Karena dalam hal ini aku tidak mengenal dan mengetahui keduanya. Yang kutahu, hanya aku sedang memberikan pembelaan (perempuan rusuk dua :436)

Sebenarnya Gersom juga sudah memiliki tunangan, seorang wanita keturunan Cina yang bermukim di Ampenan yang bernama Tan Rianti Mey, yang akrab dipanggil Rianti. Terjadilah sebuah cinta segitiga antara dirinya dan Zippora terhadap lelaki Sasak sejati. Walaupun dirinya lebih dahulu kenal dengan Gersom, tetapi ia memberikan kesempatan bagi Zippora untuk merasakan cinta dari Gersom.

Rianti ingin menjadi Cina lokal bukan cina Semarang, dia bangga dengan orang tuanya yang berjuang sendiri yang tidak membagakan dari mana muasal ia datang, hal itulah yang yang membuat tekad rianti makin kuat untuk menjadi cina Lombok.

Di akhir cerita akhirnya rianti menjadi pendamping hidup Gersom, terwujudlah segala impiannya untuk menjadi wanita Sasak, sementara Zippora telah kembali ke pelukan suaminya, menempuh bahtera hidup.

Kelebihan

Sungguh novel yang sangat menggugah perasaan dan mampu memberikan imaji yang sangat kuat kepada para pembaca. Membaca novel ini seolah-olah anda di ajak untuk berpetualang menembus batas ruang dan waktu mengenai kehidupan dan kebudayaan Lombok.

Adapun kelebihan novel ini akan saya akan saya berbagai sisi, di antaranya, dari sisi judul, tema, gaya bahasa, setting, dan amanat.

Pertama, dari segi judul; pengarang mampu menarik minat pembaca untuk segera membaca novel in, hanya dengan melihat judulnya saja. Betapa tidak judu novel ini terlihat sangat abstrak dan menimbulkan rasa bertanya-tanya. “Perempuan Rusuk Dua” sebuah judul yang unik dan mengandung unsur filosofis yang mesti diketahui maknanya, sedangkan maknanya sendiri berada pada novel ini.

Kedua, dari segi tema; secara garis besar novel ini bertema sosial, walaupun di dalamnya diselipkan kisah cinta yang menurut saya romantis dan penuh dengan liku-liku. Tema soial yang terkandung di dalamnya terlihat dari perjuangan tokoh utama Gersom Midian dan Zippora Mauritania memperjuangkan hak-hak masyarakat yang ada di sana yang selama ini terinjak-injak oleh mereka, para penguasa. Tema yang tercermin dalam cerita ini mampu menguak segala rahasia yang terselubung di lombok bagian selatan, terutama dalam hal sosial dan kemanusian.

Ketiga, dari segi gaya bahasa; menurut hemat saya, kedua penulis novel ini memiliki gaya penulisan yang sama. Bahasa yang digunakan sangatlah familiar, walaupun begitu banyak ditemukan istilah-istilah yang berasal dari bahasa sasak akan tetapi istilah-istilah tersebut justru menambah wawasan pembaca mengenai budaya dan latar belakang sosial masyarakat sasak karena istilah-istilah tersebut selalu disertai dengan penjelasan yang panjang lebar. Bahasa yang digunakan penyair dalam mendeskripsikan setting, tokoh, maupun suasana sangatlah apik, sehingga imaji pembaca menjadi sangat tajam dan seolah-olah mampu menangkap semua yang dilukiskan di dalam cerita.

Keempat, dari segi setting; setting yang diciptakan oleh kedua penyair sangatlah mendalam, mereka mampu mendeskripsikan dan menjelsakan latar belakang tempat, budaya, dan kehidupan sosial yang ada pada masyarakat lombok bagian selatan secara tepat. Hal ini dikarenakan kedua penyair merupakan warga lombok asli, sehingga mereka mampu memberikan gambaran yang sangat detail akan hal-hal di atas.

Kelima, dari segi Amanat; amanat yang hendak disampaikan oleh penyair terutama berupa kepedulian sosial. Melalui novelnya, penyair hendak memberikan kritik sosial kepada para penguasa yang solah-olah menutup mata akan penderitaan rakyatnya terutama yang ada di lombok selatan. Dan dalam hemat saya, penyair berhasil menyampaikan pesan yang ia inginkan. Sehingga siapapun yang membaca novel ini akan berkontemplasi mengenai kenyataan pahit yang dialami oleh rakyat sasak yang ada di lombok selatan.

Kekurangan 

Ada beberapa hal yanag menurut saya merupakan kekurangan dari novel ini, yakni:

  1. Novel ini mengandung cerita yang bertentangan dengan nilai agama, yang mana dalam novel ini terdapat cerita perselingkuhan yang mengatas namakan cinta. Perselingkuhan panas yang terjadi antara Gersom Midian dan Zippora Mauritania, yang notabenenya sudah bersuami merupakan suatu yang dipandang sah-sah saja oleh penyair dengan mengatas namakan cinta dan kebahagiaan.
  2. Selain mengandung unsur perselingkuhan, novel ini juga banyak menceritakan adegan-adegan “intim” antara para tokohnya seperti Gersom dengan Zippora, Gersom dengan Rianti, dan Zippora dengan suaminya. Hal ini menjadikan novel ini tidak pantas dibaca oleh kalangan di bawah umur,seperti siswa SD, SMP, ataupun SMA. Penyair melukiskan secara ditail adegan-adegan intim sehingga besar kemungkinan akan menimbulkan degradasi moral bagi para remaja dan akan memicu perilaku asusila.

Demikianlah beberapa kelebihan dan kekuragn dari Novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma,semoga dapat menambah wawasan bagi kita semua.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *