RESENSI NOVEL PSIKOLOGI ISLAMI PEMBANGUN JIWA “PUDARNYA PESONA CLEOPATRA”

Buku, Resensi

 

RESENSI NOVEL PSIKOLOGI ISLAMI PEMBANGUN JIWA “PUDARNYA PESONA CLEOPATRA”

 

Cinta tidak menyadari kedalamannya,
sampai saat ada perpisahan
(Kahlil Gibran)

IDENTITAS NOVEL
Judul Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Kota terbit : Jakarta
Penerbit : Republika, 2005
Edisi : Soft cover
Gambar Buku : Lukisan seorang perempuan
Warna Buku : Coklat kehitam-hitaman
Kategori : “novel psikologi islami pembangun jiwa”.
Panjang Buku : 20,5 cm
Lebar Buku : 13,5 cm
Tebal Buku : vii + 111 halaman
Bahasa : Indonesia
Harga : Rp. 25.000

 

            Siapa yang tidak mengenal Habiburrahman El Shirazy. Kang Abik, demikian novelis ini biasa dipanggil adik-adiknya, novelis yang tinggal di Salatiga ini pernah dinobatkan sebagai Novelis No.1 Indonesia oleh Insani Undip Semarang pada 6 Januari 2008. Selain itu sebagian orang mengenalnya sebagai penulis novel best seller berjudul Ayat-ayat Cinta yang dalam waktu tiga tahun sudah menembus oplah sekitar 300 ribu eksemplar. Habiburrahman El Shirazy adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, sutradara dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Diantara karya-karyanya yang telah beredar dipasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta, Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) dan Dalam Mihrab Cinta (2007). Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem.

Masih seperti novel-novel sebelumnya yakni Ayat – Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih (KCB) seri 1 dan II, Habiburrahman El Shirazy masih menghadirkan aura Mesir dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra (PPC) ini. Yakni tentang penghafal Al-Quran, kuliah di Mesir, kisah cinta karena Allah, serta dakwah sepertinya telah menjadi ciri khas yang tak pernah lepas dari karya – karya Habiburrahman El Shirazy yang merupakan penulis novel Best Seller ’Ayat-Ayat Cinta’ ini. Novel mini yang cukup tipis namun begitu sarat akan makna. Jalan cerita yang lebih sederhana tapi terdapat kesan mendalam dan masih mewakili sebutan pada sampulnya yakni “novel psikologi islami pembangun jiwa”.

SINOPSIS

Tak terasa air mataku mengalir, dadaku sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam isak tangisku semua kebaikan Raihana selama ini terbayang. Wajahnya yang teduh dan baby face, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tangisnya mengalirkan perasaan haru dan cinta. Ya cinta iu datang dalam keharuanku. Dalam keharuan terasa ada hawa sejuk turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu, pesona kecantikan Cleopatra memudar…Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku pada Raihana. Membagi rinduku yang tiba-tiba memenuhi rongga dada. Air mataku berderai-derai. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang diiringi derai air mata yang tiada henti menetes di jalanan. Aku tak perduli. Aku ingin segera sampai dan meluapkan semua rasa ini padanya. Padanya yang berhati mulia. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan mengambil nafas panjang dan mengusap air mata. Melihat kedatanganku, ibu mertua serta merta memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis.
“Mana Raihana, Bu ?”
Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
“Istrimu, Raihana istrimu dan anakmu yang dikandungnya!”
“Ada apa dengan dia?”
“Dia….

      Novel Pudarnya pesona Cleopatra ini, menceritakan tentang kepasrahan, cinta kasih, ketulusan, keangkuhan, keegoisan , pergolakan batin yang begitu hebat antara hasrat dan kenyataan yang harus dihadapinya dan penyesalan yang mendalam. Cerita dari novel ini berkisar pada tokoh utama yang begitu tergila-gila dengan kecantikan gadis-gadis Mesir yang dia anggap sebagai titisan Cleopatra, Ratu Mesir pada zaman Romawi. Gadis Mesir dalam angannya begitu cantik sampai-sampai digambarkan bahwa parasnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas Arab, dan bibir merah halus menawan. Jika tersenyum, lesung pipinya akan menyihir siapa saja yang melihatnya. Sementara ia terbang jauh dengan khayalan menikah dengan gadis Mesir suatu saat nanti, ia melupakan istrinya. Ia mengabaikan wanita yang begitu taat dan mencintainya. Raihana adalah wanita yang shalihah dan patuh terhadapnya. Meskipun suaminya memperlakukan Raihana dengan buruk, Raihana tetap setia. Dengan kekuatan do’a yang seallu Raihana panjatkan dalam setiap tahajjudnya, suaminya akhirnya berubah. Dia benar-benar jatuh cinta pada Raihana. Namun sayang, ketika cinta itu tumbuh dan disadarinya, Raihana sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya, cinta memang tidak menyadari kedalamannya sampai saat ada perpisahan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN NOVEL

Kelebihan dari novel ini adalah novel ini tidak hanya berisi tentang sebuah percintaan tapi juga ajaran Islam. Adat istiadat juga tersiratkan dalam novel satu ini. Gaya bahasa novel ini sangat sederhana namun indah dan sarat akan makna. Mudah dipahami oleh semua kalangan. Pengarangnya juga sesekali menggunakan bahasa Jawa yang ringan untuk menampilkan nuansa daerah.
Novel ini cocok atau sangat dianjurkan untuk para pembaca yang menganggap kecantikan adalah segalanya. Novel ini mengajarkan kepada kita bahwa kecantikan bukanlah segalanya, janganlah terpesona hanya karena kecantikan seseorang. Banyak hal yang menarik dalam novel mini ini. Kemampuan pengarang untuk membuat pembaca hanyut dalam emosi para pelakunya dan mampu mengajak kita berkhayal ke negeri Mesir, Andalusia. Jalan ceritanya yang sederhana tetapi menimbulkan kesan yang mendalam. Karya sastra berupa novel mini pertama karyanya ditunjukan untuk menyadarkan pembaca akan kecantikan bukanlah segalanya, terbukti dari kutipan akhir pada novel tersebut “untuk mereka yang menganggap kecantikan adalah segalanya”. Habiburahman menjadi salah satu penulis yang menggunakan karya sastra sebagai alat pendidikan. Nilai pendidikan yang dihadirkan penulis berupa kesetiaan seorang istri terhadap suami yang tidak mencintainya.Raihana sebagai istri si tokoh utama adalah perempuan solehah dan hafal al-quran, hal ini menunjukan nilai-nilai agama yang diangkat pun sangat kental, sehingga penulis mengajarkan bahwa perempuan yang baik adalah perempuan solehah bukan perempuan yang cantik.

Tidak ada sesuatu yang sempurna, begitu pula dengan novel yang satu ini. Ceritanya kurang detail dan masih kurang banyak cerita-cerita menarik yang seharusnya ada dalam novel tersebut. Masih kurangnya teks cerita, agar pembaca dapat lebih benar-benar menghayati. Serta kurangnya penjelasan dari pengarang tentang tokoh utamanya.
Mengacu pada konsep realitas sosial, yaitu memiliki pemikiran, perasaan, dan keinginan yang realistis. Novel ini tidak menunjukan kerelitasan, karena penuh dangan mimpi tokoh utama terhadap ratu Cleopatra, Faktanya impian tokoh utama terlalu mengawang-awang dan tidak konkret, serta tidak mempertimbangkn keadaan geografis dan pola pikir seorang akademisi lulusan mesir. Misalnya pada kutipan “dalam tidur aku bertemu ratu Cleopatra pada suatu pagi yang cerah di pantai Cleopatra, Alexandria.Ia mengundangku makan malam di istananya ‘aku punya keponakan cantik, namanya mona zaki, maukah kau berkenalan dengannya’?ini, aku, dalam hitungan menit saja aku akan menyunting putri tercantik di mesir,” Padahal ia tidak pernah menganal ratu Cleopatra atau pun Mona Zaki sebelumnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *