Resensi Novel Sehangat Coklat di Senja Hari Karya Rizka Amalia

Resensi Novel Sehangat Coklat di Senja Hari Karya Rizka Amalia

Buku, Resensi

Sehangat Coklat di Senja Hari (Resensi Novel Hot Chocolate)

Judul Buku: Hot Chocolate
Penulis: Rizka Amalia
Penerbit: Teen@Noura (NouraBooks)
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 308 Halaman
ISBN: 978-602-7816-43-5

Cinta ibarat coklat yang ketika diseduh dengan air panas, aromanya akan semerbak, hangat, dan menenangkan siapa pun yang meminumnya. Sama seperti hati ketika merasakan cinta. Hati dan cinta akan menjadi perpaduan yang hangat, harum, dan menenangkan.
Novel ini menceritakan sebuah kehidupan tentang seorang gadis yang bernama Kia. Dalam hidupnya, ada tiga hal yang dia sangat sukai, yaitu senja, coklat, dan persahabatannya. Menurutnya coklat panas dan senja merupakan satuan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena dengan cara menikmati senja sambil minum coklat panas akan membuat ia merasa lebih tenang.
Kia memiliki seorang sahabat bernama Bastian. Mereka bersahabat sejak kecil bahkan dari TK sampai SMA pun mereka selalu bersekolah di tempat yang sama. Makanya tak heran kalau mereka selalu bersama. Di mana ada Bastian pasti selalu ada Kia. Kia merasa ada hawa yang berbeda ketika mengobrol dengan Bastian jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Kia akan merasa antusias dan enggak malu untuk mengekspresikan apa pun yang dia inginkan.
Kia juga berasal dari sebuah keluarga broken home. Perceraian kedua orang tuanya telah menimbulkan rasa kecewa pada dirinya. Ditambah lagi ia selalu diremehkan oleh teman-teman Ibunya kalau ia tidak akan menjadi orang sukses. Akan tetapi, Bastianlah yang berhasil meyakinkan Kia agar tidak perlu memikirkannya dan selalu memberikan semangat disaat Kia hampir putus asa dengan berbagai masalah yang ia hadapi.
Bastian selalu punya cara agar Kia up lagi. Bastian, dia selalu berusaha mengerti posisi dan perasaan Kia. Tanpa pernah memaksa Kia untuk menceritakan segala hal yang dirasakannya. Kia sangat bersyukur memiliki sahabat sekaligus bodyguard dan psikolog pribadi terkadang Kia menganggap Bastian dapat menggantikan peran sang Ayah karena Kia merasa aman dan terlindungi disetiap dia bersama Bastian. Ketika bersama Bastian, Kia selalu merasa punya kesempatan untuk belajar menjadi cewek yang lebih kuat dan disiplin.
Disaat Bastian mendapat beasiswa di Malaysia, Kia tak tau harus merasa bangga ataupun sedih. Dia takut akan benar-benar kehilangan Bastian. Ia takut tak ada lagi sahabat yang dapat menemani melihat senja sambil minum coklat panas. Akan tetapi, Kia sadar, ia harus dapat menurunkan egonya karena ia ingin melihat sahabatnya sukses meskipun itu akan membuat ia merasa sedih.
Rasa sedih yang ia rasakan sedikit terobati ketika dia mendapatkan nilai rata-rata UAN yang bagus dan keterima di universitas swasta ternama di Yogyakarta. Menurutnya Yogyakarta merupakan tempat yang cocok untuk menghilangkan rasa sedihnya karena ia merasa kota itu merupakan kota yang tenang.
Di saat Kia merasa sedih karena hubungannya ia dengan Bastian sedang merenggang. Muncul lah sosok Hisyam, cowok kalem asli Yogyakarta. Kia sangat senang punya temen asli Yogyakarta karena Hisyam akan dengan senang hati mengantarkan tempat-tempat yang bagus di kota itu.
Semakin hari, Hisyam semakin dekat dengan Kia apalagi mereka satu kelompok untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hisyam juga telah mempertemukan Kia dengan laut lepas yang ia gunakan untuk menikamati senja dan coklat panas selama KKN berlangsung. Menemani Kia mengerjakan skripsi hingga menemani Kia untuk sidang. Kia menyadari bahwa Hisyam telah menaruh hati kepadanya
Lalu, Apakah Hisyam dapat menggantikan Satria di hatinya Kia?
Penulis menggunakan bahasa-bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para pembacanya. Latar dan alur cerita begitu jelas apalagi penulis menggunakan sudut pandang orang pertama yang mampu membuat pembaca merasa ikut di dalamnya. Selain itu, novel ini mengandung nilai-nilai yang sangat penting, seperti tentang persahabatan, percintaan, semangat, dan impian. Namun, cerita yang disampaikan penulis, cenderung mudah ditebak oleh pembaca. Akan tetapi, kekurangan tersebut dapat ditutupi dengan konfliknya yang menarik. Oleh karena itu, cobalah membaca novel ini dan nikmatilah cerita yang dibawakannya sambil menikmati coklat panas dan di bawah langit senja pasti lebih menyenangkan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *