RESENSI NOVEL SEMESTINYA CINTA tulismenulis.com

RESENSI NOVEL SEMESTINYA CINTA

Resensi

 

IDENTITAS NOVEL

Judul           : Semestinya Cinta

Pengarang : Irfan Journey founder TerimakasihIBU
Penerbit     : QultumMedia
Halaman     : 181 halaman

SINOPSIS

Novel ini mengisahkan tentang perjalanan cinta sejati antara Dalia dan Liem yang berawal dari pertemuan mereka di rumah pamannya Dalia yang bernama La Isa. Awal dari pertemuan itu menumbuhkan rasa cinta di antara mereka. Namun rasa cinta yang tumbuh di dalam hati keduanya mengalami banyak hambatan dan halangan. Kisah cinta yang mulai dijalani oleh Dalia dengan Liem menjadi buah bibir para warga kampung Nongsa karena Liem adalah pemuda berdarah Tionghoa yang muallaf yang ilmu agamanya masih dangkal, sementara Dalia adalah anak gadis dari La Husa, seorang imam masjid kampung Nongsa. Perbedaan di antara keduanya dan ocehan warga kampung Nongsa tentang cinta yang mereka jalin menjadi alasan utama mengapa bapak dari Dalia tidak merestui hubungan mereka. Di samping itu, Dalia juga sudah dijodohkan oleh bapaknya dengan sahabat Liem sendiri yakni Darwis putra dari ustadz Khairul. Namun Delia menolak perjodohannya dengan Darwis. Hal ini membuat bapak Delia menjadi marah bahkan hampir menampar Delia.
Di tengah-tengah kemarahan bapak Delia, Liem masih terus berusaha agar bapak Dalia merestui hubungan Liem dengan Dalia. Liem berusaha untuk mendatangi rumah pak La Husa untuk melamar Dalia namun pak La Husa tetap juga tidak merestui. Pak La Husa menyatakan bahwa ia belum yakin Liem akan bisa membimbing anak putrinya, karena pak La Husa sendiri mengetahui bahwa Liem belum lama memeluk agama islam dan ilmunya tentang agama islam masih dangkal. Mendengar pernyataan pak La Husa, Liem berjanji akan belajar tentang agama islam lebih dalam lagi, bahkan Liem memintak pak La Husa sendiri yang akan mengajarkan Liem ilmu agama. Sejak saat itu, sejak Liem meminta pak La Husa untuk mengajarkannya ilmu agama, Liem dan pak La Husa namapak mulai akrab, pak La Husa sudah bisa berdamai dengan kemarahannya.
Lalu akankah pak La Husa akan terus akrab dengan Liem dan merestui hubungan Liem dengn putrinya ?

KEUNGGULAN NOVEL

Pada novel ini terdapat kata-kata indah yang tidak terlalu sulit untuk dipahami maknanya sehingga pembaca mudah untuk menjadikan novel ini sebagai refrensi berimajinasi.

KELEMAHAN NOVEL

Kelemahan pada novel ini terdapat pada alur yang digunakan yakni menggunakan alur campuran, sehingga saya sendiri sebagai pembaca awalnya merasa bingung dengan jalan cerita dari novel ini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *