Sabda Pendosa

Fiksi, Puisi

asDengarlah…
dia datang perlahan mendekap
merayap hening pikiran dengan dentingan nyaring yang beriring
ting ting     ting ting    ting    ting    ting       t i  n ggg

tingtingtingtingting…
dia adalah apa yang berbicara pada adam tentang penciptaan dan kekekalan serta kekuasaan yang tak dikenal adam pada apa-apa yang hawa inginkan untuk bangkitkan batang hasrat mereka bertemu bergolak menghimpit menjepit saat bulan menyabit luka pada daging-daging yang berbaring mengeliat menikmati setiap peluh dari lekuk tubuh dan nafsu di daging-daging. Anjing!

pada setiap dosa aku sandarkan alasanku berpijak
merangkaki setiap sesal di dinding luka
mengutuk dosa orang-orang buta!
dan dia, terus mendekat tapa menghitung-hitung
siap menggigit dengan taring melumat
siap melenyap dengan sepi yang sangat

ini semua terjadi dalam kitab penciptaan
ayat-ayat yang menjemput ajal rasaku
semua omong kosong tentang nestapa neraka
atau omong kosong lain tentang Tuhan yang jenaka

Dengarlah…
karena dia hanya bermain-main
menjemput bangkai yang menari-nari
membakar mimpi yang berlari-lari, dan
merayu kita yang mati-mati.

Dengarlah…
karena hidup hanyalah sabda
dari pendosa yang dihukum ada

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *