kenangan bersama sahabat di kampus

Sahabat Kampus Sahabat Alam

Fiksi, Cerpen

Sahabat adalah segalanya bagi saya, menjadi mahasiswa bukan saja pintar dalam akademik namun memiliki jiwa social dan cinta lingkungan. Menginjakkan kaki pertama menjadi mahasiswa diperguruan tinggi negeri ternama di NTB yaitu Universitas Mataram. Dua bulan pertama saya masuk kuliah,saya menemukan enam orang teman yang dekat dengan saya. Yang pertama namanya Dedi Putrawan ,bisa dikatakan dialah yang paling dekat dengan saya karena kami tak bisa terpisahkan alias “Soulmate” rumah kami dekat satu kecamatan. Yang kedua namanya M.sya’roni,dia orangnya cerdas dan kreatif otaknya paling encer diantara kami berlima,dia bergelut di bidang kepramukaan di unit kegiatan Mahasiswa Pramuka universitas mataram .kemudian temanku I made yang paling eksis, ceria,humoris, inovatif dan memiliki ide-ide cemerlang. Kemudian ada sirli dan mariadi sahabat pendiam dan tekun sedangkan saya emir fawaz memiliki mata sipit seperti keturunan cina, wajah lumayan tampan, religuis dan harmonis cinta soisal lingkungan.

Dulu pernah persahabatan kami renggang akibat kesalahpahaman. kerenggangan itu berlangsung selama hampir sebulan. Saya kompak sama Dedi Putra dan mereka satu sama lainya juga sempat menjauh dari kami berdua. Tetapi syukurlah tidak lama kemudian hubungan kami berenam bisa kompak lagi seperti semula. Kami melewati hari-hari di kampus bersama, makan bersama,bercanda tawa,saling menolong,cerita bersama,and all is done together.Kami memiliki karakter, sifat, dan latar belakang yang berbeda dan memang perbedaan itu yang menjadikannya begitu indah.

Kami dijuluki dengan sebutan “Sahabat alam”. hal ini disebabkan karena kegiatan-kegiatan kami berkaitan dengan alam, berawal perencanan sederhana ingin berkunjung ke rumah teman, disana ada Goa kecil milik masyarakat setempat.dihari itu kami melangkah menuju tujuan kami menaklukan goa tersebut, seperjalanan kami hiasi senyum tawa penuh semangat dan keceriaan tanpa mersakan lelah, bukit-bukit dilalui bersama hingga tiba ditempat tujuan, indah dan menakjubkan pemandangan pertama kalinya. Sejam berlalu di goa kami makan dan istirahat hingga menjelang pulang tiba-tiba hujan turun, namun itu tidak membuat kami terganggu, perjalanan kami melewati sungai, hal tak terduga terjadi, air sungai meluap ingin melahap kami, berpegangan dan tetap bersama adalah prinsip untuk dihadapi. Semakin deras air ,semakin kuat kami berpegangan hingga kami selamat sampai ke hilir sungai ini. Tapi keajaiban pun terjadi ternyata ada air terjuan yang indah. Sehingga terbalas juga perjuangan ini.
Sepulangnya mampir dirumah si mariadi, disuguhi makan dan minuman serta buah durian, kelapa muda yang menyegarkan. Cerita demi cerita mengingat kejadian yang kami alami menyadarkan kami tentang sebuah ungkapan “seberat-berat tantangan dan rintangan tetap bersama karena persahabtan yang baik akan menyelamatkan kita.”. sebuah pengalaman berharga dalam persahabatan ini.

Menjadi mahasiswa memang penuh tanggung jawab, kesibukan akademik perkuliahan dan praktikum menghiasi kehidupan, seiring berjalannya waktu dan eratnya persahabatan dibayangi dengan tanggung jawab. suka, duka dihadapi segalanya dihadapi bersama. Segala kegiatan akademik diikuti bahu membahu dalam menyelesaikan studi. Dalam persahabatan ini kami berjanji untuk bersama meski kesibukan di pundak berat. Hingga saatnya tiba acara kelulusan kami.
3 tahun berlalu persahabatan kami semakin erat, kemudian ditambah lagi teman-teman yang ingin bergabung menjadi Sahabat alam dengan tujuan-tujuan bersama untuk menaklukan dunia dengan cinta alam. Kini kami beranggotakan 27 mahasiswa yang bergabung bersama kami. Dengan kegiatan-kegiatan yang sehat dan mengaksikkan.
Meski terpikirkan dalm benak hidup,akan tiba saatnya kami berpisah, kelulusan didepan mata kami. Wisuda meraih gelar S1 terpenuhi, perjalanan dan pengalam ini Berharga. Sehingga kepercayaan jika kita menabur yang baik pasti akan dapat hasil yang baik,dan juga sebaliknya. Tak selamanya orang baik itu selalu berbuat baik,dan juga orang jahat itu tidak selamanya berbuat jahat.Orang jahat pun pasti akan berubah seiring berjalannya waktu dan usia,kalau tidak berubah juga yah biarin saja dia mendapat hasil perbuatannya sendiri,karna hukum karma selalu berlaku bagi setiap orang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *