sajak wanitaku

Fiksi, Puisi

sajak wanitaku

sajak wanitaku
Malam ini kubenamkan bulir-bulir kata-kata yang tak mampu kumaknai
Diantara beberapa larik saja ini, kuungkap semua rasa yang ada dalam unga hati yang saat ini kian terpatri untukmu
Tatkala angin mendesir dalam pekatnya malam
Tatkala semua keriuhan didunia mulai lenyap
Aku masih mengingatmu
Dua mata hitam yang yang sangat mengenal bahasa rindu
Dua mata hitam yang selalu menusuk dalam pandangannya
Membuat rasa ini rindu ini kian mengrutu dalam rindunya
Kecantikan yang terbias sutra pelangi
Mengubah dunia ini lebih berarti lagi
Suram,pahit,keras dan gelap kini semua itu menjadi makna antonimi yang tak kukenal lagi
Dalam lautan bernyanyi kita berjalan menyusuri setapak pasir yang meninggalkan beberapa jejak kaki
Kita berjalan seolah, hanya kita yang mempunyai malam di pesisir itu
Aku tak mau karam dalam lautan bulan
Kedua matanya memandang tanpa henti
Waktu seakan terhenti dalam setiap pandangannya
Tak ada yang mampu bersuara
Hanya diam dan sepi dalam keadaan
Suaraku ingin teriak namun tak sanggup
Dikala itu aku merasakan ketenangan yang tak mampu kuungkapkan
Dari bentangan langit yang semu
Terukir indah senyum manja
Wanitaku yang serbak dan mengkilau
Dalam angan ku ungkap “kau tak akan kurelakan sendiri”
Karna aku tak ingin membiarkan kesedihan itu terpancar dari dua mata indahmu
Ktanamkan kata-kata yang tak terurai
Melahirkan sejuta makna baru yang melahirkan aku

AHMAD BUDIMAN


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *