Sculpture ( 2nd )

Cerpen, Editor Picks, Fiksi

scp

Aku masih mengingat, aku tak harus sempurna bernapas, aku tak harus sesempurna Izrail, aku tak harus sesempurna Mikail, aku tak harus sesempurna “sempurna”, bahkan aku tak harus berusaha menjadi sempurna.

Tehku yang lalu sudah lama habis,  kau masih ingat tehku? mungkin kau lupa, tapi aku sangat menyukai tehku. Detik-detik damai, akhh..detik ini mengalir dalam nadiku, hanya milikku! Ditemani secangkir teh penenang racikanku sendiri. Ini cangkir ke dua ku, cangkir yang lalu hanya kisah lalu, itu sudah habis. Menenangkanku kemudian habis. Cangkir lalu kisah lalu, cangkir baru kisah lama, atau apakah kau mau mendengarkan kisah ku lagi dengan cangkir baruku ini?

Jika kau terlalu bodoh untuk mengerti lagi kapan aku memulai kisahku -atau kau memang selalu terlalu bodoh untuk semua ucapanku- Sudahlah, jangan terlalu banyak memikirkan apa yang akan aku ceritakan, tenang dan duduk saja ditempatmu, aku tetap akan menceritakannya padamu. Kau cukup mendengarku.

“Ah..” seruputan pertama untuk kisah pertama, nikmat! Kau tahu, di Jepang secangkir teh itu adalah suatu penghormatan yang luar biasa bagi orang-orang tertentu yang dijamu. Mereka mengembangkan falsafah tradisi minum teh atau chanouyu itu di sana. Minum teh itu adalah kebiasaan para biksu di sana, dari para biksu Jepang yang datang dari Cina untuk menyebarkan Zen Buddha itu diperoleh tradisi cara meramu, mencuci cawan, hingga minum teh seperti yang kuminum ini. Semua itu dilakukan sebagai bagian dari meditasi yang menenagkan jiwa, dan tentu saja, kesetabilan yang menenangkan bukan.

Bahkan di suatu tempat di dunia yang terbelah-belah ini, minum teh dianggap sebagai sebuah penghormatan mahatinggi untuk orang tertentu. Kau tahu, semua orang tentu saja ingin dihormati. Semua orang, pasti ingin merasa hebat. Seperti kata Winston Churchill,

“All great things are simple, and many can be expressed in single words: freedom, justice,honor, duty, mercy, hope”

Terlalu banyak hal hebat, dan semua itu sederhana. Semua orang ingin bebas, semua orang menuntut keadilan, semua orang ingin dihargai, semua orang mejalani tugasnya,semua orang memiliki rasa, dan semua orang hidup dengan harapannya masing-masing. Oh, mungkin aku terlalu banyak bicara, baiklah, maafkan aku.

Kau tahu? saat ini aku sedang merasa rumit, semua hal hebat itu sederhana dan aku tidak merasa sederhana sekarang. Bukankah itu berarti aku bukan bagian dari hal hebat itu? Ada sebuah rahasia dari a lot of great fucki’ thing yang aku bicarakan ini. Akan aku beritahukan padamu.

Apapun kebohongan yang kau lakukan, secantik apapun kau melakukan dan memperlakukan hidupmu. Hanya kau yang memiliki hatimu, ingat itu! Hanya kau yang memiliki hatimu!

Kebahagian hanya ada dalam rasa, rasa itu bukan milik orang lain tapi milikmu sendiri. Kau hanya bisa memberikan kesempatan pada orang lain untuk membuat dirimu memiliki rasa yang di harap-harapkan itu. Jika ingin bahagia, bahagialah! Sebelum tiba-tiba lupa dan semua menjadi hitam. Hanya itu.

Sudahlah, di luar sepertinya masih hujan. Jika kau tidak melihat air-air itu menetes maka memang benar seperti itu. Maksudku, lihatlah semua hujan di hati semua orang itu. Mari, minum saja teh ini bersamaku. Mematung.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *