Siluet Kehidupan

Cerpen, Fiksi

 Siluet Kehidupan                                                                                   

       Kini jam menujukan pukul 03.00 wita langit menangis begitu deras membasahi bumi,angin bertiup kencang menggoyangkan pepohonan dipnggir jalan, udara begitu dingin merambat masuk kedalam tulang membuat penghuni bumi tak kuasa menahanya hingga membuat mereka enggan keluar rumah. Berbeda dengan renata terland,gadis belia itu tetap berjalan menelusuri jalanan yang basah dengan tekad menemukan orang tuanya hingga tepat disebuah kompleks perumahan tubuhnya menggigil kedinginan dan tak kuasa lagi meljutkan perjalanan yang entah tak tau arah tujuannya gadis belia itu ambruk seketika didepan gerbang sebuah rumah hanya satu lampu yang menyala diantara ruangan rumah yang begitu besar dan sayup-sayup terdengar suara seseorang melantunkan ayat-ayat suci Al-quran yang begitu merdu diantara derasnya air hujan yang begitu deras dan petir yang bergemuruh.Mendengar suara petir tersebut wanita paruh baya yang sedang melantunkan kalam ilahi tadi terkejut dan menutup mushaf yang ada didepanya dan berajak dari hamparan sejadah yang selalu menemani tahajutnya.Wanita paruh baya itu berjalan kearah suaminya yang tertidur pulas.Disamping ranjang wanita itu berdiri dan sedikit mengoyangkan tubuh suaminya yang tertidur lelap.

“ Abi…abi…bagun abi……” pinta wanita itu lembut

Tak lama kemudian kedua bola mata itu terbuka secara perlahanmenandakan ia terbangun dari tidur pulasnya dan seketika kaget melihat raut wajah istrinya begitu cemas.

“ umi…ada apa? “ tanyanya kepada istrinya.

“ Abi, persaan umi kok nggak enak” ungkap bu Syrifah pada suaminya yang kini sudah berajak bangun dari kasur dan berjalan menuju tepi jendela melihat bgaimana keadaan di luar sana “ umi…sepertinya ada seseorang didepan gerbang “ ujar pak Azhar kepada istrinya sambil memperjelas pandanganya ke arah gerbang melelui jendela yang berembun.

“ Apa mungkin david pulang?” bu Syarifah menduga-duga cemas tanpa pikir panjang pak Azhar keluar dari kamrnya dan berlari kecil menuju teras depan diikuti oleh bu Syarifah yang masih menggunakan mukenh lengkap.

“ umi…ada perempuan di gerbang tergeletak,abi lihat kesana utuk memastikan dia siapa “ izin pak Azhar pada istrinya “ iya abi…bawalah payung ini “ seraya bu Syrifah memberikan payung yang ia bawa dari dalam rumah.

***

Keesokan harinya gadis belia yang ditemukan didepan gerbang kediaman pak azhar itu telah sadarkan diri kini ia berada di atas ranjang sebuah ruangan di kediaman pak azhar.Gadis belia itu terkejut ketika menyadari bahwa dirinya berada disebuah ruangan dan dikelilingi oleh orang yang tak dikenal dalam dirinya ia ingin bertanya dimana dia berada dan siapa mereka yang kini ada disampingnya namun suaranya seakan tertahan ditenggorokan ia masih merasa lelah hingga lidahnya ikut terasa kelu. Melihat raut wajah yang pucat dan penuh akan kebingungan itu bu syarifah langsung mendekati gadis itu dan menceritakan kejadian yang sebenarnya hingga mngapa gadis itu bisa berada didalam ruangan yang tertata rapi dengan didndig dihiasi oleh kaligrafi-kaligrafi yang menawan menyejukan hati bagi orang-orang yang melihtnay dan rak buku yang tersusun dengan rafi.

***

Selang berapa hari setelah kejadian yang tak didugga itu bu syarifah kini tau bahwa nama anak itu adalah Renata.dia adalah gadis yang berasal dari keluarga berkeyakinan kristen yang ditinggal mati kedua orang tuanya dan ia dipungut oleh panti asuhan semenjak ia berumur 1 tahun akan tetapi ia kabur ketika ia sudah mengetahui semuanya dan ia bertekad menemukan kedua orang tuanya karna ia masih berfikiran bahwa kedua orang tuanya masih ada namun setelah beberapa hari iya berkeliling tak ada satupun pertanda ia akan diprtemukan dengan kedua orang tuanya hingga akhirnya keputus asaan itu melanda dirinya,ia tak punya siapa-siapa lagi.Sementara bu Syarifah begitu kasihan kepada gadis itu,bu Syarifah berniat mengangkat renata menjadi putrinya dan mengajaknya ke jalan yang sesuai dengan apa yang diyakininya hingga niat baik itu terdengar oleh pak Azhar lalu mengutarakan pendapatnya kepada bu Syarifah

“ umi….abi sangat setuju bahkan menghargai niat baik umi kepada renata utuk mengajaknya merasakan hidup dibaluti oleh naungan islam namun lebih baik lagi jika kita memiliki hubungan darah dengan anak itu umi” jelas pak Azhar kepada istrinya.

“ maksud perkataan abi apa? ”

“ maksud abi begini…bagaimana kalo kita menikahkan Renata dan David ?

“ apa David akan setuju dan mau menerima renata dengan segala kekuranganya abi? “

“ Insyaallah David adalah anak yang penurut dan mengeti akan agama umi,abi ingin menikahkan renata dan David bukan semata-mata hanya ingin memiliki cucu atau hal lainya namun agar David bisa membimbing renata ke jalan yang lebih baik lagi dan adanya hubungan kelurga yang terjalin diantara kita,seandainya tidak ada pernikahan apa jadinya kita umi,dilihat orng-orang ada anak gadis yang bukan kelurga kita tinggal serumah natinya abi takut itu akan menimbulkan fitnah “

Jelas pak Azhar panjang lebar dengan segala keramahanya.

“ kalo memang abi berniat seperti itu,maka secepatnyalah tanamkan agama itu didalam diri renata,agar umi bisa membimbinganya sedikit demi sedikit sebelum ia bertemu dengan David “

“ iya umi…abi sudah membicarakan semua itu dengan aparat yang berkepentingan di kompeleks ini,dan mereka semua akn bersedia menjadi saksi “

“ Allhamdulillah…” ucap bu Syrifah dengan penuh rasa syukur.

Lantunan syahadat yang begitu merdu dan kalam-kalam allah menghiasi hari dan memenuhi isi ruangan itu,kini renata telah resmi berpindah keyakinan dan ia selalu menuruti apa perinta ke dua orang tua yang mngankatnya itu kini namnya buknlah hanya renata namun renata az-zahara sungguh anggun dan cantik paras renata ketika dibaluti busana muslimah lengkap dengan jilbap yang menutupi kepalanya,semua jejak keykinan yang dianut seblumnya seolah sirna dan tak pernah hadir dalam diri renata.

***

Tak terasa seiring berjalanya waktu semakin hari Zahara semakin menjadi-jadi sesosok muslimah yang sejati yang akan selalu mempertagung jawabkan hal yang terjadi dalam dirinya selama dua bulan terakhir Zahara menetap dikediaman pak Azhar ia tak pernah membuat mereka kecewa tak luput Zahara selalu mndapatkan pelajaran dan pengetahuan-pengetahuan yang diajarkan oleh ibu angkatnya tiada lain bu Syarifah yang selalu menyayanginya menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri.sudah banyak hal yang diceritakan tentang kelurganya kepada Zahara tidak lain juga dengan David anak semata wayang dari bu Syrifah yang kini belajar di mesir.

“ umi…jadi Zahara punya kaka laki-laki ?” tanya Zahara dengan senyum bahagia.

“ e..e…iya sayang…Zahara punya kaka laki-laki ,tidak lama lagi dia akan pulang “ ujar bu Syarifah agak sedikit binggung karna teringat janji yang 2 bulan silam sebelum Zahara resmi berada dibawah naungan islam yang diucapkan oleh pak Azhar suaminya,bahwa ia ingin menikahkan Zahara dengan David,bu Syarifah bingungg tak tau harus bagaimana mengatakan hal itu kepada Zahara.

“ umi,,knpa umi terdiam,apakah Zahara telah melakukan keslahan dalam bertutur kata kepada umi ? ”

“ tidak sayang…umi hanya memikirkan masa depanmu Zahara”

“ maksud umi apa?”

“ Zahara…tidak selamnya umi dan abi bisa menjaga Zahara,jadi umi ingin ada orang lain yang menjaga Zahra jika suatu hari nanti umi dan abi tidak bisa menjaga Zahara lagi “

“ umi jangan berkata itu umi…Zahara gk mau kehilangan kedua orang tua Zahara utuk kedua kalinya “

“ sayang…Zahara, umi dan abi jugak tidak mau meniggalkan kalian namun semua itu pasti ada masanya,umi janji akan mencarika orang yang terbaik utuk Zahara yang bisa menuntun Zahara ke jalan yang lebih baik lagi dan menyayangi Zahara apa adanya.”

“ iya umi…Zahara akan selalu menurut apa yang umi katakan dan apa yang umi inginkan “

“ umi bangga sekali dengan Zahara” ujar bu syrifah pada Zahara dan langsung memeluk erat Zahara dalam pelukanya.

Pagi yang begitu indah,seolah bumi tersenyum diringi kincauan burung nan merdu beriringan menyambut datangnya pagi yang begitu cerah secerah mentari yang menyinari alam semesta,pepohona yang melambai-lambai ikut menikmati indahnya alam di pagi hari Zahara terlihat sibuk menyirami tanaman yang ada di depan rumah senyuman yang tak pernah lepas dari bibir manis Zahara menghiasi wajanhya di pagi hari.

“ Zahara…Zahara…” pagil bu syrifah yang keluar dari dalam rumah dengan keranjang plastik yang biasa dibawa ke pasar seraya menghampri Zahara.

“ ya umi….Zahara disini”

“ Zahara…umi mau ke pasar dulu sama abi “

“ bukanya baru kemarin umi ke pasar?

“iya…tapi nati ka David akan tiba sekitar pukul 9 disini jadi kamu jangan kemana-mana,umi hanya ingin membeli bahan bikin kue dan keperluan lainya “

“ ka…David mau pulang??” tanya Zahara sedikit kaget

“ iya ka David akan pulang sekarang masih dalam perjalanan” jelas umi

“ Zahara sudah pernah melihat foto David kan,dan sudah tau kan bagimana ka David ?” tanya pak azhar memastikan.

“ iya abi…insyaallah Zahara ingat bagimana wajah ka David “ jawab Zahara yakin

“ ya sudah kalo begitu umi dan abi berangkat dullu,,,,Assalamualikum…”

“ wa’alikumssalam…”

Lantunan kalamuallah itu kini terdengar jelas dan merdu dari bibir manis Zahara,waktu 2 bulan utuk belajar al-quraan bukanlah hal yang mudah namun karna kegigihan dan ketekunan Zahara sekrang ia sudah bisa melantunkan ayat-ayat suci Al-qurzn dengan suara yang merdu.

“ Assalamualikum….assalamualikum…umi..abi..” suara itu menghentiakan lantunan ayat suci yang di bacakan oleh Zahara karna mengingat pesan kedua orang tuanya lalu Zahara menutup mushaf yang menemaninya usai solat duha’ yang rutin di kerjakan disetiap pagi dan beranjak mendekati sumber suara yang didengarnya dan kaki itupun terhenti diatas pangkal tangga sebelum menjejaki anak tangga satu persatu dengan ekspresi wajah yang kaget,bahagia dan etah apa lagi melihat sesosok laki-laki yang tidak asing baginya walau ia tak pernah bertemu,sosok laki-laki yang meneteng ransel hitam di pundak kirinya mengunakan celana kain hitam,baju koko berwarna krem keju dan tak lupa dengan topi putih bak seorang haji,namun hal itu tidak menutupi segala paras tanpan yang ia miliki semua itu menambah keelokan dibaluti dengan jengot tipis ala da’i mudah membuat Zahar sedikit terkesima namun langsung tersadar ketika sosok laki-laki itu mengucapkan salam utuk yang ketiga kalinya.

“ Assalamualiku…”

“ em..Waa’alikumssalam…” jawab Zahara sedikit kaget dan lansung tertunduk malu

“ Zahara…?? ” terselip sedikit intonasi bertanya utuk memastikan bahwa perempuan yang ia lihat di depanya dibaluti muknah putih yang membuatnya memancarkan cahaya nan keangunan seorang muslimah.

“ i..ya “ jawab Zahara singkat dan memberanikan diri perlahan demi perlahan menuruni anak tangga dengan posisi tetap mengrahkan padnangan ke arah deretan anak tangga yang ia jajaki satu persatu hingga ia tepat berada 5 meter dari lak-laki itu.

“ umi dan abi kemana? “ tanyanya sosok laki-aki itu akrab.

“ umi dan abi pergi ke pasar”

“ berarti Zahara sendiri dirumah?” Zahara hanya menjawab dengan sedikit angukan kepala.

“ Ternyata rumah ini tak banyak berubah…Cuma ada sedikit warna baru di sini,rona keindahan dan kebhagiaan” ungkap David menlihat-lihat sekeliling rumah.

Nampak dari raut wajah Zahara tersirat garis kebingunggan mendengar perkataan David yang mengandung makna denotatif namun ia tak terlalu memikirkanya,segala penasaran itu ditepisnya langsung degan mempersilahkan David beristirahat sementara di ruang tengah karna Zahara tidak tau kamar mana yang akan ditempati David selepas ia menempati kamarnya.

“ lebih baik…e…e…a…k…” begitu sulita rasanya Zahara melontarkan sebutan kaka terhadap seorang laki-laki yang baru pertama kali dilihatnya.

“ apa…? “ tanya David memastikan ujaran Zahara

Dengan penuh keberanian dan percaya diri Zahara memberanikan diri menyebut laki-laki yang baru pertama ia lihat secara langsung dengan sebutan kaka.

“em…maksud Zahara lebih baik ka David duduk dulu,biar Zahara bikinkan minuman”

Mendengar perkataan yang begitu santun dan sopan diucapkan dengan alunan suara yang lembut David terdiam entah apa yang dipikirkan memangdang Zahara dengan seksama namun tak lama ia tersadar dengan kepergian Zahara barulah ia berjalan merebahkan tubuh semampaiinya diatas sopa berwarna coklat.

Kini Suara tawa yang dibaluti dengan kerinduan itu begitu jelas terdengar diantara bu Syarifah dan pak Azhar menyambut kedatangan buah hati semata wayang mereka yang sudah hampir 5 tahun berada di mesir kini berkumpul bersma dalam satu atap rumah,disela-sela tawa mereka david memberaikan diri utuk mengeluarkan tanda tanya yang begitu besar dibenaknya kepada abinya.

“ abi…kalo boleh tau,perihal apa yang membuat abi menyuruh David pulang ke kaampung halaman tercinta ini,biasanya abi paling anti kalo lihat David berlama-lama dirumah,lantas sekarang seolah-olah abi sangat memerlukan kehadiran david?”

“owh..akan hal itu…”

“ iya abi…”

“ apakah kamu tidak mau beristirahat dahulu baru mendengarkan tujuan abi menyuruhmu seger pulang?”

“ iya sayang..lebih baik kamu istirahat dahulu di kamar umi dan abi semntara itu kami akan membersihkan kamar barumu di ruang bawah,kamu pasti mengerti mengapa kamarmu di pindahkan bukan?” sambung bu Syarifah.

“iya umi David mengerti “

“apakah kamu sudah bertemu dengan Zahara?” tanya uminya penasaran.

“iya umi…tadi David sudah bertemu dengan Zahara dan dialah yang menyuguhkan minuman yang ada di depan David ini”

“ benarkah itu…?” tanya bu syarifah melemparkan pandangan ke arah suaminya dengan senyum simpul.

“ baiklah kalo begitu David istirahat dulu umi…abi..”

Dengan seulas senyumanlah ia membalas kepergian anaknya yang perlahn demi perlahan menyusuri anak tangga yang tersusun dengan rapi.

***

Persiapan demi persiapan telah dilakukan secara khusus tak sedikitpun niat pak Azhar utuk menikahi Zahara dan David tercium oleh Zahara hanya David,bu Syrifah,pak Azhar dan pihak-pihak yang berkewajiban atas pelaksanaan pernikahan itu lah yang tau. semnjak pak Azhar memberitahukan semua niat yang ia ingin laksanakan David berusaha menjaga diri dari Zahara namun masih tetap memperhatikan dari kejauhan karna hal itu tidak terlalu sulit disebabkan Zahara ada disatu atap yang sama denganya, bagimana sikap,sopan,etika dan semua yang ada dalam diri Zahara ia amati hari demi hari dan semua hal itu semakin membuatnya yakin bahwa inilah yang namanya jodoh sehelai rambutpun tak pernah dilihat darinya apalagi menyentuh 1 mili dari kulitnya karan Zahra begitu menjaga diri akan hal itu.Hingga pada suatu hari Zahara merasa ada yang menjangal dari uminya ia tak lagi ada ketika menjelang tidur seperti biasa seblum ke datangan David dirumah itu sebelum tidur Zahara selalu ditemanin dan diajarkan yang sekiranya Zahara harus tau namun sudah 4 hari ini ia tak mendapatkan hal itu lagi.

“ umi…apakah Zahara membuat kesalahan kepada umi,sehingga umi tak pernah berkujung ke kamar Zahara seblum tidur?” tanya Zahara dengan sikap polosnya.

“ sayang…kamu tidak melakukan suatu kesalahan namun ada hal yang paling indah dalam hidup ini yang akan umi berikan pada Zahara nati?” jawaba bu Syarifah dengan suara lembut dan merangkul Zahara.

“ hal apakah itu umi…apakh Zahara boleh tau..”

“ besok kamu akan tau…sayang,sekarang kamu istirahat ini sudah malam,biarkan umi menemani tidurmu malam ini”

“ iya umi…Zahara rindu sekali sama umi…” ungkap Zahara seraya memeluk uminya.

“ suatu hari nati kau akan menjadi seorang ibu dari anak-anakmu,menjadi istri dari suamimu dan tidak akan lagi umi bisa membelai rambut panajangmu seperti saat ini sayang…namun kamu harus mengetahui walupun kamu bukanlah anak umi yang sesungguhnya tapi umi menganggap lebih dari itu sayang,,,walaupun pada akahirnya kamu akan ada tetap dirumah ini tapi umi sudah tak bisa sedekat ini karna ada orang yang membutuhkanmu lebih dari umi sayang….”

Ujar bu Syrifah dengan penuh rasakasih sayang hingga Zahara terlelap,selepas itu bu Syrifah turun dan berkumpul di ruang keluarga menghampiri anak dan suaminya yang sedang berbincang mengenai acara sakral yang akan dilangsungkan besok tepat ba’da sholat ashar.

“ Abi dan David serius sekali, hal apa yang kalian bicarakan? “

Tanya bu syrifah seraya duduk disamping suaminya

“ umi David mau minta pendapat”

“tentang apa..?”

“ David bersencana memberitahu Zahara akan semua niat abi ini,namun abi tidak setuju, David takut jika Zahara belum siap menerima semua ini,bagaimana dengan pendapat umi ?”

“ kalo dipikir-pikir lebih baik Zahara diberitahukan dulu abi,benar apa yang dikatakan David barusan” dukung bu Syrifah atas rencana David

“ toh jugak besok pagi semua peralatan dan perlengkapan akan dipasang dan secara tidak langsung Zahara akan tau dan bertanya abi” jelas David untuk meyakinkan abinya.

“ baiklah kalo begitu bagunkan saja Zahara sebntar “ perintah pak Azhar kepada istrinya.

***

Jarum jam tak hentinya berputar menimbulak suara ditengah malam gelap disaat semua penghuni bumi sedang terlelap namun suara itu terkalahakan oleh isak tangis dari salah satu ruang. Diatas hamparan sejadah seorang gadis dibaluti muknah putih memeohon kedamaian dalam hati kepada sag holik,semua ia curahkan kepada sang penguasa atas apa yang dirasakn atas apa yang menimpa atas apa yang dialami semua ia curahkan tanpa ada satu hal yang ia lalui dalam setiap ucapannya.

“ ya Allah ya Robby hanya kepadaMU hamba yang lemah ini,yang penuh akan hilap dimasa hidup, hanya kepadaMU lah hamba memeohon pertolongan hanya kepadaMu lah hamba mengadu hanya engkau yang mampu berbuat sesuatu yang tak mungkin menjadi mungik hamba percaya atas segala takdir yang engkau gariskan dalam kehidpan ini adalah hal yang terbaik,engkaulah yang maha memebolak balikan hati engkaulah penguasa hati dan alam semesta ini jika memang ia adalah taman sejati yang kau kirimikan utuk selalu memebibing dan menuntunku kejalanmu dan akan menjadi imam bagiku dan keturunanku tidak ada hal yang paling patut hambamu ini ucapkan kecuali rasa sukur yang mendalam atas segala yang kau berikan….ya Allah ya Robby saksi cinta diatas cinta dalam alunan tasbihku hati ini menerka suatu hal yang tersembunyi dimalm sunyi penuh doa ini,ku sebut namaMU merdu dan kuukir namaMU dalm sajadah cintaku, tetapkan pililhan ini sebgai teman kekal abadi hingga akhir zaman, istikharoh cinta ini memangilku memohon petujukMU ya Robby, satu nama teman setia di dalam naluriku. menanti sebuah rasa teguh denagn satu pilihan bukanlah hal yang mudah namun separuh napasku dalam mahabah rindu ini kuserahkan semua kepadaMU ya Robby.”

Mendengar suara isak tangis dan lantunan harapan yang mengalun indah mampu mengenhentikan langkah David yang berjalan tepat didepan kamar Zahara yang tadinya berniat ingin mengambil air wudhu namun langkah itu terhenti. Seketika beribu pertanyaan yang berkelebat di benak David. Apa yang terjadi dan apa yang dilakukan oleh zahara sehingga menimbulkan isak tangis disertai lantunan doa dan harapan yang mampu mengalahakan detak jarum jam. Untuk megobati rasa penasarannya David memberanikan dirinya utuk mendekati pintu yang tertutup namun tak sempurna. Seketika itu David terdiam melihat pemandangan yang begitu memukau Zahara yang duduk bersimpuh diatas sajadah ditemani untaian kata dan uraian air mata pengharapan kepada sang Illahirobby.

***

Kebahagian menyelimuti keluarga itu,rona bahagia terpancar dari wajah tanpan David dan kedua orang tuanya,semua orang yang akan menyaksikan hari yang begitu sakral dan penuh dengan aroma kebahagian ikut berbahagia, sanak sudara dan keluarga besar bu Syarifah dan pak Azhar datang menyaksikan hari yang paling bersejarah didalam kehidupan David, kaki yang terbalut kaos kaki putih itu kini gontai secara perlahan menyusuri anak tangga ditemani dengan gaun putih yang tak terlalu lebar terpancar cahaya bling-bling kemewahan dari gaun yang dikenakan Zahara, dibaluti kerudung putih yang dihiasi bunga-bunga keristal membuat Zahara semakin aggun dimata David dan semua orang yang menyaksikan kedatangan Zahara yang diringi oleh wanita sparuh baya memegag erat tangannya seolah tangan itulah tumpuan yang mampu menguatkan dirinya pada saat itu,tak hentinya Zahara menyunggingkan senyuman manis hingga sempurna duduk dibelakang meja terbalut kain putih bermotifkan batik tepat disamping David. Menyadari kedatangan Zahara lalu David tertunduk dan menyungingkan seulas senyum kebahagia.

Kalamuallah telah dikumandangkan syhadat dan ijab kobul telah terucapkan air mata kebhagiaan tak dapat terbendung dari kedua mempelai hanya berselisih waktu kini setatus Zahar sudah berubah bukanlah sebagai adik lagi namun sebagai seorang istri.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *