Sisi Gelap Di balik Keindahan Gili Trawangan

Berita, Pariwisata

Sisi Gelap Di balik Keindahan Gili Trawangan

Jendela Lombok (01/15); Segala macam dan bentuk tempat keramaian selalu ada dampak negatif maupun dampak postif yang ditimbulkan, seperti halnya terjadi di Gili Trawangan yang berada di kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Beberapa dampak positif yang ditimbulkan dantaranya (1) dapat membuka lapangan kerja baru, (2) meningkatnya pendapatan masyarakat setempat, (3) menambah sumber pendapatan daerah, (4) memperbaiki sistem perekonomian setempat, selain dampak positif terdapat pula dampak negatif yang ditimbulkan baik pengaruhnya terhadap lingkungan maupun perilaku sosial masyarakat, seperti (1) semakin meningkatnya produksi limbah atau sampah, (2) ketidakseimbangan ekosistem laut si sekitar area pantai, (3) semakin bergesernya nilai maupun unsur – unsur budaya masyarakat setempat,dan (4) meningkatnya potensi konflik.

Melihat dari sekian dampak negatif yang di timbulkan dari aktivitas yang ada di Gili Trawangan, semakin meningkatnya produksi sampahlah yang menarik untuk dibahas lebih lanjut. Menurut salah satu petugas kebersihan yang ada di Gili Trawangan, Bapak Abdul Malik (32 tahun) mengungkapkan bahwa “semakin hari produksi sampah semakin meningkat, kami telah menyediakan berbagai tempat pembuangan sampah namun para wisawatan belum bisa mempergunakan fasilitas yang kami sediakan untuk membuang sampah sehingga kami sebagai petugas kebersihan kewalahan dalam meminimalisir jumlah sampah, karena di sini juga belum ada teknologi daur ulang dari sampah – sampah yang dihasilkan oleh para wisatawan”.

Sebagai tempat wisata yang bersandar internasional Pesona Gili Trawangan telah membuat kesan para wisatawan asing maupun wisatawan lokal sehingga tak sedikit pengunjung Gili Trawangan setiap harinya. Dengan jumlah wisatawan yang tak sedikit setiap harinya maka tentu akan banyak sampah yang dihasilkan. Sampah – sampah ini akan membuat area pantai Gili Trawangan menjadi tercemar karena meningkatnya jumlahh sampah, seperti di sampaikan oleh salah satu pengunjung dari Jawa Timur yang sudah beberapa kali berlibur di Gili Trawangan, Bapak Joko Arianto (35thn) mengatakan bahwa “Jauh – jauh saya dari Jawa Timur ke sini hanya untuk berlibur di sini tepatnya, ini ketiga kalinya saya ke sini, saya tertarik dengan Gili Trawangan setelah mendengar cerita dari teman – teman kantor yang mengatakan ada 3 pulau kecil yang begitu indah di pulau lombok yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, saya tertarik dengan Gili Trawangan dari namanya, akhirnya saya bergegas ke sini, pertama kali ke sini saya begitu kagum dengan keindahan area pantainya, damai sekali, pokoknya sesuai seperti apa yang saya bayangkan tetapi kunjungan saya kali ini terasa sedikit mengecewakan karena melihat banyaknnya sampah yang ada di sekitaran area pantai, harapan saya sebagai wisatawan supaya kita sama- sama menjaga keindahan alam ini dengan membuang sampah pada tempatnya”.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *