SISWA CERDAS DAN BERKARAKTER, PASTIKAN GURU JUGA HARUS CERDAS DAN BERKARAKTER !

Opini, Pendidikan

SISWA CERDAS DAN BERKARAKTER, PASTIKAN GURU JUGA HARUS CERDAS DAN BERKARAKTER !

Saat ini dalam dunia pendidikan sudah mengalami penurunan dalam hal karakter. Oleh karena itu Pemerintah mencanangkan sebuah program pada proses pembelajaran untuk menanamkan pendidikan berkarakter dalam membentuk kepribadian siswa disekolah. Pendidikan karakter adalah upaya dalam rangka membangun karakter (character building) peserta didik untuk menjadi lebih baik. Sebab, karakter dan kepribadian peserta didik sangat mudah untuk dibentuk. Secara etimologis karakter dapat dimaknai sesuatu yang bersifat pembawaan yang mempengaruhi tingkah laku, budi pekerti, tabiat, ,ataupun spiritual serta perangai.

Tujuan pendidikan karakter adalah untuk menanamkan dan membentuk sifat atau karakter yang diperoleh dari cobaan, pengorbanan, pengalaman hidup, serta nilai yang ditanamkan sehingga dapat membentuk nilai intrinsik yang akan menjadi sikap dan perilaku peserta didik. Nilai-nilai yang ditanamkan berupa sikap dan tingkah laku tersebut diberikan secara terus-menerus sehingga membentuk sebuah kebiasaan. Dan dari kebiasaan tersebut akan menjadi karakter khusus bagi setiap individu.

Era globalisasi yang penuh dengan persaingan menuntut kehadiran pendidikan berkarakter yang sangat perlu diperdalami oleh setiap guru yang mengajar di sekolah.  Hal ini tiada lain dalam upaya membentengi moralitas pelajar agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif.  Sebaiknya pembentukan karakter seorang individu sebaiknya harus terbentuk sejak dini di lingkungan keluarga, masyarakat serta dalam lembaga pendidikan. Proses pembentukan karakter, baik disadari maupun tidak, akan mempengaruhi cara individu tersebut dalam memandang lingkungannya serta akan mencerminkan dalam perilakunya sehari-hari bahwa dirinya adalah sosok yang kuat dan berkepribadian. Bila karakter baik sudah terbentuk sejak usia dini, maka anak tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang berbau negatif.

Penerapan pendidikan karakter merupakan harapan semua pihak agar dapat melahirkan manusia yang mampu menjawab tantangan zaman serta tidak terimbas oleh pengaruh negatif, Disamping itu, pendidikan karakter dapat membentuk generasi yang mandiri dan bertanggung jawab serta mampu membuka lapangan pekerjaaan dengan kemampuan kewirausahaan yang dimiliki.

Saya mengamati pendidikan karakter tidak akan berhasil jika sang guru tidak berkarakter.  Guru yang memiliki sifat positif terhadap siswa, tidak hanya mengajarkan materi pembelajaran, namun menanamkan karakter bangsa secara utuh.  Contoh aturan negatif yang sering saya temui adalah, guru menghimbau agar tidak merokok di sekolah,tetapi tidak dapat dipungkiri jika ucapan tidak sesuai dengan perbuatan. Guru mengajarkan jangan menyontek tetapi gurunya sendiri menyontek bila ada ujian kompetensi, apalagi saat ini dengan adanya sertifikasi guru yang tidak memunculkan keprofesionalan dan kompetensi yang tepat, yang penting 24 jam mengajar dan menerima uang sertifikasi.

Jika kita menginginkan anak kita cerdas dan berkarakter, pastikan kita para guru juga harus cerdas dan berkarakter. Intinya dari pendidikan karakter bangsa adalah membangun insan berkarakter merupakan upaya kesadaran dalam memperbaiki dan meningkatkan seluruh perilaku yang mencakup adat istiadat, nilai-nilai, potensi, kemampuan, bakat dan pemikiran bangsa ini. Mulailah pendidikan berkarakter dalam lingkungan keluarga lalu sekolah sebagai proses pembelajaran.  Jangan melihat manusia dari hasil,tapi proses yang dilakukan dalam mencapai tujuan pendidikan berkarakter.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *