strategi mahasiswa menjadi yang terbaik

Opini, Pendidikan

Pendidikan kini dapat diakses dengan mudah. Predikat sebagai mahasiswa kini dapat dengan mudah di peroleh. Namun kemampuan yang dimiliki pribadi masing-masing akan menjadi penentu seorang mahasiswa untuk mampu tetap konsisten dalam koridornya. Persaingan dalam berbagai aspek kehidupan smakin ketat begitu pula dalam dunia pendidikan. Banyaknya program studi yang berada dalam naungan FKIP UNRAM salah satunya Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID). PBSID adalah salah satu program studi yang paling banyak diminati. Tercatat ada empat kelas dalam setiap angkatannya yang masing-masing kelas berisi 40 sampai 50-an mahasiswa. Oleh karenanya persaingan yang dihadapi penulis khususnya akan semakin banyak dan berat. Untuk mampu bertahan dan memnangkan persaingan harus memiliki sesuatu yang lebih dari yang lain. Strategi dalam memenangkan persaingan harus dimiliki oleh semua mahasiswa. Tantangan yang dihadapi akan lebih mudah sehingga peluang untuk memenangkan persaingan akan lebih mudah pula.

Banyaknya peminat Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah menjadi tantangan tesendiri bagi seluruh mahhasiswa PBSID itu sendiri, baik mahasiswa yang baru masuk juga mahasiswa lama. Peminat yang mencapai 170-an orang per-angkatan tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia, untuk menampung seluruh sarjana Bahasa Indonesia. Belum lagi mahasiswa Bahasa Indonesia yang datang dari luar UNRAM akan menambah pesaing untuk masuk dalam dunia kerja. Oleh kaena itu, oleh karenanya tidak banyak sarjana pendidikan yang kalah dalam persaingan. Sehingga tidak sedikit sarjan pendidikan yang membanting stir dari jalurnya sebagai tenaga kependidikan. Seperti yang terjadi pada salah seorang mahasiswa lulusan IKIP Mataram. Memperoleh gelar sebagai sarjana pendidikan, namun karena dikalahkan oleh zaman beliau harus menanggalkan titel SPd. Nya dan memilih mengabdi jadi pahlawan devisa di negeri orang. Contoh di atas menjadi gambaran mahasiswa yang tidak mampu memenangkan persaingan dan dikalahkan oleh zama.

Tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa tidak hanya sampai banyaknya peminat PBSID namun juga dalam ranah kreatifitas dan keterampilan, bahkan tergolong dalam bidang ekonomi. Akibat kekurangan ekonomi seorang mahasiswa tidak mampu mengembangkan kereatifannya, karena ketidakpunyaan penunjang perkuliahan yakni notebook. Dalam dunia yanng serba moderen seperti pada saat ini notebook aau laptop menjadi barang wajib bagi mahasiswa. Karena proses pembelajaran lebih banyak membutuhkan fasilitas semacam itu untuk menunjang proses pembelajaran tesebut, sehingga tujuan pembalajaran dapat tercapai. Namun bagi mahasiswa yang kurang mampu menjadi tantangan yang nyata untuk mamp memenangkan persaingan. Kekreatifan dan keaktifan mahasiswa dangat dituntut dalam hal ini. Strategi yang dapat dijalankan oleh mahasiswa yang tidak memiliki notebook atau laptop dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh kampus untuk mengerjakan tugas dan mampu bersaing.

Untuk memeneangkan persaingan, otak yang cerdas juga sangat menunjang kemenangan yang ingin dicapai. Untuk memperoleh hal tersebut tidaklah mudah. Strategi pembelajaran yang dibuat harus mampu memberikan nilai yang lebih untuk diri kita. Dalam level tertinggi di dunia pendidikan yakni mahasiswa, kita hanya mendapatkan ilmu dari dosen hanya 25%. Sedangkan yang 75% tersebut harus digali oleh mahasiswa itu secara pribadi. Pemanfaatan fasislitas yang disediakan oleh kampus adalah strategi yang dapat digunakan untuk memenangkan zaman. Mahasiswa dapat berdiskusi atau mencari materi tambahan di perpustakaan denagn membaca buku. Selain dari buku internet juga bisa digunakan untuk mencari tambahan materi kuliah. Untuk menghibur diri sendiri dan menghilangkan kejenuhan ketika mencari materi tambahan atau mengerjakan tugas kuliah, facebook adalah sosial media pengobat stres. Dengan mengerjakan tugas sambil facebookan tugas terasa lebih ringan, karena tekanan pada otak yanng sudah pusing mengerjakan tugas akan berkurang jika diimbangi dengn facebookan.

Dengan memanfaatkan strategi pembelajaran dan menjadi mahasiswa yang aktif dan kreatif tantangan untuk memenangkan perdaingan zaman akan lebih mudah. Peluang yang tidak mudah didapatkan oleh mahasiswa lainnya mampu kita peroleh dengan strategi pembelajaran yanng kreatif yang kita ciptakan sendiri. Peluang untuk memenangkan persaingan dan menjadi guru yang profesional dan tidak dikalahkan oleh zaman akna dengan mudah kita capai.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *