sumber kekuasaan 1

Sumber Kekuasaan

Editor Picks, Non Fiksi, Opini

SUMBER KEKUASAAN?

Seolah tersisihkan dari dinamika yang ada saat ini, dimana orang-orang berebut mencari muka, pujian,pengakuan dan berujung pada kekuasaan. saya sedikit menyingkir dari semua itu untuk mengambil posisi aman merenung dan berpikir sejenak. Saya lempar telepon seluler ke atas kasur dan tak ingin diganggu semua omong kosong itu.

Tetapi Ada pertanyaan yg menyambangi pikiran saya malam ini saat teringat kata-kata seorang teman bahwa tidak ada sama sekali dunia yang bersih. Mungkin tidak terlalu urgen. Akan tetapi, setidaknya setelah saya tulis sambil berpikir, otak saya merasa sedikit lega. Lebih- lebih setelah pikiran sy tidak mampu dikejar oleh jari tangan saya yang sedari tadi menari di atas abjad-abjad keyboard. Dan pertanyaan itu adalah APA SEBENARNYA YANG MENJADI SUMBER-SUMBER KEKUASAAN DAN BAGAIMANA SUMBER-SUMBER ITU BEKERJA?

Hasil berpikir yang ingin saya tunjukkan dalam tulisan ini bisa saja sangat dangkal. Karena jika kita diskusikan sangat mungkin hasilnya lebih dalam.
Baiklah, saya langsung saja kepada poinnya. Setelah saya pikir-pikir, setidaknya ada tiga sumber kekuasaan yang bisa saya simpulkan sejauh ini, berikut dengan bagaimana sumber itu bekerja.

Pertama, sumber kekuasaan adalah KEKUATAN. Saya berpikir demikian karena sedikit berangkat dari film Front Home. Dalam film tersebut, terlihat jelas bahwa kekuatan bisa mendatangkan kekuasaan. Kumpulan geng motor dengan leluasa berbuat semaunya, berbisnis semaunya, membunuh semaunya. Kekuatan fisik secara kolektif yang mereka miliki membuat masyarakat maupun polisi setempat berpikir seribu kali untuk tidak tunduk. Semua urusan akhirnya tergantung kebijakan yang dihajati geng motor tersebut. Mereka berkuasa.

Dalam kehidupan nyata, pengalaman saya ketika masih SD, anak yang paling kuat secara fisik bertarung atau berkelahi, dialah yang akan menjadi penguasa di kelas. Dia bisa memalak uang teman sekelas dan bisa memaksakan kehendaknya dalam situasi apapun. Seperti saat ulangan misalnya, nilai yang seharusnya dia dapatkan 5 bisa berubah menjadi 8 karena dia mengancam saat menyontek. Sekali lagi saya katakan kekuatan fisiknya mendatangkan kekuasaan. Walaupun dalam contoh ini skalanya tidak luas. Tetapi saya yakin begitu juga yang terjadi dalam tataran sosial yang lebih luas daripada kelas SD. Cara kerjanya mudah saja, kekuatan itu menurut saya mendatangkan ketakutan pada individu yang dihadapkan pada kekuatan itu sendiri. Setelah menghasilkan ketakutan, disinilah titik keberhasilan kekuatan itu. Ketakutan kemudian menghancurkan segalanya. Apa yg tidak bisa dihancurkan oleh ketakutan?. Jika merujuk pada buku Fear managemen miliknya Anan Krisna, Bahkan ketakutan bisa meruntuhkan sebuah keyakinan. Namun, mungkin perlu digaris bawahi bahwa bentuk kekuasaan yang dihasilkan oleh sumber ini cenderung bersifat otoriter. Kekuatan-Ketakutan-Kekuasaan.

Kemudian kedua, kekuasaan bisa didaptkan dengan UANG. Kalau bagian kedua ini, saya rasa tidak perlu dibahas terlalu jauh. Karena saya yakin akan banyak yang sepakat. Tetapi sedikit saja pertanyaan ringan sebagai pengantar sekaligus jawaban agar kita benar-benar sepakat. Memangnya apa yang membuat Real Madrid berkuasa di Eropa? Manchester City berkuasa di Inggris? Benar, mereka memiliki uang yang banyak untuk membeli pemain-pemain mahal. Memangnya apa yang membuat orang tunduk pada atasan selain uang?. Memangnya apa yg membuat orang rela diperintah bekerja siang malam?. Sekali lagi karena uang. Cara kerjanya, saya rasa karena uang bisa digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan. Artinya, semua orang butuh uang untuk bertahan hidup. Jika merujuk pada teori tingkatan kebutuhannya Abraham Maslow, saya yakin orang akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya. Dan ini tentang bertahan hidup. Dengan demikian, orang yang punya banyak uang dengan mudah berkuasa terhadap orang yang tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan. Namun demikian, kekuasaan yang biasanya dihadirkan oleh poin kedua ini bersifat transaksional. Model kekuasaan yang bisa didapat tergantung transaksi. Tetapi tetap saja uang bisa dikatakan sebagai sumber kekuasaan. Uang-Kebutuhan-Kekuasaan. Kira-kira begitu singkatnya.

Kemudian yang ketiga adalah pengetahuan. Kenapa demikian, saya pikir pengetahuan kita terhadap satu bidang akan membuat kita sangat berkuasa terhadap bidang itu sendiri. Di bidang usaha misalnya, dengan mudah sebuah perusahaan bisa lebih berkuasa terhadap perusahaan lain. Ketika SDM yang mengelolanya memiliki pengetahuan yang banyak tentang bagaimana membuat usaha menjadi berkembang. Mendatangkan keuntungan dengan kreatifitas produk, strategi pemasaran,kemampuan pengelolaan anggaran sesuai prinsip ekonomi dan lain sebagainya.

Alhasil, dengan pengetahuan dari SDM yang sedemikian rupa, maka muaranya adalah adanya kekuasaan yang dimiliki perusahaan tersebut terhadap pasar. Jika ditelisik, bisa dikatakan bahwa bentuk kekuasaan yang muncul karena sumber ketiga ini lebih ke bentuk kekuasaan demokratis. Artinya, kekuasaan tersebut bisa tercapai karena menggabungkan pendapat dan saran dari berbagai individu kemudian ditentukan cara terbaik membawa perusahaan pada kejayaannya. Jika tidak demikian, alih-alih mendapatkan kekuasaan, perusahaan tersebut akan ambruk sendirinya. Pengetahuan-Demokratisasi-Kekuasaan.

Apakah wanita juga termasuk sumber kekuasaan? Wallahualambissawab..

 

Juni, 2014


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *