sunatan 1

Sunatan

Fiksi, Puisi

Maka dipotonglah pucuk daging sakral diatas kain putih

anak kecil menangis dengan nafas habis

Matanya terlihat kotor bersama darah yang menetes

Orang-orang tertawa bertuntasan

Wanita-wanita memungut uang

Tiada ruang mereka percaya

Kudengar, mata uang juga sekarang disunat

Dari hulu sampai hilir, makin kecil tak kembali

Mata uang membawa mata-mata

Mereka siksa diatas kuasa

Dari hutan juga terdengar siksa, katanya pohon sedang disunat;

Petuah tinggal cerita jika langkah berbalut serakah

Pun cukup sudah ciptaanNya

 

Samarinda, 2014


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *