Tafsir Faternalistik Alquran

Uncategorized

luqman-12-14Kehadiran anak sebagai amanah merupakan sebuah anugrah allah swt. Mereka yang lugu,lucu,kocak dan lain sebagainya mampu menghadirkan segala keceriaan sekaligus menghapus segala permasalahan yang mencoba menghimpit kehidupan para orang tua,
Anak sebagai amanah tentunya sangatlah layak di sebut sebagai sebuah benda yagng bisa kita atur atas dasar keinginan para walinya oleh karena itu sangatlah tidak berlebihan hadits rasulullah saw menjelaskan tentang peran penting orang tua dalam membentuk karakteristik anak.
Sebagian mazhab pemikiran mengimani konsep hadhanah atau pemeliharaan anak harus diserahkan kepada ibu karena wanita dan kaum ibu memiliki kecerdasan emosional namun yang paling berpengaruh untuk mencetak karakter andalan maka sebenarnya adalah tugas ayah atau bapak.
Ulasan hadits nabi menjelaskan sebagai berikut
“kullu mauludin yuuladu alal fitrah, wakana abawa huma an yumajjisanihim au nusronihim”
Secara tekstual tugas membentuk di serahkan kepada Abawahu yang maksudnya adalah ayah atau bapak, kondisi masyarakat yang menganggap tabu mengasuh anak yang di lakukan oleh kaum adam ini, akan tetapi alqur’an memperterang alibinya dengan menghadirkan sebuah surat fhaternalis yaitu surah luqman yang menceritrakan tentang kemampuan asuh seorang bapak atau ayah kepada anaknya, sehingga karakternya sebagai anak shalih dapat terwujud.
Semoga tulisan singkat ini mampu menggugah semangat kaum adam dalam mendidik anak karena tidak sedikit anak-anak yang di didik bersama ayahnya memiliki kecerdasan lebih. Akhirnya segala ikhtiar dan upaya manusia kita serahkan hasilnya kepada allah swt.
Lombok timur, 18-042015
Abu Iqbal


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *