TANTANGAN, PELUANG DAN STRATEGI MAHASISWA DALAM MEMENANGKAN TANTANGAN ZAMAN

Non Fiksi

Tantangan, Peluang, dan Strategi Mahasiswa PBSID Memenangkan Persaingan Zaman

TANTANGAN, PELUANG DAN STRATEGI MAHASISWA DALAM MEMENANGKAN TANTANGAN ZAMAN
OLEH: AHMAD BUDIMAN
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat pada masa ini, telah berimplikasi pada perkembangan dan dinamisasi kehidupan manusia. Teknologi informasi telah menjadi suatu penggerak dalam dinamika interaksi antar manusia di berbagai belahan dunia, dimana masyarakat seluruh dunia dapat dengan mudah dan bebas untuk berinteraksi dan menukar informasi antar sesama dalam suatu global village sebagai wujud dari era globalisasi. Globalisasi telah menjadi kata yang amat populer akhir-akhir ini karena banyak dibicarakan dan dibahas oleh berbagai kalangan. Kemajuan yang pesat dalam teknologi transportasi, komunikasi dan informasi yang menjadi ciri utama dari proses globalisasi itu menyebabkan terjadinya berbagai perubahan yang bersifat menyeluruh fundamental dan berdimensi banyak. lni semua merupakan fenomena yang tak terelakkan. Perubahan-perubahan pada skala global itu selanjutnya memicu timbulnya transformasi struktural yang pada gilirannya dapat memberikan dampak pada proses pergeseran nilai, sikap, cara hidup, perilaku manusia, sistem, kelembagaan dan lain-lain. Dalam kaitan, sumber daya manusia yang berkualitas yakni yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi akan memegang peranan yang sangat strategis dan mampu memacu pertumbuhan dan pengembangan disegala bidang kehidupan manusia. Terlebih lagi Pada zaman sekarang setiap orang memiliki ketergantungan pada alat-alat modern yang serba canggih,termasuk di dalamnya teknologi dan juga termasuk alat komunikasi yang membuat pekerjaan kita sedikit lebih ringan karna keberadaannya. Khusunya untuk para pelajar, teknologi sangat berperan penting dalam proses pembelajaran maupun fasilitas Sekolah. para pengajar dan calon guru sebelumnya harus menguasai komputer terlebih dahulu karna komputer [laptop] menjadi alat yang sangat vital dalam pekerjaan kita sebagai pengajar maupun sebagai mahasiswa.
Peningkatan kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh pengelolaan pendidikan itu sendiri, disamping sejauh mana pendidikan itu mampu memberdayakan semua unsur terkait dan berpengaruh terhadap pendidikan tersebut sebagai suatu sistem. Bagaimana memanfaatkan potensi untuk meraih peluang dan memanfaatkan potensi untuk menghadapi ancaman tantangan, Bagaimana cara pendidik mengatasi kelemahan untuk meraih peluang dan meminimalkan kelemahan untuk bertahanan dalam masa seperti saat ini.
BAB II PEMBAHASAN
A. Tantangan
WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik (nurturer), (2) model, (3) pengajar dan pembimbing, (4) pelajar (learner), (5) komunikator terhadap masyarakat setempat, (6) pekerja administrasi, serta (7) kesetiaan terhadap lembaga. Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggung jawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkah laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada. Disamping itu, dikatakan bahwa; peran guru sebagai model atau contoh bagi anak, peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. peran guru sebagai pelajar (leaner), peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan, peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat dan guru sebagai admin. Memahami peran di atas, guru perlu dibina dalam rangka meningkatkan kualitas. Menurut Syafaruddin (2005) pembinaan guru adalah serangkaian usaha bantuan kepada guru terutama layanan profesional yang dilakukan oleh kepala madrasah, penilik atau pengawas untuk meningkatkan kemampuan mengajar yang bermuara kepada peningkatan mutu lulusan. Guru merupakan bagian integral dari keberadaan SDM yang mempunyai peranan strategis dalam kehidupan suatu sekolah Menurut Wahjosumidjo
Perlu diperhatikan bahwa sekolah-sekolah yang ada di kota siswanya lebih menonjol dalam bidang kemajuan ilmu bahasa dan sebagainya tapi bagaimana dengan sekolah-sekolah yang ada di desa dan di pedalaman-pedalaman ini yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah, di sinilah calon guru atau mahasiswa dituntut untuk bekerja lebih keras lagi dalam mendorong mental dan kreatifitas serta kecerdasan siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia agar mereka bisa mengimbangi anak-anak yang bersekolah di kota. Guru adalah kreator proses pembelajaran (Zamroni, 2003: 74). Artinya, akan menjadi pertunjukan apa pun sebuah proses pembelajaran di kelas, tergantung pada guru. Sekolah juga harus menyediakan fasilitas dan media yang memadai dalam pembelajaran walapun sekolah tersebut berada di pelosok sekalipun namun harus tetap diperhatikan karna untuk menyeimbangkan pola pikir siswa, agar mereka pun bisa bersaing bersama anak-anak yang bersekolah di kota dalam olimpiade ataupun lomba-lomba yang diadakan.
B. Peluang
Dri semua aspek yang terjadi baik tantangan maupun kendala maka perlu adanya peningkatan kualitas yaitu meningkatkan kemampuan para penyelenggara pendidikan, dan mendayagunakan potensi yang ada untuk merebut peluang dan mengurangi kelemahan untuk merebut peluang, meningkatkan kemampuan mengolah potensi mengatasi tantangan, dan atau memenimalisir kelemahan untuk menangkal ancaman dari tantangan yang tidak bisa dirubah. Kita juga harus mampu menggunakan pengalaman-pengalaman yang kita dapatkan saat menjadi mahasiswa, itu sangat penting sehingga kita bisa kreatif memilih strategi saat mengajar.
C. Strategi
Strategi Mahasiswa yang kreatif adalah mahasiswa yang dapat menciptakan berbagai ragam kegiatan pembelajaran dan dapat menemukan suatu yang baru untuk memenangkan persaingan zaman yang semakin kuat khususnya dalam bidang pendidikan. Dalam proses pembelajaran, pendidik dapat merangsang siswa karena dalam mengajar, pendidik menggunakan cara-cara yang unik dan baru. Pembelajaran terasa segar. Pendidik mampu menemukan dan menghasilkan berbagai cara, strategi, dan karya yang bermanfaat untuk keperluan pendidikan. Selain kreatif, pendidik juga harus inovatif yaitu dapat menciptakan kondisi belajar dalam kegiatan pembelajaran yang baru sesuai dengan tuntutan perkembangan pendidikan.
Pendapat Guilford mengenai kreativitas yang termasuk berpikir divergen disanggah oleh Craft (2000). Craft menyatakan bahwa kreativitas termasuk ke dalam berpikir konvergen sekaligus berpikir divergen. Menurutnya untuk memunculkan kreativitas diperlukan mesin penggerak. Mesin penggerak ini dinamakan pikiran yang berdaya. Melalui pikiran yang berdaya ini dapat dilakukan pemecahan masalah dan ide-ide baru atau ide yang bernilai.
Seorang pendidik harus mau belajar dan terus belajar untuk mengikuti perkembangan yang ada. Karena pada saat ini dalam mengajar siswa diiringi dengan teknologi yang canggih dan modern, seperti penggunaan LCD dalam mengajar. Maka calon pendidik harus membiasakan diri belajar setiap waktu, karena belajar itu berlaku seumur hidup.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *