Tantangan, Peluang dan Strategi Mahasiswa Prodi PBSID Memenangkan Persaingan Zaman

Opini, Pendidikan

strategi mahasiswa menjadi yang terbaik

I. Pendahuluan

Ketika masuk Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID), satu hal yang dipertanyakan yaitu “Mau jadi apa kamu nanti?”. Pertanyaan itu kebanyakan terlintas dari benak orang tua mahasiswa Sarjana Bahasa Sastra Indonesia, bahkan juga terlintas dalam benak mahasiswa itu sendiri. Banyak yang meremehkan bahwa lulusan Bahasa Sastra Indonesia paling-paling hanya bisa menjadi guru ketika kerja. Bidang ini, kata orang, terlalu spesifik namun tidak prospektif. Ketakutan, kegelisahan, dan kekhawatiran itu muncul apabila mahasiswanya tidak membuka pikiran mereka bahwa lulusan Sarjana Bahasa Sastra Indonesia itu sebenarnya bisa memasuki semua aspek pekerjaan secara umum.

Tidak hanya seputar prospek kerja setelah lulus nanti, ada kekhawatiran lagi yang tertuju pada sarjana Bahasa Sastra Indonesia, yakni “Apakah Lulusan Sarjana Bahasa Sastra Indonesia berkesempatan ke luar negeri, guna kepentingan program studinya nanti?”, karena selama ini banyak orang beranggapan bahwa yang memiliki peluang besar untuk bisa ke luar negeri baik itu untuk program studi pertukaran pelajar (student exchange) ataupun melanjutkan studi ke luar negeri itu hanyalah bagi program studi selain Bahasa Sastra Indonesia.

Fakta menunjukkan bahwa sekolah-sekolah atau perguruan tinggi yang mampu menghasilkan output yang mudah terserap oleh lapangan kerja akan diminati oleh masyarakat. Contoh paling mudah adalah fakultas-fakultas kedokteran diberbagai perguruan tinggi. Meski biaya SPP sangat tinggi tetapi fakultas kedokteran menjadi rebutan calon mahasiswa. Mengapa? Karena lulusan fakultas kedokteran lebih menjanjikan masa depan yang lebih baik. Berbeda dari sekolah-sekolah atau fakultas-fakultas di perguruan tinggi yang kurang memberikan jaminan kerja. Meski biaya SPP murah, tetapi animo masyarakat tetap rendah. Mengapa? Lagi-lagi terkait dengan prospek kerja masa depan. Paling tidak, menurut persepsi calon mahasiswa.

Menjawab anggapan-anggapan serta tantangan-tantangan diatas, dengan sedikit kreativitas dan kemauan, lulusan bahasa sastra Indonesia bisa bekerja dan sukses di berbagai bidang apabila mahasiswa tersebut mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Lulusan program studi ini berkesempatan menjadi ahli bahasa dan sastra Indonesia, penulis, editor, peneliti, pengajar, staf di instansi pemerintah/swast dalam bidang media massa. Dan tentunya untuk meraih kesempatan tersebut, Mahasiswa yang bersangkutan harus mempersiapkan berbagai keterampilan, skill, dan keahlian dalam bidang yang terkait.

Dari hal-hal yang diuraikan di atas mengenai prospek sarjana Bahasa Sastra Indonesia yang banyak memunculkan kekhawatiran, akan pekerjaan yang tidak menjanjikan dan tidak memiliki daya saing dan daya jual dibandingkan dengan Prodi lainnya. Oleh karena itu melalui tulisan ini akan dibahas mengenai “Tantangan, Peluang dan Strategi Mahasiswa Prodi PBSID Memenangkan Persaingan Zaman”.

II. Pembahasan
A. Tantangan Mahasiswa Prodi PBSID Memenangkan Persaingan Zaman
Dalam persaingan zaman yang semakin mencekik akhir-akhir ini, tantangan yang dihadapi kaum terdidik di lapangan pekerjaan kian berat. Menurut (KBBI: 1627)Tantangan adalah hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah; rangsangan (untuk bekerja lebih giat dsb). Tantangan yang paling utama adalah tingkat persaingan lapangan kerja yang semakin sempit, sementara dunia pendidikan terus mencetak anak didiknya di semua jurusan.
Sarjana Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) merupakan salah satu lulusan yang seakan terpinggirkan dan diremehkan. Mungkin sebagian dari kalian ada yang kesal karena dipandang sebelah mata oleh teman-teman kalian. Dan kesal dengan pertanyaan yang kurang lebih pertanyaan tersebut seperti ini ; “Kenapa ngambil bahasa Indonesia? Emang gak bisa bahasa Indonesia sampai dipelajarin lagi? atau yang lebih parah ada yang bilang gini, “Kenapa bahasa Indonesia? Kenapa gak bahasa Inggris atau bahasa asing lain yang lebih keren?” dan juga “lulusan sastra nanti mau kemana sih?mau kerjanya dimana?”. Pertanyaan semacam ini mungkin membuat kalian bingung atau bahkan kesal. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan gambaran umum mengenai tantangan-tanganan yang dihadapi oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia (dalam Muhbib Abdul Wahab: 8)
Dari berbagai pertanyaan diatas ada beberapa simpulan tantangan yang akan dihadapi oleh Mahasiswa Prodi PBSID untuk memenangkan persaingan zaman di-Era Globalisisi ini. Pertama, menghilangkan image bahwa Prodi PBSID tidak pantas untuk dipelajari karena merupakan bahasa sendiri. Kedua, menghilangkan Mindset masyarakat bahwa Prodi PBSID terlalu spesifik namun tidak prospektif. Ketiga, menunjukan kepada mahasiswa Prodi lain dan masyarakat umum jika Prodi PBSID mampu bersaing dan memiliki daya jual. Keempat, menunjukan Bahwa mahasiswa Prodi PBSID adalah mahasiswa yang terampil dan memiliki skill dalam berbagai bidang kehidupan. Kelima, menunjukan bahwa mahasiswa Prodi PBSID nantinya adalah sarjana yang siap kerja disegala bidang kehidupan, tidak hanya menjadi guru.

B. Peluang Mahasiswa Prodi PBSID Memenangkan Persaingan Zaman
Pada pembahasan sebelumnya telah dibahas tentang berbagai tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh mahasiswa Prodi PBSID dalam memenangkan persaingan zaman di-Era Globalisisi ini. Tentunya, jika ada tantangan sudah pasti juga akan ada peluang. (KBBI: 1145) Peluang adalah ruang gerak, baik yang konkret maupun yang abstrak, yang memberikan kemungkinan bagi suatu kegiatan untuk memanfaatkannya dalam usaha mencapai tujuan; kesempatan. Dari itu pada pembahasan kali ini akan diulas berbagai peluang-peluang mahasiswa PBSID dalam memenangkan persaingan zaman.
Mengenai prospek Prodi pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) yang banyak memunculkan kekhawatiran, akan pekerjaan yang tidak menjanjikan dan tidak memiliki daya saing dan daya jual dibandingkan dengan Prodi lain karena dianggap kurang memiliki skill dan keterampilan. Untuk diketahui Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah merupakan bidang studi yang menghasilkan sarjana-sarjana dengan 3 keahlian/keterampilan pokok, yaitu kependidikan, Kebahasaan, dan kesastraan. Tentunya ketiga keahlian/keterampilan ini merupakan peluang-peluang utama bagi mahasiswa PBSID.
Mahasiswa PBSID yang memiliki keahlian dibidang “kependidikan” adalah mahasiswa yang mengusai tentang seluk-beluk kependidikan di Indonesia, mengusai tentang teknik-teknik penyusunan kurikulum dan implementasinya, mengusai tentang teknik-teknik mengajar, mengusai metode-metode pembelajaran dan lain-lain sebagainya. Dengan keahlian dan keterampilan seperti ini mahasiswa Prodi PBSID berkesempatan menjadi tenaga pengajar di berbagai jenjang sekolah, menjadi seorang peneliti kependidikan, pengajar atau instruktur bahasa dan sastra Indonesia bagi penutur asing (BIPA), baik di Indonesia maupun di luar negeri, pengelola kursus BIPA, perancang program pembelajaran bahasa Indonesia untuk tujuan khusus di perusahaan dan lembaga pendidikan, penulis buku teks bahasa Indonesia, menjadi seorang menteri pendidikan dan tidak sedikit yang mengembangkan diri dalam bidang kehumasan dan studi lanjut S2 untuk menjadi dosen di Perguruan Tinggi.
Mahasiswa PBSID yang memiliki keahlian di bidang “Kebahasaan” adalah mahasiswa yang mengusai berbagai disiplin ilmu kebahasaan (linguis) seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik. Dan bidang ilmu kebahasaan kolaboratif seperti sosiolinguistik, psikolinguistik dan lain sebagainya. Dengan keahlian dan keterampilan seperti ini mahasiswa Prodi PBSID berkesempatan menjadi tenaga pengajar di berbagai jenjang sekolah, menjadi seorang peneliti Kebahasaan, pengajar atau instruktur bahasa dan sastra Indonesia bagi penutur asing (BIPA), baik di Indonesia maupun di luar negeri, penulis buku teks bahasa Indonesia, menjadi kepala pusat bahasa, menjdi seorang wartawan, editor, menjadi pegawai media masa pemerintah/swasta dan tidak sedikit yang mengembangkan diri dalam bidang kebahasaan dan studi lanjut S2 untuk menjadi dosen di Perguruan Tinggi.
Mahasiswa PBSID yang memiliki keahlian di bidang “Kesastraan” adalah mahasiswa yang mengusai disiplin ilmu-ilmu sastra, teknik jurnalistik, keterampilan membuat karya-karya seni prosa fiksi, mengusai ilmu-ilmu humanis dan kebudayaan dan lain sebagainya. Dengan keahlian dan keterampilan seperti ini mahasiswa prodi PBSID berkesempatan menjadi tenaga pengajar di berbagai jenjang sekolah, menjadi seorang sastrawan, budayawan, seniman, jurnalis, penulis, editorial, wartawan, sutradara, entertainer, menjadi pegawai media masa pemerintah/swasta, dan tidak sedikit yang mengembangkan diri dalam bidang kesastraan dan studi lanjut S2 untuk menjadi dosen di Perguruan Tinggi.
Simpulannya, Prodi PBSID memiliki berbagai peluang-peluang serta prospek yang sangat terjamin, baik itu dilihat dari prospek kerja, maupun prospek lanjutan akademis ke S2. Hal ini dikarena Prodi PBSID adalah bidang studi yang menyiapkan mahasiswa sarjana lulusannya dengan sangat optimal, dengan berbagai keahlian dan keterampilan sehingga di pasar bebas persaingan zaman, mahasiswa prodi PBSID akan mampu bersaing dan memiliki daya jual yang tidak kalah dengan prodi-prodi lainnya.

C. Strategi Mahasiswa Prodi PBSID Memenangkan Persaingan Zaman
Setiap tantangan pasti memberikan peluang dan prospek jika kita berusaha untuk menghadapi tantangan itu dengan berpikir positif dan bersikap penuh kesungguhan dan kearifan. Termasuk tantangan yang kini dihadapi oleh mahasiswa Prodi PBSID. Tentunya untuk menjawab tantangan dan meraih semua peluang-peluang yang ada diperlukan sebuah strategi. (KBBI: 1529) Strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Dari landasan tersebut, pada pembahasan kali ini, akan diulas mengenai strategi Mahasiswa PBSID memenangkan persaingan zaman.
Tentunya untuk meraih semua peluang yang ada mahasiswa Prodi PBSID harus bisa meningkatkan kualitas diri untuk bersaing dengan prodi-prodi lain sehingga memiliki nilai jual untuk memenangkan persaingan zaman. Lalu, “Apa yang bisa kita lakukan dari sekarang untuk meningkatkan potensi diri??”. Jawabannya, Pertama, aktiflah dikegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi keilmuan, seperti lomba-lomba, kompetisi, pelatihan, dan lain-lain sebagainya. Kedua, ambil setiap kesempatan semasa kuliah walau sangat kecil, misalnya seleksi beasiswa, baik internal maupun eksternal. Percayalah, ketika kalian lulus banyak dari kesempatan beasiswa itu hangus seiring bertambah umur. Selagi masih berkuliah, kejarlah semua kesempatan itu. Diterima atau tidak, itu masalah nanti yang penting berani mencoba dan mengambil kesempatan. Ketiga, kembangkan kemampuan dari hobby, misalnya suka terhadap dunia jurnalistik, wartawan, MC, seni, tulis menulis, editorial, transleter bahasa, entertaintment, media massa, telekomunikasi, dan lain sebagainya. Pahami, telaah, gali lebih dalam dan konsisten terhadap hobby tersebut, karena itu semua nantinya akan bermuara pada banyaknya keterampilan yang kita kuasai, dan akan menunjang dunia kerja.
Berkaitan dengan hal tersebut menurut Prof. Dr. H. Soedijarto, MA (Makalah Paradigma Pembelajaran Menjawab Tantangan Zaman). Dalam pengembangan potensi diri mahasiswa harus memiliki minimal dua prinsip dasar yaitu Learning to Know dan Learnig to do. Learning to Know, adalah proses pembelajaran yang memungkinkan pelajar/mahasiswa menguasai teknik memperoleh pengetahuan dan bukan semata-mata memperoleh pengetahuan. Sasarannya adalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga tercapai keseimbangan dalam penguasaan IPTEK antara negara di dunia. Dan Learnig to do, proses pembelajaran pendidikan tinggi, mengandung makna atau berimplikasi tentang perlunya pendidikan profesional pada pendidikan tinggi secara konsekuentif, bermuara pada paradigma pemecahan masalah yang memungkinkan seorang mahasiswa berkesempatan mengintegrasikan pemahanan konsep, penguasaan ketrampilan teknis dan intelektual, untuk memecahkan masalah dan dapat berlanjut kepada inovasi dan improvisasi dalam karier dan dunia kerja. Dengan kedua prinsip ini mahasiswa Prodi PBSID akan disiapkan menjadi sarjana yang memiliki keterampilan dan siap menghadapi dunia kerja.

III. Penutup
Dari berbagai pembahasan di atas mengenai tantangan, peluang dan strategi mahasiswa Prodi PBSID memenangkan persaingan zaman, terdapat hal-hal terpenting, bahwa selama sebuah universitas mengadakan program studi, maka itu berarti lulusan dari program studi tersebut masih diperlukan di masyarakat luas atau dunia kerja. Semua hasil yang kita peroleh itu bukan hanya bergantung pada dimana tempat kita berkuliah atau di jurusan apa kita berkuliah, melainkan bagaimana cara kita memecahkan segala tantangan, meraih segala peluang yang tersedia menggunakan strategi terbaik dengan segala keahlian dan keterampilan disiplin ilmu yang kita kuasai. Dangan hal tersebut mahasiswa Prodi PBSID akan menjadi sarjana yang mampu memenangkan persaingan zaman di-Era Globalisasi ini baik secara karier akademis dan dunia kerja.

Daftar Pustaka
Muhbib Abdul Wahab. Makalah Tantangan dan Peluang Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra diunduh di Internet, 29 Desember 2014.
Prof. Dr. H. Soedijarto, MA. Makalah Paradigma Pembelajaran Menjawab Tantangan Zaman di unduh di Internet, 29 Desember 2014.
Tim penyusun Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *