TANTANGAN, PELUANG, DAN STRATEGI MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH MEMENANGKAN PERSAINGAN ZAMAN

Artikel

TANTANGAN, PELUANG, DAN STRATEGI MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH MEMENANGKAN PERSAINGAN ZAMAN

  1. Pendahuluan

Kompetensi Program studi bahasa, sastra indonsia dan daerah yakni untuk membangun mahasiswa menjadi lulusan yang bermutu, khususnya mampu mengaplikasikan ilmu yang sesuai dengan kebutuhan daerah, Mengembangkan budaya ilmiah untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif, serta tercapainya Tri Darma Perguruan Tinggi, dan  Mengembangkan penalaran, minat dan kegemaran mahasiswa untuk mewujudkan perkembangan keperibadian lulusan. Uraian diatas memberikan pandangan kepada mahsiswa untuk mampu mewujudkan kompetensi yang ada. Seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman yang semakin canggih, persaingan dalam menghadapi kemenangan zaman ini semakin beragam, sehebat apapun zaman yang kita pijaki dan kita lalui tanpa adanya rasa kesadaran diri untuk mengepalkan sayap keinginan untuk kemenangan semua itu tidak akan sejalan dengan apa yang diinginkan. Jadi segala sesuatu yang diinginkan yang harus dilalui pertama yakni kesadaran pada diri sendiri dan semangat  juang yang tinggi.

Filsuf yunani Aristoteles menyatakan bahwa manusia adalah “Zoon Politicon” atinya manusia itu tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, kita berdiri karena orang lain, bangkit karena orang lain, terpuruk karena orang lain, begitupun kemenangan, itu semua juga karena orang lain. Dikatakan manusia tidak bisa hidup sendiri karena manusia memerlukan bantuan dari orang lain, jadi dalam mewujudkan kemenangan persaingan zaman mahasiswa harus saling bahu membahu serta saling memberikan motifasi  kepada mahasiswa- mahasiswa bahasa, sastra indonesia dan daerah lainnya untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Dan segala sesuatu yang didasarkan pada keinginan bersama serta kemauan yang sungguh- sungguh dalam komunitas akan menghasilkan buah yang manis pula.

Dalam memperoleh suatu kemenangan dalam persaingan pada zaman sekarang ini tentunya penulis akan memaparkan apa saja tantangan- tantangan mahasiswa, apa saja peluang bagi siswa serta strategi- strategi yang mampu membawa kemenangan mahasiswa program studi bahasa, sastra indonesia dan daerah dalam memenangkan persaingan Zaman.

  1. Pembahasan
  2. Tantangan

Menurut kbbi tantangan merupakan hal atau objek yg menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah; rangsangan (untuk bekerja lebih giat dsb). Artinya segala sesuatu yang didasaran pada tekad yang kuat, dan  memiliki kesulitan- kesulitan untuk menghadapi berbagai masalah itulah tantangan. Tantangan- tantangan yang dihadapi mahasiswa program studi bahasa, sastra indonesia dan daerah antara lain:

  • Banyaknya saingan

Banyaknya saingan pada saat ini banyak menyebabkan mahasiswa PBSID menganggur. Orang tidak bekerja alias pengangguran merupakan masalah bangsa yang tidak pernah selesai. Ada beberapa hambatan yang menjadi alasan kenapa orang tidak bekerja, yaitu hambatan kultural dan kurikulum sekolah. Hambatan kultural yang dimaksud adalah menyangkut budaya dan etos kerja. Sementara yang menjadi masalah dari kurikulum sekolah adalah belum adanya standar baku kurikulum pengajaran di sekolah yang mampu mengembangkan kemandirian Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hambatan- hambatan inilah yang menjadikan banyak pengangguran terutama pada lulusan sarjana yang kurang tanggap dalam mencari informasi dimedia sosial, majalah dan sebagainya. Kemampuan juga menjadi tolak ukur manusia pada zaman sekarang ini, tanpa kemampuan yang mampu menghasilkan keterampilan mahasiswa tidak akan mampu bersaing atau dengan kata lain akan tertinggal.

  • skiil ( kemampuan)

kemampuan yang dimiliki mahsiswa PBSID sangat berpengaruh dalam kemenangan zaman. Kemampuan yang dimaksud yakni baik kemampuan fisik maupun kemampuan intelektual.

Menurut Robbins (1996:102), bahwa kemampuan adalah kapasitas seseorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Selanjutnya totalitas kemampuan dari seseorang individu pada hakekatnya tersusun dari dua perangkat faktor, yakni kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Kemampuan intelektual adalah kemampuan untuk menjalankan kegiatan mental. Kemampuan fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas- tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan dan bakat bakat sejenis.

Dapat disimpulkan bahwa kemampuan yang ingin dicetak dalam zaman adalah mahasiswa yang mampu dalam segala bidang baik itu kemampuan fissik maupun kemampuan intelek, karena setiap mahasiswa memiliki kemampuan logis dalam berfikir sehingga dengan kemampuan siswa diharapkan mampu membedakan mana yang benar dan yang salah. Setiap mahasiswa mempunyai kemampuan berbeda- beda, disinilah tugas mahasiwa untuk saling bahu- membahu untuk mencapai tujuan yang diinginkan

  • kemurnian bahasa indonesia hilang

kemurnian bahasa indonesia menhilang dengan adanya bahasa- bahasa asing yang masuk kedalam bahasaa indonesia itu sendiri, contohnya bahasa korea, bahasa jepang dsb, dan lebih parahnya lagi bahasa- bahasa indoneesia yang dibuat- buat anak gaul zaman sekarang inilah tantangan bagi mahasiswa karena bahasa indonesia sudah sangat hilang dari kemurniannya bahkan mahasiswa PBSID banyak yang menggunakan bahasa indonesia yang keluar dari tataran bahasa yang sebenarnya.

  1. Peluang

Peluang menurut kamus besar bahasa Indonesia kesempatan (ruang gerak) baik dalam bentuk konkret maupun dalam bentuk abstrak (Taufan, 1998: 34). Peluang mahasiswa program studi bahasa, sastra indonesia dan daerah kedepannya sangat banyak sekali, semua tergantung pada tekad serta skiil yang mahasiswa miliki, peluang- peluang yang dapat dicapai antara lain:

  • Guru

Peluang mahasiswa PBSID yang sangat besar yakni sebagai guru bahasa indonesia, karena berdasarkan jurusan yang diambil dalam program studi bahasa indonesia, civitas akademik menyiapkan program perkuliahan yang berhubungan dengan  mata kuliah bahasa indonesia serta mata kuliah yang berhubungan dengan keguruan, sehingga sangat besar peluang mahasiswa PBSID untuk berprofesi sebagai guru.

  • Penulis

Peluang mahasiswa PBSID bukan hanya menjadi gurru saja, melainkan menjadi editor ataupun penulis itu juga salah satu profesi mahasiswa PBSID karna dalam pembelajaran bahasa indonesia mahasiswa juga belajar bagaimana cara menganalisa penulisan yang benar dan yang salh karena semua telah dkemas dalam pembelajaran PBSID dan dari situlah pmahasiswa bisa mennjadi penulis yang handal yang siap bekerja dibidang editor ataupun penulis.

  • bidang komunikasi (pengajar orang asing)

mahasiswa PBSID juga memiliki peluang dalam mengajar orang asing berbahasa indonesia, namun kembali lagi mahasiswa harus menguasai bahasa inggris pula untuk menjadi penerjemah yang baik.

 

  1. Strategi

Strategi merupakan cara- cara yang digunakan untuk mencapai tujun yang ingin diinginkan. Menurut A. Halim strategi adalah suatu cara dimana lembaga/ organisasi akan mencapai tujuannya, sesuai dengan peluang- peeluang dan ancaman- ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi, serta sumber daya dan kemampuan internal. Berikut strategi- strategi yang harus dilakukan mahasiswa PBSID dalam memenangkan persaingan zaman.

 

  • membuka diri melalui koneksi jaringan

untuk memenangkan persainga zaman PBSiD , mahasiswa dituntut untuk mampu membuka diri dalam organisasi- organisasi yang ada didaerah tempat tinggal, karena dengan membuka diri kepada masyarkat sekitar tentunya pengalaman yang diperoleh akan semakin banyak dan komunikasi dengan siapapun akan terarah karena pembiasaan diri. Jadi membuka diri dalam masyarakat sangat penting untuk membangun kemenangan persaingan pada zaman sekarang ini.

  • mengasah kemampuan

kemampuan yang tidak diasah terus- menerus akan mengakibatkan ilmu yang didapat menjadi berkurang, sebaliknya ilmu yang tetap diasaah akan melekat sepanjang kita mengasahnya, jadi untuk memenangkan persaingan zaman mahasiswa sangat perlu mengasah kemampuan yang dimiliki, agar segala sesuatu yang didapat didlam kampus menjadi bermanfaat dan tidak sia- sia.

  • mencoba hal baru

mencoba hal- hal baru sangat dianjurkan dalam mencari ilmu yang terkndung dalam ranah ini, karena semakin banyak ilmu yang dicari maka semakin banyak pula ilmu yang didapat, untuk mencapai kemenangan mahasiswa PBSID harus mencoba hal- hal yang baru agar ilmu yang didapat tidak berada dalam ranah jurusan saja, namun mahasiswa harus mencoba hal- hal baru agar wawasan pengetahuan menjadi luas dan mampu bersaing didalam bidang segala hal.

  • Penutup

untuk memenangkan persaingan zaman mahasiswa PBSID memiliki tantangan – tantangan yang harus dilalui, peluang- peluang keberhasilan serta penyusunnan strategi- strategi yang ingin dicapai agar apa yang diinginkan sejalan dengan usahasa yang dilewati.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *