Teknik Meningkatkan Kemampuan Membaca

Non Fiksi, Opini, Pendidikan

Teknik Meningkatkan Kemampuan Membaca

Membaca merupakan suatu aktivitas yang sangat jamak dilakukan oleh siapa pun, di mana pun dan kapan pun berikut dengan objek yang sangat beraneka ragam. Tujuan dari aktivitas ini pun sangat variatif, kendatipun bias dikatakan secara sederhana di sini, adalah umumnya untuk memperoleh pengetahuan sebanyak-banyaknya di samping juga untuk mencari hiburan (katarsis) semata. Kedua tujuan ini dikenal dengan istilah dulce et utile dalam bidang sastra.
Aktivitas membaca sebenarnya gampang-gampang susah, yakni sesungguhnya bergantung pada kondisi dan/atau situasi baik yang dating dari si pembaca sendiri, bahan bacaan, maupun dari lingkungan tempat aktivitas itu berlangsung.
Pertama, situasi dari pembaca bisa berupa, misalnya, apabila dalam kondisi mood dan memiliki ketertarikan terhadap bacaan itu, maka pembacaan akan berlangsung lebih mudah. Di samping itu, kondisi pembaca bisa juga bergantung pada tujuan melakukan aktivitas membaca itu. Apabila aktivitas untuk katarsis atau mencari hiburan, maka aktivitas itu akan terasa ringan dan menyenangkan, sebaliknya apabila aktivitas ini untuk menyelesaikan tugas kuliah, maka aktivitas itu malah menjadi beban berat dan sangat serius.
Kedua, situasi kondisi yang menyebabkan aktivitas membaca menjadi gampang-gampang susah dating dari tulisan atau objek yang dibaca. Coba bandingkan, mana yang lebih ringan atau lebih berat membaca novel popular atau membaca buku teori Strukturalisme Levi Straus? Jawabannya pasti adalah lebih ringan membaca novel-novel popular. Hal ini menunjukkan bahwa objek bacaan juga berpengaruh sangat besar di dalam membentuk emosi, konsentrasi, perilaku serta kebiasaan kita tatkala membaca.
Ketiga, situasi ini juga datang dari lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar tempat kita membaca secara langsung berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi dalam melakukan aktivitas membaca. Hal ini disebabkan karena lingkungan sekitar memiliki peran aktif membentuk atau menciptakan kelanggengan konsentrasi ketika membaca. Misalnya, apabila membaca di tempat yang tenang, sunyi serta sejuk, tentu ini akan membantu untuk terus berkonsentrasi serta merasa nyaman melakukan kegiatan membaca. Namun sebaliknya, apabila membaca di tengah situasi yang sangat gaduh dan semrawut, boleh jadi kita kan kehilangan konsentrasi dan tidak kuat berlama-lama di tempat itu serta deretan huruf atau kata-kata yang terlihat begitu “liar” untuk ditangkap oleh mata dan pikiran. Hal ini disebabkan karena kita merasa terganggu, sertaa pikiran acap kali “terbang lepas” mengikuti suasana kegaduhan tersebut.
Perlu diketahui bahwa arti penting akan keterampilan membaca bagi siapa pun yang gemar membaca, khususnya para pelajar atau mahasiswa adalah semata-mata terletak pada peningkatan efektivitas dan efesiensi dalam pencapaian pemahaman. Artinya, dengan teknikatau keterampilan membaca yang cukup memadai atau mumpuni, seorang pembaca dapat dipastikan memperoleh pemahaman yang maksimal (maximum comprehension)-nya dalam tempo yang relative lebih cepat atau terhitung dalam kurun waaktu yang tidak (terlampau) lama. Semakin cepat pemahaman itu tercapai maka efektivitas keterampilan membaca bisa dikatakan su dah tercapai. Karena itu, diperlukan sekali adanya pengetahuan dan pembelajaran teknik-teknik membaca (reading techniques) yang efektif dan efisien demi menyikapi positif terhadap teks-teks bacaan yang ada di hadapan kita. Dengan penguasaan terhadap suatu teknik membaca, kombinasi aktivitas fisik dan mental kita ketika membaca bisa dimanfaatkan dengan baik karena membaca sebenarnya melibatkan kedua aktivitas ini.
Di dalam kegiatan membaca, konsentrsi merupaakan hal yang sangat penting. Dua hal utama yang harus dilakukan adalah membangun dan menjaga konsentrasi, yakni kemampuan untuk mengabaikan (eksklusi) berbagai gangguan dan kemampuan untuk tetap fokus.
Konsentrasi adalah suatu kemampuan diri untuk terus menerus menjaga pikiran tertuju pada yang dikerjakan, atau khususnya pada apa yang sedang dibaca. Dalam konteks kegiatan belajar mengajar di kelas, konsentrasi bisa berarti kemampuan kita untuk tetap memperhatikan secra eksama dan terus menerus terhadap apa yang sedang kita pelajari atau sedang dikerjakan oleh guru. Dengan seksama mengarahkan pikiran, perasaan, indera penglihatan dan pendengaran kita pada setiap rangkaian penjelasan yang dipaparkan oleh guru atau pembicara, termasuk teman siswa kita di depan kelas. Sama halnya dengan membaca, kita dengan seksama dan total mengarah pikiran, perasaan serta indera kita untuk tetap menyatu tertuju oada satu titik bacaan.
Kemampuan berkonsentrasi ini pada dasarnya melibatkan dua hal pokok, yaitu mengabaikan atau eksklusi dan mampu untuk tetap fokus. Mampu mengabaikan atau eksklusi berarti mengenyampingkan segala gangguan dan/atau interupsi baik yang datang dari internal diri atau pikiran kita maupun yang datang dari luar/ eksternal diri kita, misalnya ketika sedang membaca, kita teringat pada cucian yang sedang dijemur (internal) atau tiba-tiba telepon selular kita berbunyi yang membuat kita tersentak dan terhenyak untuk berpaling pada telepon tersebut meskipununtuk beberapa saat (eksternal). Sementara itu, dengan mampu untuk tetap fokus berarti kita senantiasa tetap mengarahkan pikiran dan perasaan serta indera mata kita khususnya tertuju pada ateri yang sedang dibaca. Kedua hal ini, eksklusi dan focusing adalah ibarat dua sisi keeping logam dalam konsentrasi yang tidak dapat dipisahkan.
1. Mampu mengabaikan atau eksklusi
 Pilihlah tempat yang sepi atau minim gangguan
 Usahakan membaca atau belajar di tempat yang sama
 Tentukan waktu yang tepat
 Perhatikan kondisi fisik
 Siapkan sejumlah perlengkapan membaca
2. Mampu untuk tetap fokus
 Usahakan untuk membuat tujuan yang jelas
 Buatlah target dan skala prioritas
 Hadiahi diri Anda
 Gabungkan aktivitas mental dan fisik
 Variasikan bahan bacaan Anda


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *