Tentangmu

Fiksi, Puisi

Hujan malam ini masih saja menawarkan kesejukan

temaram malam mengikatku dalam pekat

sunyi, tak satu pun ingin berucap kata

Hening, entahlah  mengapa hatiku merasakan hening

Ku tahu, malam ini semesta ramai oleh deraian hujan

Dentuman guntur yang syahdu dalam alunan merdu yang bergemuruh

Namun sekali lagi ku utarakan hening.

Aku merasa keheningan ini menjalar rongga sarafku

Menahan segala aliran darahku membuatku terhempas ke alam batinku

Aku, masih saja termenung mengapa kau mampu begitu kuat mengikatku

Menembus jiwa menghilangkan logika

Ah, aku bahkan tidak menyalahkanmu tidak akan

Yang ku tau tanpamu aku setangkai bunga eidelweis yang hanya ingin setia

Mencoba bertahan dari kepunahan mencoba bersandar pada terik mentari

Yang ku tahu tanpamu aku hanya seekor merpati yang telah kehilangan arah pulang

Karena sejauh apapun ku mengepakkan sayapku, hanya ada nama mu lah tempatku pulang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *