About Time: Seindah Apa Waktumu Jika Dapat Dijalani Dua Kali?

Film, Kepenulisan, Non Fiksi, Resensi

About Time

Rilis        01 November 2013

Genre        Drama, Komedi, Fiksi Ilmiah

Pemain    Rachel McAdams, Domhnall Gleeson, Bill Nighy, Tom Hollander, Margot Robbie, Vanessa Kirby, Lee Asquith-Coe, Rowena Diamond, Carherine Steadman, Will Merrick, Jhon Duggan, Lisa Eichhorn, Lee Nicholas Harris, Neve Gachev.

Sutradara    Richard Curtis

Produser    : Tim Bevan, Eric Fellner

Produksi    Universal Pictures

Durasi        : 123 Menit

Bagaimana rasanya jika semua hal berjalan kacau pada hari ini, kemudia keesokan harinya anda memiliki kemampuan kembali ke hari itu dan memperbaikinya? Pertanyaan yang agak panjang, namun drama komedi romantis garapan Sutradara Richard Curtis kali ini akan menyuguhkan anda hal tersebut dengan cara-cara yang “manis”.

About Time adalah film komedi romantis yang akan menyentuh hati dan pikiran penonton dengan kehangatan yang dapat disebut hanya dimiliki oleh film ini. Berbicara tidak hanya tentang kisah cinta picisan tentang hubungan seorang pria dan wanita, About Time menawarkan lebih dari itu. Film ini menawarkan sebuah cara pandang yang baru dalam menjalani hari untuk siapapun yang menontonnya.

Sinopsis

Tepat pada ulang tahunnya yang ke 21 tahun, Tim (Dimhnall Gleeson) yang merupakan seorang lelaki kuper diberitahu oleh ayahnya bahwa semua pria dalam keluarganya dapat melakukan perjalanan waktu. Mereka tidak melakukan hal bodoh seperti membunuh Hitler atau bercinta dengan artis terkenal. Mereka hanya bisa pergi ke momen masa lalu mereka sendiri.  Caranya pun cukup mudah, dengan berada di ruangan yang gelap sambil mengepalkan tangan dan membayangkan pada momen kehidupan mereka yang mana mereka ingin pergi.

Ketika Tim pindah ke London untuk mengejar mimpinya, mencari masa depan dan seorang kekasih, dia bertemu dengan Mary (Rachel McAdams) di sebuah restoran yang membuat pelanggannya harus memakan hidangan mereka dalam kegelapan. Di sana Tim dan Mary terlibat percakapan dan tim, dengan cara-cara yang aneh merasa tertarik pada Mary hingga dia bertemu dengannya di luar restoran. Setelah Tim melihat Mary dia semakin yakin akan ketertarikannya dan memiliki keinginan untuk bisa memiliki hubungan yang lebih dekat. Namun hal itu gagal karena ternyata Mary melupakan Tim setelah Tim menolong pemilik tempat tinggalnya di London yang berprofesi sebagai sutradara teater yang pementasannya gagal karena salah satu pemainnya lupa naskah. Hal itu membuatnya, secara teknis, tidak pernah datang ke restoran itu utnuk bertemu Mary.

Mulai dari sana Tim terus menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan Mary kembali. Dengan cara-cara yang hangat, romantis, dan membuat iri untuk ingin melakukannya juga. Hingga mereka berdua menikah.

Mungkin terdengar sebuah premis yang biasa saja namun Curtis yang bertugas sebagai sutradara dan penulis dapat mengeksekusinya dengan baik. Dan saya akan mengatakan setiap momen yang ada sangat kental dengan unsur romcom, sebuah kisah yang manis dan romantis. Dan usaha Tim untuk membuat Mary jatuh hati padanya seperti sebuah keajaiban. Karya-karya Curtis selalu menggunakan musik yang apik untuk memberikan efek yang besar pada film. Dan kali ini ia membalut sebuah kisah cinta dengan lagu-lagu yang akan menggerakkan hatimu, seperti Ben Folds’ The Luckiest dan The Waterboys’ How Long Will I Love You.

About Time tidak hanya tentang lelaki dan perempuan yang berusaha untuk jatuh cinta, tapi tentang apa yang akan terjadi setelahnya juga. Setelah suatu hubungan membuat mereka  menghabiskan  waktu bersama sebagai keluarga. Tim sadar jika kemampuannya untuk melakukan Time Travel tidak bisa digunakan secara terus menerus karena akan ada efek sampingnya. Dia menyadari sesuatu yang akan membuatnya takut dan patah hati karena kehidupannya akan berubah dengan signifikan jika dia merubah hal-hal penting di masa lalu.

Bisa dikatakan ini adalah sebuah film dengan Curtis sebagai one man shownya. Mengajarkan banyak pesan moral seperti kematian, kehilangan, keluarga dan menyadari apa yang luar biasa dari kehidupan yang luar biasa sekalipun. Ia memberi kesan jika kelebihan Tim ini adalah sebuah pilihan, tentang sejarah dan masa lalu yang dapat diubah dengan mengepalkan sebuah tangan atau digunakan untuk menikmati kembali segala sesuatu yang kita lewatkan karena terlalu sibuk. Percintaannya dengan Mary mungkin sebuah fokus utama dalam film, namun hubungan emosionalnya dengan ayahnya juga akan menjadi momen favorit yang akan selalu diingat oleh penonton ketika film ini selesai diputar.

Cast dari pemerannya bisa dikatakan melakukan tugasnya dengan baik. Gleeson, lelaki dengan karakter hangatnya yang akan menarik simpati para audience. McAdams dengan senyum manisnya, yang tidak akan membuat ragu jika ada seorang pria yang melakukan time travel hanya untuk melihatnya tersenyum. Nighy dengan kharisma sebagai seorang ayah yang dengan sabar mengajarkan anak lelakinya tentang hal-hal yang berharga dalam hidup dan kasih sayang.

Sebelum About Time dirilis Curtis mengumumkan jika ia pensiun dari profesi sutradara dan membuatnya mencurahkan segenap usaha terakhirnya untuk memberikan yang terbaik pada penonton. Dan memang hasilnya sangat memuaskan, sebuah kisah cinta yang dibalut dengan time travel yang menghibur kita semua.

KELEBIHAN FILM ABOUT TIME

Film ini menawarkan banyak pesan moral yang dapat dibawa pulang oleh penontonnya. Dengan cerita ringan dan penuh kekeluargaan. Film ini sangat cocok untuk disaksikan bersama seluruh anggota keluarga.

KELEMAHAN FILM ABOUT TIME

Karena pengembangan premis cerita yang cukup luas, jalan cerita menjadi agak cepat dari satu sesi cerita ke sesi cerita yang lain.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *