Tindok Tengari dan Qailulah Sasak Lombok

Editor Picks, Kesehatan, Non Fiksi, Religi & Spiritual
Tidur Sejenak Selepas Kerja
Tindok Tengari

 

 

Tindok Tengari

Secara Terminologis Kata Tindok Bermakna Tidur, Sedangkan Tengari Artinya Siang Ketika Matahari Hendak Tergelincir. Kata Tindok Tengari Ini Tak Kita Jumpai Dalam Beberapa Literatur Baik Sastra Maupun Konsep Karena Tindok Tengari Hanya Ada Pada Masyarakat Sasak Lombok Saja.

Tindok Tengari Bertujuan Untuk Melepaskan Kepenatan Atau Sekedar Melepas Lelah Selepas Kerja, Disamping Itu Tubuh Manusia Juga Membutuhkan Istirahat Apabila Sudah Bekerja Sebagaimana Mesin Juga Membutuhkan Istirahat Selepas Di Hidupkan.

Tindok Tengari Tidak Dilakukan Oleh Semua Orang, Karena Perbedaan Profesi. Masing-Masing Orang Memiliki TugasĀ  Yang Berbeda, Tindok Tengari Tidak Bisa Dilakukan Oleh Satpam Yang Bertugas Jaga Siang Hari Atau Seorang Pegawai Kantor Yang Sedang Sibuk Melayani Kliennya.

Tindok Tengari Ini Menjadi Rutinitas Para Pekerja Keras Seperti Buruh,Pedagang Atau Yang Lain, Namun Tindok Tengari Tidak Membutuhkan Waktu Panjang. Paling Lama Skitar 90 Menit Saja Alasannya Adalah Tindok Tengari Hanya Sekedar Melepas Lelah Sehabis Kerja.

Bagi Masyarakat Sasak Lombok Aktivitas Tindok Tengari Di Pandang Sebagai Sesuatu Yang Lazim Dilakukan Karena Menurut Keyakinan Masyarakat Muslim Suku Sasak Tindok Tengari Adalah Aktivitas Rasulullah SAW Sembari Menanti Waktu Mendirikan Ibadah Shalat Dzuhur.

Abu Ikbal


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *