Tokek dan Hujan

Fiksi, Puisi

Hujan yang menjadi pengingat

Hujan yang menjadi pemersatu

Hujan yang menjadi pembahasan

Hujan yang menjadi pemisah

 

Rintiknya yang menyentuh hidungmu

Mengaliri hidung mancungmu dengan ramahnya

Rintikan lainnya mulai ikut menitik

Sampai seluruh badan menjadi kuyup

 

Tanganmu menengadah

Mencoba menangkap rintikan tersebut

Sambil tersenyum kau menikmatinya

Begitu indah bukan

 

Semakin deras rintikan yang turun

Semakin lebar pula senyummu tersungging

Sampai tertawa terbahak seperti orang kesurupan

Melupakan tentang akibat yang disebabkan hujan

 

Aku akan menunggumu

Sampai kau puas bermain dengan rintikannya

Menggigilpun aku tak akan peduli

Selama aku masih bisa melihatmu bahagia bermain

 

Walaupun kau tidak mempedulikan keberadaanku

Aku hanya harus menemanimu

Manikmati tingkah lucumu bermain dengan hujan

Kemudian tersenyum sendiri melihat tingkahmu itu

 

Karena aku mencintaimu

Si tokek kurusku


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *