Tradisi Ngayu-ayu

Budaya & Folklor, Opini

Tradisi Ngayu-ayu

Tradisi upacara Ngayu-ayu adalah sebuah adat istiadat Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok timur. Proses upacara adat istiadat ini diselenggarakan tiga tahun sekali pada awal musim penghujan. Upacara ini bertujuan untuk meminta hujan, dengan kata lain ritual minta hujan. Alasan mengapa upacara Ngayu-ayu dilakukan pada musim penghujan. Karena masyarakat meyakini bahwa melakukan upacara ngayu-ayu dipertengahan musim hujan sebagai tanda bersyukur atau berterimkasih kepada Yang Maha Kuasa. Ada juga yang percaya sebagai penolak bala atau penyakit.

Ngayu-ayu memiliki arti ‘ngendeng’ (meminta/memohon). Dalam upacara Ngayu ayu di hadiri oleh tamu yaitu para Patih-patih dari berbagai daerah, dari kalangan masyarakat setempat dan dari luar. Adapun dalam upacara ini dilakukan berbagai prosesi, diantaranya yaitu dimulai dengan pengambilan air dari 12 mata air sehari sebelum acara ini dimulai. Yang kedua, upacara dimulai dengan penyembelihan kerbau kemudian kepalanya di tanam. Selanjutnya prosesi mapakin (penyambutan air yang berasal dari 12 belas mata air). Kemudian di lanjutkan dengan acara perang topat. Perang ketupat ini yang biasanya di lempar ke orang-orang (musuh) namun disini melainkan di lepar ke atas langit yang memiliki makna sebagai pengusiran terhadap roh-roh jahat (penyakit). Pada akhir acara diadakan makan bersama, dalam bahasa sasaknya ‘begibung’.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *