tuntutan profesi dan hati nurani

Non Fiksi, Opini

tuntutan profesi dan hati nurani

Profesi atau pekerjaan kita saat ini sangat penting untuk menjalani kehidupan. Kebutuhan hidup yang semakin menerpa tampa henti mau atau tidak mau akan mengharuskan kita memiliki pekerjaan. Ketika seseorang mampu atau sudah memiki pekerjaan maka orang sekitar akan lebih menghargai kita, argument yang sangat kental dalam masyarakat .
Ketika sudah bekerja, ada pekerjaan tertentu akan menuntut rasa tanggung jawab yang tinggi karena amanah sudah di pundak dan janji untuk siap patuhpun terlontarkan. Sebut saja pekerjaan sebagai Satpol PP yang ketika kita berpikir dengan biasa saja maka itu hanya petugas keamanan yang menertibkan lingkungan, yang cukup smapai di situ sebuah pemikiran sederhana kita.
Tapi cobalah berpikir lebih lama dan renungkan jika kita di posisikan sebagai Satpol PP yang akan mengusur sebuah rumah makan kecil yang dimana rumah kecil itu hanya di huni oleh seorang ibu tua yang tidak memilki siapapun. Lebih parah lagi ketika itu adalah seorang yang kita kenal. Dan dia adalah seseorang yang pernah berarti dalam hidup kita. Seorang ibu yang pernah menolong kita.
Bagaimana mungkin orang sebaik ibu itu harus kita sakiti dengan rumah kecilnya, dimana hati nurani kita. Mungkin merontapun tak kuasa. Tapi itulah hidup , dimana antara tuntutan porfesi dengan hati nurani . tuntutan profesi yang mengharuskan kita tegas dalam bertindak , karena kita sudah mengucap janji mengemban amanah untuk selalu menegakkan hukum yang ada. Hati nurani yang kita miliki sangat sakit tapi apalah daya.
Hal ini juga dapat menjadi pembeljaran bagi kehidupan kita, bagaimana kita harus tegas pada apa yang kita jalani. Harus siap dengan amanah yang kita emban. Contoh lain yang tak asing merajalela dalam medan kehidupan adalah kekuasan. Kekuasaan yang kita miliki kadang kala menjadi tameng untuk kita betindk tidak wajar. Member keringanan, mendahulukan bakhan membela sesuatu yang salah ketika yang melakukan hal itu adalah orang tedekat kita. Bagaimanpun memang sulit untuk tidak bertindak atau perlakuan kita berbeda terhadap orang asing dan orang terdekat kita. Tapi tetaplah menjadi orang yang professional agar kita bisa mempertanggung jawabkan apa yang menjadi tanggung jawab kita.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *