kau yang kusebut ayah 1

Untuk kau yang kusebut… (ayah)!

Fiksi, Puisi

Ini bukan sajak..

Tapi ini tentang sesuatu yang ingin diungkapkan..

……

Sekali lagi aku melihat tangan kuat itu,

Garis di dahinya menandakan bahwa ia berpikir keras..

Garis sudut bibir ikut tertarik,

Sekedar ingin mengatakan

“apa kau baik-baik saja?”

 

Tak perlu baginya membuat perut buncit,

Cukup melihatku membawa tumpukan buku berisi ilmu pengetahuan baginya lebih dari surga..

Aku tak ingin peduli,

Awalnya…

Acuh adalah jalan pintas!

Namun,

Aku tak ingin meretas..

 

Suatu malam aku melihatnya tidur tak beralas tikar,

Sedangkan aku dengan selimut tebal..

Tak perlu baginya bermimpi indah..

Tidur pulasku,

Baginya..

Lebih dari mimpi berpangku bulan…

 

Awalnya…

Acuh adalah jalan pintas!

Namun,

Aku tak ingin meretas..

 

Suatu hari,

Aku melihatnya terbujur kaku…

Dengan senyum yang tak pernah luntur,

Dari acuhku yang mengabur,

Dari cintanya terkubur…

 

Hari ini,

Aku menyadari bahwa aku lebih mencintainya dari cintanya padaku…

Untuk kau yang kusebut,

 

Namanya…


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *