Wortel Telur dan Kopi 1

Wortel, Telur dan Kopi

Pendidikan

Wortel, Telur dan Kopi

Pagi itu seorang anak mendatangai ayahnya. ia nampak sedih dan mengeluh tentang berbagai ujian kehidupan yang ia rasakan dan usahanya yang selalu gagal. sang ayah pun cuma tersenyum mendengar cerita keluh kesah si anak. beberapa saat kemudian ia mengajak si anak ke dapur.
Sambil menyuruh si anak duduk dulu di kursi dapur ia mengambil tiga buah panci dan menderetkannya pada tiga kompor berbeda pula, masing -masing panci yang telah terisi air kemudian dimasukkan tiga bahan berbeda pula yakni:
panci pertama berisi potongan wortel
panci kedua berisi beberapa butir telur
panci ketiga berisi bubuk kopi
si anak menghampiri sang ayah dan bertanya apa maksud semua ini, si ayah menjawab untuk menunggu beberapa menit lagi dan bersabar. setelah beberapa menit berlalu maing-masing panci nampak mendidih. bebrapa saat kemudian si ayah mnegeluarkan isi masing-masing panci itu ke dalam piring dan meminta sang anak untuk mencicipi.
si anak pun menurut dan mencicipi satu-satu namun ia masih belum mengerti sama sekali sampai sang ayah menjelaskan.
Bahwa ujian kehidupan itu ibarat air yang mendidih, panas dan menyakitkan namun kita bisa mengambil hikmah atau cara kita menghadapinya seperti:

1. Wortel yang awalnya keras menjadi lembek sesudah dimasak. yakni sebagai manusia yang mungkin ketika sebelum ujian memiliki sifat keras, tinggi hati dan sombong dalam hati, maupun terhadap sesama bisa menjadi berubah menjadi lembut dan sabar.

2. Telur yang awalnya rapuh lembek menjadi keras setelah dimasak. yakni mungkin sebelum menerima ujian kita lebih mudah cengeng, rapuh dan menyerah, namun berubah setelah mendapat ujian menjadi lebih kuat dan istiqomah menjalani kehidupan, tidak mudah putus asa lagi.

3. Kopi yang awalnya pahit namun menjadi enak ketika tercampur dengan air dan merubah rasa air. yakni menjalani segala ujian dengan ikhlas sehingga ujian merupakan bagian dari sebuah kehidupan. lama-lama akan terasa indah karena ujian adalah bagian dari kehidupan yang tak mungkin terlepaskan. sama seperti kopi yang bisa merubah rasa air, maka ujian pun bisa merubah rasa kehidupan menjadi lebih bermakna.

Demikianlah setelah sang ayah menjelaskan, si anak pun mengerti, ia pun pulang kembali sambil dan mengucapkan terimakasih pada sang ayah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *